Surat di kolong pintu (lagi)

Hi anak baru,

Senangnya diriku mendapati surat di kolong pintu rumah ini. Aku terbangun pagi-pagi sekali untuk mengambil koran yang selalu di letakkan di muka depan rumah oleh langgananku. Tak di sangka tak di duga, terlihat amplop ungu di kolong pintu.

Hmm amplopnya harum, pertanda di kirim oleh seorang gadis. Beda sama suratku yang tidak ada aroma apapun hehehe

Dear dinda,
Nama yang kedengaran manja di kupingku. Nama yang tertera di dalam suratmu. Sayangnya kamu cuma sementara disini. Satu bulan katamu. Selanjutnya kamu akan pulang kembali ke kotamu setelah urusan disini selesai begitu isi tulisanmu.
Dinda, biarpun kamu sebentar disini, tapi aku merasakan perkenalan ini sebagai anugerah yang terindah untuk diriku, semoga untukmu juga.
Kamu datang, dan kita kenalan. Aku harap ini sebagai permulaan yang baik buat diriku. Maafkan aku yang begitu menggebu-gebu.
Kenapa dirimu tidak menyertakan no hp-mu di surat ini? Kamu berjanji untuk keluar malam ini, tapi bagaimana aku bisa menghubungimu, mengatur waktu untuk bertemu.
Jadi akhirnya kutuliskan kembali surat ini agar bisa memberitahumu waktu dan tempat yang mungkin bisa kita kunjungi malam nanti.

Oleh karena dirimu tidak mau di jemputku karena suatu alasan, maka idealnya kutunggu dirimu di ujung jalan di depan kost-mu, jam 7 lewat 1, akan kutunggu dirimu disana tepat waktu.

Dinda, bisa kupahami apa yang telah kamu tuliskan di suratmu ini. Kita akan berbicara banyak untuk saling memahami. Semoga apa yang kamu cari selama ini mendapatkan jawaban di tempat ini.

Surat singkat ini kembali ku masukkan ke kolong pintumu. Semoga kamu bisa memahami. Ingat, jam 7 lewat 1, aku tunggu.

Tetanggamu.

Rindu

Rindu,

Apa kabarmu? Sudah sekian lama kau tak memberikan kabar. Aku disini dalam keadaan baik. Aku kembali menuliskan surat ke alamat yang sama yang terakhir aku dapatkan dari ibumu dan kuharap surat ini sampai ketanganmu rindu.

Apa yang engkau cari disana rindu? pulanglah. Aku dan ibumu kangen menunggu dirimu kembali rindu. tidakkah kau kasihan melihat diriku yang menunggu.. atau paling tidak, lihatlah ibumu rindu. Setiap waktu sujudnya tak lupa untuk memohon agar hatimu luluh bisa kembali kepelukannya.
Ibumu tidak punya siapapun disini. Hanya aku yang sesekali datang menjenguknya, sedikit memberikan senyuman di ujung bibirnya. Katanya jika aku datang ke rumah ini selalu mengingatkan dirinya akan dirimu rindu.

Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika orang itu tidak lari dari masalah, rindu. Kembalilah, pulanglah, datanglah kesini rindu. Kita bicarakan apa yang terjadi dan bagaimana maumu.
Kepergianmu memukul hati orang tua ini. Dia yang telah membesarkanmu dengan segenap hati, tetes darah dan keringat tidak dia hiraukan demimu. Apalagi setelah kepergian ayahmu sejak dirimu masih kecil dulu. Ibumu tidak pernah mengeluh tentang itu. Sekarang dia menangis, menangis bukan karena sesal sudah melahirkanmu. Tapi menangis karena rindu dirimu.

Awalnya kepergianmu dengan lelakimu itu sangat memukul diriku. Tentunya sangat menghancurkan hati ibumu juga. Tapi tidak dengan hatimu kan? Engkau berani mengambil keputusan sulit ini, menjadikan segala sesuatu menjadi jelas bagi diriku, aku harus tahu diri.

