Sang penari

Heyow kamu sang penari zapin,

Lenggak-lenggokmu pancarkan pesona, senyum di kulum menghantar rentak irama melayu. Iringan gendang, kompang dan petikan gambus mendominasi hentak kakimu, tangan mengayun laksana pesilat memainkan ilmu.
Hei sang penari zappin, eloknya dirimu di pandang, bergerak cepat mengikuti alunan merdu musik yang dimainkan semakin cepat.

Hei sang penari zapin, siapakah dirimu? dimanakah tinggalmu? Kamu sungguh menggoda, kamu berhasil membangkitkan gelora cintaku pada tarian ini kembali. Aku juga pernah memainkannya, aku pernah membawakannya dalam pentas acara melayu beberapa tahun yang lalu. Melihatmu menari membuat kakiku bergerak menghentak bumi ikut menyelami dendang irama ini. Tanganku kulipat di depan dada, aku malu jika tangan ini secara tak sengaja bergerak gemulai mengikuti gerakanmu. Malu jika ada yg lihat.

Sungguh sempurna tarian legenda ini di pimpin oleh dirimu, dominan dengan senyum menawan rupawan kembali melenggang-lenggokkan pinggang serta bahu menjunjung tinggi tangan merapatkan keduanya diatas kepala layaknya salam kepada sang raja.

Hei sang penari zapin, aku ingin sekali di beri kesempatan untuk ikut menari bersamamu.
Tarian zapin lain hal, menari denganmu adalah hal lain yang istimewa tentunya. Kesempatan yang tidak akan ada kedua kalinya jika benar aku bisa hanyut dalam iringan musik berpasangan denganmu melakukan tarian ini.

Dimanakah sanggarmu? disini? diluar kota ini?
Aku akan cari tahu dimana sanggarmu berada. Aku akan mampir, menyapamu dan jika sudi silah berteman denganku, aku akan senang sekali bisa mengenalmu lebih jauh.

Hei sang penari zapin,
Dunia para penari adalah di atas panggung, dan hubungan atau pertemanan terbaik selalu bermula dari atas panggung itu pula. Aku suka menemuimu disitu, melihatmu pertama kali di atas panggung itu. Kan kucatat tanggal hari ini, supaya nanti bisa kubuatkan puisi jika aku berkesempatan kenal dirimu, akan aku ceritakan bagaimana aku berjumpa denganmu. Semoga ini menjadi sebuah pertanda…

Hei sang penari zapin,
Kalau takdir berkata, tidak ada yang bisa mengubah. jika takdir dirimu adalah diriku, akan ku ukir aksara cinta di dalam hati bahwa aku telah menemukannya.

Sekian dariku untuk sang penari,

.
.
.
tds

*surat#8*30harimenulissuratcinta*

Tika dan seketika

Dear tika,

Ketika tika sendirian, aku sering menghiburmu dulu. Tangismu tika, sering membasahi bahuku.
Atau terkadang di punggungku, di saat tika malu menangis kembali di hadapanku ~ Tika akan memelukku dari belakang sambil sesenggukan.
Kasihan dirimu tika yang selalu sok kuat di hadapan pacarmu, tapi setelah pulang emosi dan tangismu runtuh. Aku yang menjadi satu-satunya temanmu tika, selalu menjadi tempat menampung gundah gulanamu.

Aku menikmatinya dulu…
Upss maaf, maksudku aku suka kalau tika punya tempat untuk menguras air mata. Aku suka kalau tika tidak memendaminya sendirian. Aku takut kalau nanti tika sakit jika tidak punya tempat untuk mengaduh.

Tapi… itu dulu ya tika. Cowokmu yang dulupun mungkin sudah kelaut. Lihat sekarang dirimu, begitu mempesona, cantik. Seolah mata ini tidak mau berpaling dari pandangan indah dirimu, menawan bagai dewi yang ada di cerita-cerita khayangan.

Maafkan aku tika jika kini aku memandangmu dari sisi aku yang lain. Aku juga berbeda dari dulu. Aku mungkin sedang error melihat dirimu dengan pangling. Aku yang menganggap tika selalu sebagai adik dulu, kini merasakan sesuatu yang lain.

Aku malu untuk mengungkapkan ini…
tapi aku harus mengatakannya kalau aku mencintaimu tika…
Tika juga tahu kalau aku memang mencintai tika dari sejak lama, tapi cinta ini mejadi sesuatu yang lain sekarang.

