Kepada adikku,
Dear adik, sudah berjalan setengah bulan february ini tapi aku belum menulis satu suratpun untukmu, tapi kali ini aku khusus menulis surat buat kamu. Apa kabarmu disana? ahh padahal baru aja kemarin hari minggu kita ketemu yahh.
Maafkan kakakmu ini, karena sibuk or sok sibuk menurut adik. Abis beberapa minggu or bulan ini kakak so annoying gitu kata-kata adik, malah sampai bilang i hate you totally, wew begitu menakutkan.
Jangan bilang hate lagi yah, aku ngerti adik so marah. Banyak janji kakak yang belum terealisasi untukmu. Salah satunya adalah janji untuk membuat surat buat adik.
Salah satu yang bikin kakak sulit menulis surat buat adik adalah karena kakak bingung how to express my feeling, mau menulis apa :)) karena hampir setiap hari kita talking-talking by whatsapp, line or dm-an. Dan kemudian kesulitan yang kedua adalah karena menulis disini like reality show, no privacy :)) ihh masa surat to you di post di blog?
Surat ini tidak seperti surat cinta ya… so sorry abis surat ini lebih seperti surat permintaan maaf dan berisi sedikit keluhan-keluhan kakak.
Ok fine, so kapan pulang kembali? this week or next two weeks? Soon setelah adik pulang ayuk main ke laut lagi, larian ngejar kepiting di pantai surut like always, terus berkendara jauh sepanjang jalan menelusuri hingga ke ujungnya sambil mendengarkan lagu dan bernyanyi like orang gila 😉 hmm atau kita foto-foto narsissan berdua?
Hmm kakak ingat sesuatu yang lucu terjadi, Kakak berdiri bergaya like model di belakang sebuah pohon dan adik pegang kamera n take picture. Kenapa hasil di foto tidak ada kakak? yang ada hanya bagian atas pohon, you yaa so annoying waktu itu :p
Yup mabeb, maaf suratnya singkat, next time kakak kirimin surat lagi ya, janji sebelum end of this month (janji lagi deh hehehe)…
:*
To you from me
.
.
.
tds
*surat#17*30harimenulissuratcinta*