Kita. Aku dan kamu sudah selangkah lagi masuk ke dunia baru menjalani sakralnya sebuah janji. Aku, kamu dan ibumu bahagia menjalani hari-hari menjelang tanggal yang sudah di tentukan itu. Undangan sudah siap untuk di-distribusikan, semua sekarang masih tertahan di rumahmu. Kamu tiba-tiba menghilang dan tidak kembali lagi sampai saat ini. Pergi jauh bersama lelakimu, seseorang yang engkau tidak cintakan katamu dulu kepadaku.
Semua sudah jelas. Sesal biarlah milikku sendiri. Kembalilah engkau kepada ibumu. Atau paling tidak datanglah untuk mengambil ibumu disini. Dan pergilah kembali ke duniamu yang baru.

Aku tuliskan surat ini di dalam kamarmu. Kulihat album foto-fotomu, yang kebanyakan foto kita berdua. cerita sejak awal perkenalan sampai waktu aku datang ke ibumu untuk melamarmu. Engkau susun rapi di setiap halaman album ini.
Puisi-puisi cinta yang dituliskan masih tertempel rapi di dinding kamarmu. Aku baca berulang-ulang untuk merasakan cinta itu kembali. Tapi aku tidak mampu lagi.

Please, kembalilah rindu, tidak untuk diriku. Datanglah untuk melihat ibumu. Aku kasihan pada dirinya. Aku tidak marah kepadamu karena aku sudah mengikhlaskan ini semua, ini takdirku. Tolonglah pedulilah pada ibumu. Aku mohon teramat sangat agar hatimu masih ada buat ibumu. Seorang ibu yang menangis siang dan malam demi dirimu.
Karena aku yakin engkau tidak mengenal diriku lagi.

Apapun yang telah terjadi, luka ini hanya untukku. Engkau tidak usah mengambil hati atau tidak enak dengan apa yang telah terjadi. Aku sudah bisa mengerti. Kenyataan harus terjadi sepahit apapun kebenaran itu. Kejujuran di akhir cerita lebih baik dari pada kebohongan yang terjadi selamanya.

Rumahmu yang penuh kenangan akan kutinggalkan terakhir kali. Ibumu yang baik itu, akan kusalami dan kupeluk sepenuh hati. Aku akan pergi tidak akan kembali, agar engkau tanpa beban bisa pulang kembali kesini.

Rindu, engkau tidak usah meminta maaf lagi kepadaku. Aku sudah memaafkanmu. Aku yang mau meminta maaf karena mencintaimu. Dan masih mencintaimu sampai sekarang. Maafkan aku masih belum mampu melupakanmu. Semoga kamu bahagia rindu…

dariku
yang tidak ada tempat lagi di hatimu

Kekasih baru

hi sayang,

Pagi ini aku ketemu lagi denganmu. Senang rasanya bisa beraktifitas bersamamu. Aku rasa benar kata orang-orang, pertemuan pertama yang biasa-biasa saja jika sering bertemu dan bertemu akhirnya cinta akan bersemi.

Kita hanya bisa bertemu di setiap pagi sampai sore selama jam kantor, karena kamu adalah cintaku yang hadir disini. Kamu pasti selalu rindukan aku setelah semalam terakhir bertemu. Nasibmu dan takdirku membuat kita tidak bisa bersama selamanya. Kita hanya bisa memadu kasih disini di kantor ini, karena kita adalah teman tapi mesra. Tidak kupungkiri kalau kita pasangan serasi. Genggaman halus tanganku selalu pas menuntunmu untuk melakukan apa saja yang ingin kita lakukan bersama dan kini aku harus akui kalau aku telah jatuh cinta kepadamu.

Tapi aku tidak berani membawamu pulang bermain kerumahku, karena aku akan dimarahin karena dianggap membawa lari kamu, mencuri kamu. Kamu ngerti dong kesulitanku…

Kamu begitu menarik. Walau mungil aku telah jatuh hati. Aku tahu kamu juga menyukaiku. Kamu tidak pernah menolak apa yang aku inginkan. Kamu selalu bisa memuaskan hati ini.

Kulitmu putih halus, Wajahmu indah menawan. Aku terpesona dengan segala yang ada pada dirimu.

Aku kadang takut di katakan yang nggak baik sama teman-teman kantor. Mereka memang tidak mau mengganggu urusan kita tapi aku tahu mereka kadang memperhatikan kebersamaan kita. Masalahnya kadang kita kelewatan, seharian kerja sambil berpegangan tangan.