Sesekali kala aku merenung sebuah lagu cinta, aku teringat dirimu disana tika. Kita pernah bernyanyi berdua dalam malam, tertawa seperti orang gila. Menelusuri jalan panjang mencari batas akhir ujung jalan. Dan kita pernah sampai batas itu, dan mengabadikannya dalam foto.

Apakah batas akhir ujung jalan ini menjadi akhir dari perjalanan kita?

Batas Jalan
Batas Jalan

Jangan…
Ini bukan batas akhir. Ini adalah ujian.
Aku akan kembali. Banyak yang harus kita bicarakan…

me love you :*

.
.
.
tds

*surat#6*30harimenulissuratcinta*

Kehilangan

Hi Dinda,

Sudah sekian tahun kini. Entah kenapa, tadi sewaktu aku bangun tidur pagi-aku mengingatmu, rambut panjangmu tergerai lurus kebelakang. Aku memanggilmu, tapi kamu acuh tidak menoleh dan kemudian hilang bagai angin.

Secuil mimpi itu yang membangunkanku dari tidur. Matahari sudah cukup menyilaukan mata di saat aku mengintip dari jendela kamar.
Apakah kamu sudah menjadi hantu? yang mulai semalam akan menghantui? ahhh… aku menunggu godaanmu kalau gitu. Pliss jangan pasang muka serem yaa. Karena tadi malam, kamu lewat di depan kamarku dan berjalan tanpa menoleh, hanya membelakangiku.

Sudah sekian tahun kini, aku memulai untuk mendapatkan penggantimu. Aku berkenalan dengan seseorang, orangnya oke, baik dan welcome terhadap diriku. Awalnya aku juga begitu menyukainya. Tapi entah kenapa, kalau – akhir-akhir ini aku selalu membandingkan dia dengan dirimu. Aku masih mengingatmu, dia tidak bisa menghilangkan kerinduanku terhadap dirimu. Apa yang bisa aku lakukan jika aku bersamanya, tapi yang ada di dalam hatiku adalah kamu? Aku masih selalu mengharapkanmu. Mengharapkan kamu datang dalam malam hadir di mimpi. Datangilah diriku sekali lagi malam ini. Aku akan menceritakan kisah yang selama ini kamu reka-reka. Kereka-an yang menjadi alasan kepergianmu. Cerita yang tidak sanggup aku ceritakan sampai kehilangan dirimu.

Kamu tidak akan kembali dan tidak akan pernah bisa kembali. Kalau kembalipun, hanya sekadar melepas rindu dalam mimpiku.

Atau kamu tidak pernah ada? hanya rekaanku saja? sehingga aku tidak sakit untuk menghadapi kenyataan kalau kamu tidak tidak pernah ada?

Aku gila karenamu, aku tidak mampu move on hari demi hari. Kemanakah akan kucari ganti anugerah yang pernah mengisi hati ini? Sudah beberapa tahun aku begini, Maukah kamu datang dan menyemangatiku malam ini?

Aku menunggumu malam ini dan setiap malamku nanti.

.
.
.
tds

*surat#5*30harimenulissuratcinta*

Surat untuk kamuhh

Kepada Kak Nulul,

Hallo kak nulul yang kadang bagai bunga mawar kadang seperti bunga melatiii…
Jangan marah ya kak, di umpamakan bagai bunga itu harusnya senang. Karena baik seperti bunga mawar atau melati yang penting semuanya indah…:)
Bunga mawar dan melati memang simbol keindahan, wanginya menawan, cantik, baik hati dan tidak sombong serta kadang-kadang suka nraktir loh kak..
Tapi sayangnya aku belum pernah menanam bunga mawar, jadi aku tidak terlalu mengenal dan aku tidak bisa menggambarkannya. Kalau bunga melati aku pernah punya, aku pernah nanam bunga ini. Cantik, putih dan wangi, dulu sebelum berangkat memulai aktifitas aku sering peluk cium dulu dengan melati ini. Ku hirup harum wanginya yang masih lembab karena embun senja. Aromanya lengket di rongga-rongga hidungku hingga ke paru-paru. Hmm permulaan hari yang baik jika aku melakukannya.

