“Kamu sepertinya sudah tidak serius lagi, ndi” katanya kepadaku. Maya meneteskan air matanya untuk yang kesekian kali di hadapanku. Aku terdiam, tidak sepatah katapun keluar dari mulutku.
“Apa sih mau kamu?” terusnya.
“kamu dong yang buat keputusan kalau hubungan kita mau diapakan?”, sambungnya sambil memainkan sedotan minuman yang dia sediakan buat diriku.
Malam sudah larut, suasana yang tadi fun kok mendadak mendung. Angin cukup lumayan untuk membuat tanganku kedinginan karena hanya menggunakan kemeja lengan pendek bergaris. Kami duduk berhadapan di kursi meja mungil didepan teras rumahnya. Lampu teras sengaja dimatikan agar tidak terlalu menarik perhatian dari orang-orang yang lewat di depan rumah. Entah mimpi apa aku hari ini, disaat sedang di kejar-kejar kerjaan yang numpuk, kini urusan asmara berasa diujung tanduk.
“Please deh, may… “ mohonku pada dirinya.
“Aku nggak setuju kalau kita udahan”
“Katamu kamu ngerti dengan kondisi aku. tapi kenyataannya? kamu nggak…”
“Maafkan aku kalau waktu aku buat kamu itu sedikit”
“Tapi kan aku masih tetap ngabarin kamu..” kataku membela diri.
“Please deh may, sabar ya menghadapi ini, aku masih berusaha”
“Ok, begini saja… Aku janji akan jemput kamu setiap pulang kerja ya?” pujukku pada dirinya.
“Andiii… janji yang seperti ini sudah beberapa kali kamu bilang kok” dalihnya sambil menyedot minuman yang sebenarnya minumanku.
“Aku sudah tidak sabar dengan kondisi ini ndi..”
“Aku capek” keluhnya
“Aku mau malam ini kita tuntaskan semuanya ya…” vonisnya kepada diriku.
Aku kaget, aku tidak yakin kalau maya yang mengatakan ini semua. Aku selalu tahu siapa maya dan bagaimana dia. Sifat dan karakternya aku tahu persis. Kami sudah pacaran sudah hampir 4 tahun. Dia tidak pernah seagresif ini. Dia selalu sabar dalam menghadapi keadaan sesulit apapun. Tapi kini, aku sadar kalau semua orang akan berubah, termasuk maya tentu bisa berubah, mungkin aku juga bisa berubah. Tapi bagiku, cintaku pada dirinya tidak mungkin bisa hilang.
Sebenarnya keanehan sudah aku rasakan sejak seminggu belakangan ini. Walaupun aku jarang bertemu dengannya tapi aku selalu rajin kirim BBM mengabarkan diriku atau sekadar mengingatkan sarapan atau makan siang setiap harinya.
Kemarin aku masih bertemu dengannya walau sebentar. Dia minta tolong untuk menginstallkan aplikasi Whatsapp. tapi aku mengatakan kalau Blackberry miliknya ini aku bawa saja agar aku bisa install di kantor sore. Karena aku sedang terburu-buru dan aku janji mengembalikan hari ini.
“Baiklah may, kalau memang kamu sudah capek sama aku” suaraku memecahkan keheningan.
“tapi aku tidak akan mau memutuskanmu”
“Belum… karena aku belum yakin kalau aku harus memutuskanmu” putusku dalam malam yang sudah semakin larut. Dia diam tidak menjawab apapun.
“Ok aku pulang sekarang” kataku kecewa, melihat dia terdiam tidak megucapkan apa-apa, air yang belum aku minum pun sudah tinggal sepertiganya.
Aku mulai beranjak keluar menuju ke motorku. Aku melihat dia masih terdiam melihat lantai dan tidak melihat kepergianku. Aku pergi meninggalkannya pada malam dinihari ini dengan hati yang sendu.
Kupacu motorku dengan kecepatan tinggi.Jalanan sudah mulai sepi hanya satu dua kendaraan yang lewat. Angin dingin begitu menusuk menyerap kedalam tubuh. Makin kupacu motorku pada jalan yang lurus ini. Tiba-tiba Blackberry kubergetar kurasakan di dalam saku celana, ada pesan masuk. Aku berhenti, aku yakin pasti BBM dari maya, mungkin dia ingin meminta maaf kejadian yang terjadi barusan. Aku berhenti dalam kegelapan malam, aku mengeluarkan HPku. Aku lihat jam di HP Blackberry ini, pas Pukul Dua Dini Hari. Setelah aku melihat, ternyata bukan pesan BBM yang masuk, tapi sebuah email. Email forward dari BBM maya. Aku tanpa sengaja iseng menginstall sebuah applikasi SPY pada Blackberry miliknya kemarin. Aku buka email itu…
.CuteMaya..:
Hi beb…udah bobo?
.CuteMaya..:
Masa jam gini udah lelap 😛
edoo:
Sayang.. aku masih nungguin berita dari kamu kok
.CuteMaya..:
Sudah kamu bobo aja sekarang, besok jemput aku kerja yaa :*
Edoo :
Keputusannya?
.CuteMaya..:
Beress, mission accomplished
.CuteMaya.:
Aku janjiin kamu, andi gak akan datang lagi ke rumahku
.CuteMaya..:
Aku milikmu deh :*:*:*
.Edoo..:
yeahh…
.CuteMaya..:
Udah sekarang kamu bobo ya beb
Edoo :
Ok ok… aku bobo ya, kamu juga, kita bobo bareng 😉
.CuteMaya..:
Aku happy loh bangeett… bobo yaa.. good night beb :*
.Edoo:
Good Night sayang… :*
Hujan pun mulai turun dengan derasnya, membasahi tubuhku. Aku tidak perlu berlindung dari hujan ini. Aku tatap langit, ku buka mulutku, ku basahi tenggorokanku yang memang haus dari tadi…
“ahh.. air hujan tidak pernah senikmat ini..” gumamku.