You’llneverwalkAlone

Dear mas Stevie G,

Begitu kamu kami sapa dalam dialek bahasa Indonesia. Apa kabarmu? Aku lihat di layar televisi langsung dirimu dalam beberapa match, kamu kelihatan sehat banget.

Bagaimana Liverpool FC?
Ok, Tahun ini sudah melewati tahun baru 2014 tapi peluang untuk tetap berada di zona Championship masih terbuka. Malah tidak menutup kemungkinan juara Priemership-pun bisa di raih melihat klasemen sementara untuk 4 tim teratas lumayan ketat. Apalagi beberapa pertandingan ke depan bakal bertemu di antara tim-tim kuat. Perubahan pimpinan klasemen selalu akan mungkin terjadi. Selain permainan dengan schema yang seimbang dan strategi yang jitu, tentu semangat untuk memenangkan pertandingan selalu besar. Semangatt yaa… Semangaaat…

Mengikuti perjalanan Klub ini pada kompetisi 2013-2014 sekarang, sangat antusias dan bikin jantung dag dig dug darr… Dari akhir tahun kemarin sempat memimpin klasemen eh akhirnya tertinggal lagi diposisi 4. Ayo semangat mas Stevie, peluang masih selalu ada. Paling nggak, kalian masih memberikan kami semangat dan kekuatan untuk memelototin pertandingan demi pertandingan sampai terakhir peluit dibunyikan dan sampai akhir kompetisi untuk selalu berjuang.

Coba bayangin kompetisi tahun-tahun sebelumnya, keseringan kita sudah keteteran sebelum memasuki awal tahun baru. Tapi sekarang harapan dan peluang masih terbuka. Mengingat Liverpool kini sudah mulai menemukan irama permainannya lagi.

Ampun jangan sampai seri apalagi kalah. Menang kalah tidak hanya mengubah klasemen, tapi lumayan mempengaruhi mental. Sekarang sudah masuk babak penting menuju juara.

Pada jaga kesehatan ya mas stevie, bilangin juga ama teman-temannya yang lain. Waktu latihan juga hati-hati. Trus tolong bilangin jaga emosi, cool aja mainnya. Jangan tersulut ama pancingan pemain lawan, biasa itu mancing-mancing gitu bagi mereka, yang penting kita sportif aja okehh..

Trus bilangin juga jangan diving yaa.. idih malulah kalau diving-divingan.Titip salam ama suarez, bilang ama dia kalau dia sudah dewasa-an. Sudah pintar jaga emosi, bilangin untuk rendah hati aja. Bilang untuk cetak lagi gol-gol yang banyak, spektakuler.
Nitip salam buat sturridge juga, bilang dia kalau dia keren. Permainannya ok banget ama suarez. Saling mengisi dan saling menutupi. Komplit mereka, hebatt.. Pemain pemain tengah juga dominan mas, kedalaman permainan yang diperanin ama mas lucas atau kadang ama mas stevie jika mas lucasnya absen sangat apik. Winger-winger mumpuni pada mas coutinho atau dik sterling sangat membuat pihak lawan cemas-cemis gitu. Mas handerson juga hebat, sering jadi penyelamat di saat-saat genting gitu. Pokoke joget ya mass…

Mas stivie juga… kangen lihat mas nyetak goal lagi. Ayo buat yang lebih spektakuler mas, shooting dari setengah lapangan gitu…

Ok mas, sekian surat dari salah satu penggemar mas, dan salah satu dari pendukung Liverpool. Salam yang buat om brendan dan juga teman-teman yang lain yaa…

You’ll never walk alone

tds

*surat#29*30harimenulissuratcinta*

Petugas posku

Aku rasa aku sudah memasuki fase gamang di mana bingung mau menuliskan kepada siapa atau mau menulis apa. Mungkin hanya aku saja yang merasakan, karena sudah tinggal menghitung jam saja bagi kita untuk ditinggalkan bulan Februari yang manis ini. Mungkin juga, tidak sulit bagi mereka yang memang penulis untuk menelorkan ide-ide segar yang bisa disampaikan setiap harinya. Tapi aku sesungguhnya bukanlah seorang penulis, dengan berusaha menulis surat setiap hari membuat aku seperti kehabisan ide menjelang akhir bulan.
Mengikuti kegiatan ini sungguh merupakan pengalaman yang mengasikkan, melatih otak untuk mengeluarkan ide untuk menulis, harus menulis!
Aku juga membaca blog teman-teman semua sebisaku. Banyak yang aku pelajari disana. Kehebatan teman-teman dalam membawa emosi pembaca kedalam tulisan adalah hal yang sangat mengasikkan. Kadang aku ikut terbawa alur tutur cerita yang di tuliskan dengan sangat indah.