Maafkan diriku lancang menulis surat (cinta?) kepada dirimu mengingat hari ini hari selasa, hari menulis surat (cinta?) kepada selebtwit. Aku hanyalah orang seberang yang pemalu (atau malu2in?) yang hanya satu arah aja mengetahui seleb-seleb seperti dirimu dalam twitter. Tapi untungnya (untungnya?), aku sudah memfollow account twitter kakak dari dulu-dulu secara pasif, tau kan artinya pasif? (itu lawan kata dari aktif).
Tapi kok aku tidak yakin ya kalau tulisan ini menjadi sebuah surat (apalagi surat cinta?). Kok berasa menjadi sesuatu yang lain yahh?

Ada yang ingin aku tanyakan pada dirimu hei kak nulul… Dalam 1×24 jam, kak nulul tidur berapa jam? Kadang setiap aku terbangun dari tidur pada jam berapa aja dan aku mengintip temlen kakak, kok kadang kakak masih beraktifitas yaa. Aku salut kepada kakak yang punya kemampuan hebat di social media (menurutku ini ya..). Tapi kata dokter idealnya tidur yang cukup itu berkisar dari 6 sampai 7 jam loh. Hmm maaf ya kakak, mengajarimu tentang waktu tidur hehehe, karena dirimu tentu lebih paham tentang menjaga kesehatan diri sendiri tentunya.

Kan benar.. surat ini tidak mirip surat, apalagi surat cinta…:)
Ini lebih mirip apa dong?

Maaf ya kak.. Surat aku yang tidak jelas ini. Tapi kakak tetap cantik bagai mawar atau melati…
Aku suka… mawar melati semuanya indah…

“Lihat kebunkuu penuh dengan bungaa, ada yang putiihh dan ada yang meraahh”
“Setiap harii kusiram semuaa, Mawaar Melatii semuanya indaahh…”

Salam dariku di bibir pantai,

.
.
.
tds

*surat#4*30harimenulissuratcinta*

Surat buat kakak

Kakak,

Aku telah merindukanmu sejak aku kecil sejak aku mengetahui kalau aku mempunyai dirimu.

Kakak, rupamu aku tidak ketahui seperti apa, tapi aku yakin dirimu secantik bidadari pelangi dan suaramu semerdu alunan musik mendayu-dayu di muka bumi ini.

Engkau dilahirkan beberapa tahun sebelum aku muncul dirumah ini. Hidupmu singkat, empat tahunan kemudian engkau pergi, pergi untuk selamanya, padahal aku belum dilahirkan.

Seperjalanan waktu, diriku tumbuh dan berkembang. Dulu di waktu aku kecil aku sering melihat foto anak perempuan di dinding kamar ibu. Dulu aku sering bertanya foto siapakah itu kepada ibu kita. Dan beliau mengatakan bahwa itu adalah foto kakakmu, begitu cerita ibu dulu. Dia banyak menceritakan tentang dirimu, walau singkat tapi ibu mempunyai kenangan yang indah bersamamu. Banyak yang ia ceritakan tentangmu kepadaku. Sampai mata ibu berkaca-kaca akhirnya dia mengatakan, tapi kakakmu sudah pergi dan tidak akan kembali lagi, dia sudah berada ditempat yang sebaik-baiknya.

Aku mencintaimu kakak, Aku udah besar kini. Aku akan menjaga ibu dan ayah demi pesanmu kepadaku. Walau pesan itu tidak pernah ada tapi aku yakin kakak ingin memelukku dan membisikkan sendiri kata-kata pesanmu yang merdu itu di telingaku.

Pusaramu jauh, maafkan aku tidak bisa sering mengunjungimu. Tapi di setiap heningku, aku selalu berdoa kepada Tuhan untuk menjagamu.
Surat ini kutuliskan untukmu kakak. Aku tidak tahu kemana akan aku alamatkan surat ini. Tapi aku yakin, bagaimanapun engkau akan membaca suratku ini.

Tidurlah kakakku…
we miss you ..:)

.
.
.
tedi

Surat untuk teman?

Hi gadis,

Sudah lama aku bersikap dingin denganmu, dengan segala kekesalan yang kamu rasakan, dulu aku tetap selalu bertahan untuk tetap mendiamkanmu, paling tidak sampai kamu membaca surat ini. Karena mulai hari ini aku akan sering mengirimkan kamu surat.
hmm, aku tahu kalau aku sengaja melakukannya. Sebenarnya aku punya alasan kenapa aku melakukannya, tapi aku tidak tahu bagaimana dan apa yang harus aku tuliskan.
Sungguh kedengaran egoiskan diriku ini?, lelaki egois yang menyebalkan begitu kamu mengejekku dulu.

