Heyow kamu sang penari zapin,
Lenggak-lenggokmu pancarkan pesona, senyum di kulum menghantar rentak irama melayu. Iringan gendang, kompang dan petikan gambus mendominasi hentak kakimu, tangan mengayun laksana pesilat memainkan ilmu.
Hei sang penari zappin, eloknya dirimu di pandang, bergerak cepat mengikuti alunan merdu musik yang dimainkan semakin cepat.
Hei sang penari zapin, siapakah dirimu? dimanakah tinggalmu? Kamu sungguh menggoda, kamu berhasil membangkitkan gelora cintaku pada tarian ini kembali. Aku juga pernah memainkannya, aku pernah membawakannya dalam pentas acara melayu beberapa tahun yang lalu. Melihatmu menari membuat kakiku bergerak menghentak bumi ikut menyelami dendang irama ini. Tanganku kulipat di depan dada, aku malu jika tangan ini secara tak sengaja bergerak gemulai mengikuti gerakanmu. Malu jika ada yg lihat.
Sungguh sempurna tarian legenda ini di pimpin oleh dirimu, dominan dengan senyum menawan rupawan kembali melenggang-lenggokkan pinggang serta bahu menjunjung tinggi tangan merapatkan keduanya diatas kepala layaknya salam kepada sang raja.
Hei sang penari zapin, aku ingin sekali di beri kesempatan untuk ikut menari bersamamu.
Tarian zapin lain hal, menari denganmu adalah hal lain yang istimewa tentunya. Kesempatan yang tidak akan ada kedua kalinya jika benar aku bisa hanyut dalam iringan musik berpasangan denganmu melakukan tarian ini.
Dimanakah sanggarmu? disini? diluar kota ini?
Aku akan cari tahu dimana sanggarmu berada. Aku akan mampir, menyapamu dan jika sudi silah berteman denganku, aku akan senang sekali bisa mengenalmu lebih jauh.
Hei sang penari zapin,
Dunia para penari adalah di atas panggung, dan hubungan atau pertemanan terbaik selalu bermula dari atas panggung itu pula. Aku suka menemuimu disitu, melihatmu pertama kali di atas panggung itu. Kan kucatat tanggal hari ini, supaya nanti bisa kubuatkan puisi jika aku berkesempatan kenal dirimu, akan aku ceritakan bagaimana aku berjumpa denganmu. Semoga ini menjadi sebuah pertanda…
Hei sang penari zapin,
Kalau takdir berkata, tidak ada yang bisa mengubah. jika takdir dirimu adalah diriku, akan ku ukir aksara cinta di dalam hati bahwa aku telah menemukannya.
Sekian dariku untuk sang penari,
.
.
.
tds
*surat#8*30harimenulissuratcinta*