Aku harap kamu tahan ya dengan gunjingan orang-orang itu. Yang penting kamu tahu aku memilikimu walau tidak janji bisa membawamu keluar dari sini.

Maafkan ke-egoisanku ya. Aku tidak bisa menjanjikanmu apa-apa. Aku hanya merasa nyaman memegangmu. Kamu smooth… lancar untuk ku gerakkan kesana-kemari. Kamu juga cocok berpasangan sama keyboard lamaku ini. Keyboard ini tentu juga senang mempunyai teman mungil seperti dirimu, owh Mouse baruku.

tds

Surat di kolong pintu

Hi anak baru,
Maafkan aku telah meletakkan surat ini melalui pintu kamarmu,

Hi anak baru, aku cuma tidak tahu bagaimana cara berkenalan yang baik dengan dirimu. Mungkin cara ini yang bisa kulakukan mengingat diriku sangat pemalu.

Hi anak baru, semoga kamu gak bilang pengecut melihat tingkahku ini. Sungguh niatku hanya ingin berkenalan denganmu. Setelah kamu mengenalku tentu aku mau banyak bertanya tentang dirimu.

Hi anak baru, jika memang dirimu ingin membalas suratku dan kamu juga sama dengan diriku pemalu. Kamu boleh meletakkannya melalui kolong pintu rumahku, tapi di saat kamu yakin jika rumahku dalam keadaan kosong. Jangan sampai waktu kamu menunduk jongkok dan mulai memasukkan suratmu ke kolong pintuku, bertepatan dengan diriku tanpa sengaja membuka pintu, ahh sinetron sekali kejadian itu hihihi.

Hi anak baru, setengah kertas sudah kutulis pada surat ini, dan permintaan untuk dibalas tanpa malu ku ungkap. Tapi memalukan aku belum memperkenalkan diri ini. Aku tetanggamu, melihat dari awal sejak kedatanganmu membuat hatiku menjadi deg deg kan. Karena itu aku memaksa untuk berkenalan denganmu bagaimanapun caranya. Namaku tertera pada amplop surat. Namamu siapa?

Hi anak baru, tadi pagi pertama kalinya kita saling bertatap mata walau tanpa sengaja, sebaris senyum di bibirmu seolah mencairkan dingin beku hatiku yang penasaran pada dirimu. Iya, walau sesaat kamu melepas pandanganmu kepadaku tapi senyummu tidak berkurang sampai dirimu hilang dari pandangan.

Hi anak baru, tak sabar ku menunggu esok hari menanti surat di bawah kolong pintu ini.

Dariku
melalui kolong pintu

Bibi Lung

Kepada bibi Lung,
Perguruan Kuburan Kuno

Bibi, terlahir dengan nama Siauw Liong Lie. Cantik bagai bidadari. Sepertinya menjadi tua tidak ada dalam sejarah hidupmu. Kamu selalu kelihatan muda seolah waktu berhenti, tidak pernah mampu menua-kan tubuhmu yang mulus putih itu. Pakaianmu putih panjang memang mengisyaratkan bahwa dirimu layak disebut seorang dewi atau bahkan bidadari. Kehebatan jurusmu sangat mumpuni, dan kemampuan ilmu peringan tubuh yang diatas level tertinggi.

Tapi dirimu kesepian di dalam kuburan kuno tersebut. Kamu tidak mempunyai teman untuk berbagi cerita dan cinta. Keseharianmu hanya bermain bersama burung-burung kecil yang ikut menghuni kuburan itu dan lebah-lebah unik yang memang engkau gembalai, bibi.
Bibi baik sekali, cenderung pendiam. Tidak akan berbicara sebelum ada yang memulainya, kecuali bibi sudah mengenal baik orang tersebut. Bibi juga terkesan lugu dan polos karena sedari bayi sudah di tinggal kedua orang tua yang tidak di ketahui siapa. Kemudian ditolong oleh seorang nenek tua, di bawa dan tinggal di tempat terpecil dan tersembunyi ini, tempat dimana tidak ada akses bagi orang umum untuk datang kesitu, kuburan tua.
Bibi yang penuh misteri di bimbing dan mempelajari segala ilmu aliran kuburan kuno.