Mantanmu bukan masalahku, akupun tidak cemburu sekarang ini.
Hmm duluuu iyaa… aku cemburuu. Setiap kamu menyebut namanya, dan entah kenapa kok sepertinya kamu tidak punya hati berkata lantang begitu dekat ke gendang telingaku. Benci katamu tapi kamu mengatakannya dengan bahasa tubuh yang merindu, tertawa renyah menusuk lorong hati ini. seperti menyesali perpisahan dan mengharapkan pertemuan untuk kembali ke mantanmu.

Mantanmu masalahmu, jangan kamu bicarakan ketika bersamaku. Aku lebih suka mendengar cerita hari-harimu di rumah dan di sekolahmu. Daripada kisah keluh kesah perjalanan cintamu. Tahukah kamu kalau aku juga mempunyai hati? Aku bukan robot yang di dalamya berisi kabel-kabel beserta papan sirkuit. Aku juga bukan seonggok batu yang tidak mendengar, melihat dan merasakan apa yang terjadi. Aku hanya ingin merasakan mencintai dan di cintai.

Dengan segala kekurangan, aku baru bisa mencintai. Aku belum merasakan kalau aku di cintai. Tolong sisihkan sedikit waktumu untuk memahami hatiku ini. Maaf kalau kini aku tidak mahu menjadi temanmu lagi, tempat menampung keluh kesahmu. Aku mau menjadi kekasih, tempat berlabuhnya cintamu…

.
.
.
Tds

*surat#2*30harimenulissuratcinta*

Surat untukmu

Hi kamu,

Mana semangatmu kini? hilang bagai ditelan bumi. Ayo bangun dan mulailah menulis, Iya menulis surat buat siapa saja yang ada dihatimu. Bisa untuk dia yang tersayang, buat ibu atau ayahmu, matahari, bulan dan bintang, teman-teman atau untuk para mantan 🙂

Ayo keluarkan kemampuanmu. Mulailah segera menulis, rangkai kata-kata indah dari hatimu yang paling dalam. Rasakan cinta, menulis dengan cinta. Tabur bunga dengan hati yang riang. Lupakan segala kegundahan dan hancurkan belenggu yang ada di hatimu. Bulan ini kita bersenang-senang dengan menulis surat cinta buat dirinya.

Bisakan? ayo dong semangat… Aku menyemangati dirimu untuk diriku. Atau mulailah menulis buat diriku dulu. Ungkapkan kalau engkau merindukanku, tuliskan dengan kata-kata yang indah. Aku pasti senang membacanya. Hatiku pasti berbunga-bunga karena suratmu itu.

Aku mau dirimu yang dulu, yang rajin mengirimkanku surat. Aku rindu surat-suratmu, tuliskanlah dengan hatimu. Surat-suratmu yang dahulu masih tersimpan rapi, bagai koleksi harta yang sangat berharga. Aku masih sering membacanya, berbagai emosi terlukiskan didalamnya. Kadang aku tersenyum, kadang tertawa lepas dan tidak sedikit aku sedih atau sempat meneteskan air mata. Suratmu bisa membawa suasana hatiku, karena aku mencintaimu.

Pliss bangun dan mulailah menulis surat,
Aku menunggumu dikotak posku…

.
.
.

*Suratke01*30harimenulissuratcinta*

Mengecoh waktu

Waktu tidak pernah bisa dimengerti, menit dan detik selalu berjalan teratur dan rapi dengan ukuran detaknya sendiri. Pernah suatu waktu, kala aku kecil dulu, aku ingin menghentikan waktu. Aku berdiri diatas kursi untuk mengambil jam dinding. Aku masih perlu menjinjitkan kakiku untuk menggapai jam berbentuk love di ruang tengah disaat mama masih tidak kelihatan. Aku memerhatikan jam itu dengan seksama. Aku lihat jarumnya ada tiga, aku suka membayangkan kalau jarum-jarum jam itu adalah ayahku, ibu dan aku sendiri. Jarum yang paling besar dan lambat berjalannya bagaikan ibuku, ibu yang selalu beraktifitas didalam rumah membersihkan semua perabotan, memasak, mencuci dan menjaga rumah, jarum ini berjalan dengan lambat tapi teratur. jarum yang paling panjang dan lumayan besar itu adalah ayahku. berjalan dengan pasti tidak terlalu lambat dan juga tidak terlalu cepat, selalu berjalan penuh ketelitian. Seperti ayahku yang hampir sepanjang siang bekerja mencari penghasilan untuk menghidupi keluarga, ibu dan aku. Yang terakhir adalah jarum jam panjang dan cenderung kurus. kenapa kurus? karena jarum ini nakal dan susah bangun pagi dan malas makan, selalu bergerak cepat memutari permukaan jam seperti aku yang suka berlari kesana kemari mengelilingi rumah.