Bibi Lung

Aku sering berkhayal aku bisa mengunjungimu disana, memperkenalkan diri sebagai…hmm muridmu. Hahaha menghayal tingkat dewa menjadi yoko yang bernasib menemanimu dalam suka dan duka.

Dirimu sangat berkarakter bibi. Ajarkan aku pengetahuanmu. Datanglah dalam mimpiku. Bimbing aku mempelajari ilmu peringan tubuhmu itu atau ajari aku bagaimana bisa tiduran di atas sehelai tali, yang selalu engkau peragakan, waktu dirimu terpaksa pergi mengembara, keluar jauh dari makam tua untuk pertama kalinya.

Kisah cintamu juga sangat inspiratif dan mengundang pro dan kontra. Kisah cinta antara seorang guru dan murid pasti mendapatkan pertentangan pada dunia persilatan pada waktu itu, belum lagi selisih umur yang ada lumayan selisih jauh. Kalau sekarang ya pasti akan di bicarakan seru di social media, twitter pastinya. kemudian akan diangkat dan diperdebatkan di stasiun-stasiun televisi. Kemudian akan dibahas di gedung dewan kisah cintamu ini. Putusan dari anggota dewan akan diteruskan ke Gubernur, ke Bupati, Walikota, Kelurahan sampai RT RW setempat untuk menjalankan mandat dari anggota dewan untuk mengusirmu hihihi. Pasti banyak yang akan menghujatmu kalau kejadian percintaanmu itu terjadi di zaman sekarang.

Bibi, tapi kisah cintamu suci. Berbagai halang dan rintangan terjadi. Tapi kamu dan kasihmu tetap setia dan menunggu.
Jalan terjal untuk hidup bersama, di lalui dengan keringat dan darah, karena kalian telah pernah berjanji saling cinta sehidup semati.
Dirimu pernah ternoda dari laki-laki bajingan. Kenyataan yang sungguh menyakitkan. Dirimu juga pernah hampir terpaksa menikah dengan laki-laki lain yang tidak engkau cintai, seorang laki-laki yang menggunakan tipu muslihat dan menggunakan racun untuk memperdayai dirimu.
Yang paling menyakitkan adalah kalian berdua pernah terkena racun bunga cinta di lembah itu. Racun menyakitkan yang bekerja jika perasaan cinta terhadap kekasih dirasakan. Racun keji yang akan memisahkan hati. Tapi bibi bisa melalui ini semua walau dalam kesulitan.

Dan cobaan terakhir adalah penantian selama 16 tahun telah dilakukan oleh bibi dan Yoko. Pelajaran tentang arti kesetiaan telah kalian ajarkan. Kesetiaan dan penantian, walau dalam ketidakpastian tentang hidup dan matinya sang kekasih. Bibi tetap menunggu dan menunggu dalam kesendirian.

Bibi kisah cintamu memang sangat menginspirasi. Pelajaran tentang kesetiaan yang tidak pernah luntur dimakan peradaban zaman.

Kuharap surat ini bisa menembus zaman, melalui kotak pos cinta menerobos dimensi dan kemudian di bawah cengkraman se-ekor elang menghantarkan secarik kertas ini ke tanganmu bibi, Gadis naga kecil.

Salam rindu bibi buat dirimu.

Aku
Di bibir pantai

P.S : Cerita kedua dari trilogi karya Chin Yung. “Return of the Condor Heroes”

Teruntuk ikan lepu

Dirimu banyak rupa hei ikan lepu. Terombang-ambing di dalam lautan dengan segala macam tingkah dan gayamu, suka menetap berdiam diri berlaku layak sebuah karang, itulah perangkapmu. Atau sekadar menimbun diri dari pasir putih menawan di saat air datang pasang atau surut.

Dalam posisi itu, apakah engkau menunggu korban yang datang tidak sengaja menginjakmu… atau engkau hanya diam setelah sekian waktu berenang lelah menelusuri lautan?. Apakah engkau dengan sengaja ingin mencelakai orang yang menginjakmu atau apakah duri-durimu yang berbisa ngilu itu sebagai proteksi terhadap dirimu?

Engkau banyak di benci oleh para nelayan atau mereka orang-orang pesisir pantai. Seolah musuh yang harus dimusnahkan jika kehadiranmu di ketahui oleh mereka.
Padahal engkau hanya makhluk kecil di antara berjuta species yang telah diciptakan.
Lautan layak hutan rimba, ada yang perkasa ada yang lemah, kadang ada yang cantik tapi berbisa. Lembut tidak berarti tak berdaya, kadang nyawa bisa di taruhkan karenanya.

Tapi tidak begitu bagi diriku, aku menyukaimu. Engkau salah satu kreasi unik dari sang Pencipta. Memang racunmu menyakitkan, tapi kita sebagai manusia yang punya pikiran berpikir bagaimana sebaiknya melangkah. Celaka bisa di mana saja, dirimu tidak patut dipersalahkan, manusianya yang tidak toleran terhadap sakit yang di dapatkan. Padahal mari kita melihat dari hati yang paling dalam, mungkin ini cara Tuhan menghukum kita yang suka semena-mena terhadap alam, terumbu karang di exploitasikan, diambil dan dihancurkan. Mungkin ini juga cara Tuhan agar kita harus mengenal lingkungan, bukan cuek kebablasan.

Hei ikan lepu, dirimu boleh buruk rupa, kasar bagaikan karang.
Tapi aku rasakan ada manfaat lain yang positif dari dirimu. Entah apa aku belum tahu. Masih menjadi rahasia alam. Karena aku yakin setiap makhluk yang diciptakan, tidak akan hanya ada sisi jahatnya saja. Tentu nanti ada jawaban, Tuhan menciptakanmu pasti dengan sebuah alasan.

Teruntuk ikan lepu.
Mungkin ada yang mengatakan aneh kalau aku mengirim surat “cinta” kepadamu. Apakah kita perlu bertanya pada rumput yang bergoyang? Hmm sepertinya tidak perlu, toh surat ini memang tidak akan pernah sampai kepadamu. Tapi aku yakin Dia yang diatas sana, akan mengatakan tentang surat ini kepadamu.

Ikan Lepu
Ikan Lepu

Dariku
Di bibir pantai

Surat untuk kamu

Dear,

well kakak, suaramu sungguh menggodaku. Suara yang membuat hati ini terhanyut dalam ceritamu. Suara dan desahanmu begitu mendayu-dayu. Aku sangat suka mendengarkannya, khusuk. Sekarang sering menjadi teman di dalam perjalananku. Terasa nyaman masuk kedalam kalbu menghayati setiap kata yang keluar dari bibirmu.
Juga kurasakan syahdu akustik petikan gitar yang mengiringimu, kudengarkan di saat-saat waktu sunyi seperti sekarang ini, waktu menjelang tidurku. Suaramu menusuk memaksa hati ini untuk membayangkan hal-hal yang pernah terjadi dalam hidupku.

Kakak, kebanyakan lagunya bertema sendu ya… putus, selingkuh, mencoba move on. Atau apakah semuanya begitu?
Itukan tema lagu yang bisa bikin kita malah sulit move on.
Terhanyut dalam logika bait lagumu, ya membuat diri ini terombang-ambing sekarang, karena kisah masa lalu kini teringat kembali.
Kamu telah menarik pusaran kosong alam pikiranku ke pergolakan cerita lamaku dulu.

“Bagaimana mungkin kamu tak akan segera menangis
Sepertimulah langit kini
Tertunduk pilu dalam mendung”

Kakak, mataku berkaca-kaca sekarang. Aku mengingatnya sekarang. Mana sekarang aku mengintip dari pintu jendela kamar, diluar sana mendung, laut beriak-riak tak menentu bagai mengerti kondisi hatiku sekarang ini. Dia selalu ada di sana, dalam ruang hatiku untuk selamanya.

Tapi sudahlah ya, aku membuat surat ini bukan untuk dirinya. Aku buat surat ini untuk kakak. Sorry aku hanya terhanyut dengan suasana yang kakak timbulkan sekarang.

Kakak tetap semangat ya, terus berkarya.
Kakak petugas posku yang baik hati dan tidak sombong. Yang begitu baik ngengomentarin setiap mention yang masuk…
Ada ya yang seperti kakak ckckck

Sekian surat ini aku buat hanya untuk kakak seorang.