kumundurkan jarum panjang sekitar tiga puluh menit. Aku ingin melihat bagaimana reaksi Ibu, aku tersenyum bergumam sendiri… Aku pun bisa santai besok berangkat ke sekolah dan tidak terlambat pikirku saat itu.

Alhasil besoknya sesampai di sekolah, aku dihukum sama guru karena datang terlambat. Hari yang berat kulalui di sekolah, mana gak buat pr juga ya dobel-dobel deh hukumannya. Semua gara-gara jam yang kuperlambat di rumah.
Pulang ke rumah dengan wajah lesu letih kelaparan. Aku masuk ke rumah dengan menyapa Ibu seperti biasa. Ahh benar-benar hari berat akan kulalui hari ini, Ibu memasang wajah angker. Dia marah kepadaku karena menuduh aku merubah settingan jam. Ibu memang suka begitu nuduh-nuduh aku terus, walau tuduhan itu benar. Tapi aku kan tidak suka dituduh-tuduh sambil dimarahin. nuduh boleh tapi jangan sambil marah-marah dong sewotku…
Ibu bilang karena perbuatanku, aku sudah merugikan Ibu dan Ayah. Ayah nelpon ke rumah tadi pagi mengatakan kalau dia datang terlambat, padahal Ayah tidak merasa terlambat karena telah berangkat tepat waktu setelah melihat jam di rumah dan diperjalanan juga tidak macet kok kata ayah. Alhasil aku juga harus menghadap ayah nanti malam… Mati aku!
Sebagai hukuman aku disuruh Ibu untuk memotong rumput setelah makan kemudian nyuci piring, nyapu, ngepel dan beberapa kerjaan lagi. Untuk hari ini tidak ada hari main bagi diriku, itu hukuman darinya. Hukaman dari ayah mungkin lebih menakutkan nanti.

Aku rasa aku salah, aku memang salah. Aku salah telah merubah settingan jam. Aku salah merubah settingan jam hanya di rumah ini, harusnya aku tidak melakukannya di sini. Aku harus melakukannya di luar. Di tempat yang lebih luas jangkauannya. Yahhh aku telah menemukan ide, besok aku akan memanjat ke atas tugu jam di tengah kota. Sebuah tugu kebanggaan kota yang dipuncaknya ada jam besar yang selalu dilihat orang-orang jika melewati persimpangan kota. Biar waktu benar-benar lambat, biar aku bisa bangun agak siangan karena aku suka malas bangun tidur. Dan membuat tidak ada yang terlambat karena semua orang telah berangkat tepat waktu. #*$&#($)@!(#)

===========
bth17Sept13

Akhir cinta Yang Dingtian

“Aku mengahwinimu tapi aku tidak pernah bisa memiliki hatimu”.

Ini sepenggal kalimat terakhir yang keluar dari mulut Yang Dingtian, ketua perkumpulan Ming pada saat itu dalam cerita “Dragon Sabre and Heavenly Sword”. Kata-kata terakhir ini diucapkan sesaat sebelum dia menghembuskan nafas terakhir, sebelum dia memergoki istri yang dicintai memadu kasih dengan kakak seperguruan istrinya sendiri. Cinta kepada istrinya yang besar membuat kekecewaan dan keterpurukan semakin sakit melihat penghianatan yang tidak bisa dipungkiri lagi. Dengan kedua bola matanya Yang Dingtian menyaksikan hal yang paling memilukan selama hidupnya.

Sambil menatap nanar tajam kedepan, mukanya merah menahan amarah. Dia tidak sanggup untuk melampiaskan kemarahan atau sekadar menampar sang istri yang dicintai. Sang istri menangis menyesali perbuatannya sambil menyembunyikan Cheng Kun sang kakak seperguruan di belakang tubuhnya yang ramping, Cheng Kun yang sedang ketakutan karena marah sang pendekar.