Salam dari pinggir laut,

Aku
Di bibir pantai

Untuk Anfield

Hello Anfield,

Entah kapan aku bisa mengunjungimu. Kamu yang begitu gagah berdiri megah, menjadi bukti setiap torehan prestasi yang dihasilkan oleh anak-anak muda liverpool.
Aku selalu bangga menjadi salah satu dari sekian juta pendukung Liverpool, dan aku tentunya selalu punya keinginan untuk duduk, berdiri dan berteriak di salah satu bangku stadionmu, antusias ikut menyanyikan “You’ll never walk alone” bersama mereka. Ah semoga mimpiku bisa menjadi kenyataan.

Kamu sudah tua, berdiri sejak 1892. Wajar setiap generasimu menghasilkan tropi-tropi kemenangan. Setiap pasukanmu berbeda karakter setiap generasinya, tapi selalu bisa di cintai oleh kami para liverpudlian, penggemarmu.

Merah dan selalu merah, warnamu. Bergetar setiap lawan jika memasuki stadion. Memberikan tambahan energi untuk setiap pemain.
The Reds, kini di isi sederet pemain muda. Di komandoi skipper kebanggan Steven Gerrard, ikut membimbing sederatan mutiara muda agar bersinar di era selanjutnya.

Jujur kuakui, kalau pasukanmu sedang dalam posisi kembali mencari jati diri. Sudah sekian tahun belum mampu menjuarai liga utama lagi, prestasi terjauh pernah di posisi dua. Tapi karakter pasukanmu yang tidak pernah hilang masih membuat getar bagi setiap lawan. Tetaplah berjuang the anfield gank.

Aku masih bermimpi. Menikmati aura magis disana. Berteriak gembira mengumbar semangat. Ikut berfoto bersama sederetan bintangmu. Gerrald, Suarez, Kelly, Agger, Skrtel, Allen, Johnson, Sterling, downing dan tentu masih banyak lagi yang lainnya. Aku sungguh mengidolakan mereka.

Merah akan selalu tetap merah. Anfield akan selalu menjadi bukti sejarah. Dan anfield juga selalu penyemangat utama para pasukan muda ini. Dan jauh dari sana, sangat jauh sekali, para pendukungmu tetap setia selalu mendukungkungmu dalam setiap jatuh bangun perjalananmu.

Anfield akan tetap selalu menjadi Anfield. Studion kebanggaan pasukan merah Liverpool. Tunggulah, suatu saat aku akan mengunjungimu. Dalam merah kita akan bernyanyi bersama You’ll never walk alone.

Aku
Di bibir pantai

Berakhir di Januari

Dear Batavia,

Malam ini begitu kelu. Berita mengegelagar aku terima. Putusan pailit telah dijatuhkan kepadamu. Bagai terbangun dari mimpi, aku terkejut mendengar berita itu.
Sudah selama 5 tahun kita bermitra, saling menguntungkan itulah misi kita. Aku menjualkan produkmu, dan kamu menyediakan fasilitas. Sebuah hubungan kerja yang manis sudah terjalin. Komplain dari customer sudah biasa kita terima, komplain membangun untuk memperbaiki segala sesuatu yang masih kurang.
Waktu 5 tahun sudah berjalan. Tapi kini kamu akan pergi setelah vonis dijatuhkan. Aku berdoa semoga sekian ribu orang yang mencari nafkah secara langsung darimu dapat survive dengan mendapatkan hak-haknya.
Aku berdoa juga semoga sekian ratus orang atau ribuan juga mungkin yang mencari nafkah secara tidak langsung darimu (seperti diriku) dapat dikembalikan juga hak-haknya.

Aku menyayangkan kepergianmu. Orang-orang akan merasa kehilangan beberapa rute yang hanya dilayani oleh dirimu. Walau aku yakin rute-rute tersebut akan digantikan oleh mereka yang berprofesi sepertimu. Tapi siapapun pengganti dirimu yang akan melayani rute yang telah kamu layani tersebut, dirimu tetap mempunyai cerita tersendiri, tersimpan dihati.

Besok siang, tentu akan ramai orang-orang yang datang menanyakan tentang proses refund. Aku saja belum menerima berita secara resmi darimu sebagai mitra bisnis. Apa yang harus kulakukan, proses refundnya seperti apa, semoga besok aku bisa mendapatkan jawabannya.
Selain kamu harus mengembalikan uang ticket customer yang belum berangkat, aku juga masih memikirkan deposit uangku yang lumayan jumlahnya berada di deposit boxmu. Semoga depositku bisa dikembalikan dengan utuh ya. Karena itu adalah uangku, yang aku titipkan kepadamu untuk modal penjualan di system yang dikelola oleh dirimu secara online.