Yang Dingtian tidak menyorot tajam kepada Cheng Kun, seolah dia tidak pernah menganggap ada sosok orang ketiga dalam rumah tangganya. Dia hanya menatap tajam kepada istrinya, dia merasa kecewa yang sedalam-dalamnya kepada istri yang dicintainya ini. Dia tidak menyangka sang istri tega berbuat hina dina dan mengkianati cintanya. Dikemposkan ilmu tenaga dalam sampai di atas ambang kewajaran. Dari mata keluar airmata merah mengalir jatuh ke pipi sebagai tanda kekecewaan yang mendalam. Darah keluar dari mata akibat luka dalam yang sengaja dibuat. Dia mengakhiri hidup di depan istrinya. Dia kecewa dan tewas dalam keadaan berdiri. Sang pendekar ketua Sekte Ming telah pergi selamanya, menyimpan luka yang dibawa mati.

Sang istri menangis mengharu biru, menyesali apa yang telah diperbuat. Kepada suaminya dia begitu mencintai, dan kepada Cheng Kun dia menyayangi sepenuh hati. Sesungguhnya Cheng Kun kakak seperguruannya itu adalah cinta pertamanya dari sejak kecil dulu.

Dalam kekalutan dia menyesal semua yang telah terjadi. Kepada Cheng Kun, dan di depan jasad Dingtian yang kokoh kaku, dia berkata dalam kesedihan “Walau aku tidak membunuh, tapi aku merasa akulah penyebab kematiannya”
Dengan memegang sebuah belati di tangan, dia menusukkan benda tajam itu ketubuh sendiri, tembus menusuk jantung. Seketika dia terbaring di tanah di hadapan jasad beku Dingtian yang masih gagah berdiri. Sang istri tewas seketika, sebuah roh terbang menyusul sang suami untuk permintaan maaf.

Tinggal Cheng Kun bersedih melihat kepergian kekasih hati yang ternyata memutuskan untuk pergi bersama suaminya, meninggalkan dunia fana. Kemarahan bertubi-tubi berkecamuk di dalam hatinya, sambil memegang jasad adik seperguruan, dia menatap murka ke jasad Yang Dingtian.

“Kenapa…? Kenapa…?”.

“Yang Dingtian, kau berkata bahwa engkau bisa mengahwini adik seperguruanku, tapi tidak bisa memilikinya hatinya”.

“Dan aku… Aku mendapatkan hatinya, tapi aku tidak pernah punya kesempatan untuk hidup bersamanya”, lirihnya halus dalam isak tangis.

======================
Diceritakan kembali dari kisah serial “Heavenly Sword and Dragon Saber 2009 – Episode 15”. Diterjemahkan dengan sedikit penambahan atau pengurangan sesuai dengan pemahaman.
bth, 11 juni 2013

Film “A Good Day to Die Hard”

8S4X_a_good_day_to_die_hard_movie_poster
Seri kelima dari film Die hard ini kini mengambil lokasi di Rusia. Kembali John McClane beraksi menghadapi para mafia dan para tentara bayaran untuk menghalangi terjadinya pencurian senjata nuklir.
Tapi kini Mclane tidak sendirian, Film ini lebih memfokuskan anak laki-laki dari Mclane yaitu Jack yang merupakan agen CIA dalam melakukan operasi gelap untuk menghalangi terjadinya pencurian senjata nuklir. Keterlibatam Mclane dalam aksi di Rusia ini hanyalah sebuah kebetulan, sengaja berkunjung ke Rusia untuk menemui anak laik-lakinya yang sudah lama tidak ditemuinya. Mclane bahkan tidak tahu bahwa Jack seorang agen CIA. Pertemuan yang unik di dalam sebuah operasi penyamaran di tengah kota membuat rencana Jack berantakan karena pertemuan dengan ayahnya. Alhasil aksi ayah anak ini berlari menghindar dari serbuan musuh di tengah kota, meluluh lantakkan sepanjang jalan dalam aksi pengejaran ini.

Film yang release awal 2013 kemarin layak untuk ditonton kembali karena hmmm sssttt format Blue ray nya sudah keluar loh. Pada tahukan nyarinya kemana ;), yang Extended pun ada…
Selalu menarik menonton aksi Mclane yang walau sudah tua tapi tetap sangar dengan segala pengalamannya. Apalagi sekarang ada Jack Mclane, dengan gaya yang sangat berbeda dengan ayahnya.
Selamat menonton bagi yang belum…