Ah kamu kenapa sih kok bisa begini… Dahulu, kejadian yang hampir serupa sudah pernah terjadi oleh beberapa mereka yang berprofesi sepertimu. Pengalaman proses refund yang ribet menimbulkan huru-hara di kantor mereka. Depositku saja pernah tidak kembali, sampai saat ini belum terproses. Mereka jahat, sebenarnya itu kan bukan hak mereka. Itu kan uangku yang aku titipkan. Harusnya di kembalikan hak-hak orang lain secara teliti dan benar.
Semoga dirimu baik dan gentle ya menjalani ini semua. Semoga semua bisa mendapatkan jalan keluar yang terbaik, buat semua karyawanmu, buat orang-orang sepertiku yang bermitra sama kamu, dan sejumlah banyak calon-calon penumpangmu yang sudah terlanjur membeli produkmu yang belum berangkat.

Beberapa pekan ke depan nanti sekitar di bulan Februari, ada hari besar Imlek bagi saudara-saudara kita yang merayakan. Mereka lho sudah banyak yang memesan produkmu dari beberapa bulan yang lalu. Masalahnya, kebanyakan tujuan mereka itu dilayani hanya oleh dirimu saja. Ah aku ikut bingung membayangkan tentang ini. Bagaimana mereka nanti akan pulang ke kampung halamannya. Malah untuk perayaan Hari Raya Idul Fitri yang nanti di bulan Agustus saja, sudah beberapa orang telah membeli produkmu itu.

Aku berdoa semoga besok suasana terkendali, semua mendapatkan hak-hak mereka tanpa keributan.

Malam ini satu jam lagi tepat jam 00.00, sesuai berita dari berbagai macam sumber, kamu memutuskan semua aktifitasmu. Besok kamu tidak akan terbang lagi.

Semoga semua akan berjalan sesuai dengan yang semestinya.

Melalui surat ini aku katakan bahwa aku menyayangi ini terjadi. Aku suka kamu. Tapi takdir memutuskan kita sekarang. Kisah cinta kita berakhir di Januari.

Semoga semuanya mendapatkan yang terbaik.

iLoVeyOu

Dari aku
Di bibir pantai

Adikku cit cit cuit

Hi adikku,

Sekarang dirimu pasti sedang bersekolah. Berseragam rapi duduk manis di bangku sekolah, tangan terlipat rapi sambil mendengarkan penjelasan dari Ibu guru. Kamu kelas 1 SMU sekarang, apa kabarmu? Kakak doain semoga kamu dalam keadaan sehat selalu.

Kakak tahu kamu seorang yang smart dan pekerja keras. Setiap pekerjaan rumah akan kamu selesaikan sampai tuntas. Selesai jam 12 malam atau jam 1 dini hari kadang sudah terbiasa bagimu. Nasehat kakak yang menyuruh kamu untuk tidur maksimal jam 11 malam tidak pernah kamu dengarkan, walau saat itu kamu menganggukkan kepala tanda mengerti apa yang kakak perintahkan. Kamu tidak pernah menggubrisnya, dan selalu saja kamu tuntaskan pekerjaan rumah kamu itu.

Sisi positifnya adalah kamu itu pekerja keras dan dan mempunyai semangat pantang menyerah serta selalu menuntaskan pekerjaan sampai tuntas sesulit dan sebanyak apapun. Kalau sisi negatifnya lebih ditekankan kearah waktu istirahat kamu, jam tidur kamu yang sedikit, sedangkan besok harus bangun pagi untuk melanjutkan sekolah. Kamu itu harusnya selalu fit adikku.

Dalam kondisi apapun kakak selalu mensupport kamu. Raihlah cita-citamu secara ksatria, raihlah mimpimu kejar anganmu. Bikin bangga kedua orang tuamu. Kakak hanya menumpang bahagia jika kamu sukses nanti.

Sukses buat kamu selalu.

Dari kakak,
Di bibir pantai