Surat ini mungkin surat terakhir (mungkin loh), karena besok hari jumat adalah surat kaleng. Sedangkan nggak tau kalau hari sabtu pada tanggal 1 Maret nanti masih bisa membuat surat terahir lagi, karena sudah awal bulan.

Dear kakak petugas pos,
@omemdisini sebagai petugas pos keliling, dan @sunoesche sebagai pos siaga yang memang siaga menjadi petugas pos keliling di saat kak @omemdisini cuti. Inginku ucapkan terima kasih kepada kalian berdua sudah mengantarkan surat-surat terutama surat aku, apalagi happy mengantarkan surat #NaikAgya. Ku doakan semoga kalian sehat selalu dan dalam kondisi yang terbaik. Terima kasih juga kepada Bosse dengan @poscinta yang mengadakan event ini. Sangat membantu membangkitkan semangat menulis kembali dari tidur panjang. Semoga semangat ini tetap bertahan di setiap bulannya.

Sekian surat singkat ucapan terima kasihku.

*surat#27*30harimenulissuratcinta*

Wanita mulia

Kepada ibu,

Ibu yang sangat mulia dalam hatiku, sesungguhnya wanita yang paling mulia dimuka bumi adalah ibu yang nomor satu. Tanpamu aku tiada, tanpa kasih sayangmu aku akan terluka, terkoyak di makan zaman. Pengorbananmu tak terlukiskan, tak sanggup di ungkap hanya dengan sekadar rangkaian kata-kata. Terlalu kecil jika cerita mulia hidupmu untuk kutuliskan disini. Wajarlah jika dikatakan bahwa Surga berada ditelapak kaki ibu. Artinya aku harus tetap sujud dan hormat kepadamu di tempat paling rendah dibawah kakimu. Pengambaran penting dari Tuhan, bahwa selain amal-amalmu yang lain- jangan pernah menghardik, marah dan durhaka kepada ibu. Karena tiada arti semua amal dan kebaikanmu dimuka bumi ini jika kita mengabaikan orang yang melahirkan kita.

Aku mengerti, di saat ibu berusaha melahirkan aku kemuka bumi ini. Ibu mempertaruhkan semuanya, bahkan nyawa. Tidak berani aku untuk mengatakan tidak kepadamu ibu sampai saat inipun. Sebisa selama nafas masih berhembus, jam berapapun dan langit dalam terang ataupun gelap, aku akan sedia selalu megantarmu kemanapun ibu mau pergi. Kadang di dalam ketidakbisa-anku pun, aku memberitahumu dengan halus bahwa aku tidak bisa saat ini. Aku takut jika ketidakbisa-anku terdengar hanya sebagai alasan bagimu. Tidak ibu, aku pasti mengantarmu setelah aku meyelesaikan pekerjaanku ini.

Di saat menulis surat ini, kuteringat masa-masa kecilku bersamamu. Di dalam ketidaksadaranku di saat aku dulu nakal, engkau selalu sabar mengurusku dalam senyum dan tawa. Ibu selalu menjadi orang pertama yang melindungiku jika ada yang mengusikku dulu, Ibu yang pertama ketakutan di saat aku terjatuh- begitu cemasnya dirimu, ibu rela basah dalam hujan hanya untuk melindungi kepala dan tubuhku di saat hujan turun waktu kita kehujanan, ibu selalu ingat akan diriku jika pergi ke-kondangan, selalu ada kue atau sekadar buah yang ibu bawakan untukku. Kadang ibu rela tidak makan disana karena hanya ingin membawakan sesuatu kepadaku dulu. Ibu yang menemaniku mengerjakan pr dan mengajarkan kepadaku pelajaran yang tidak kupahami, padahal kadang aku melihat ibu tidak mengerti, tapi ibu selalu berusaha mencaritahu untuk menyelesaikan soal. Di saat aku beranjak remaja, ibu menjadi tempat keluh kesahku, dan tanpa canggung kadang aku mengadu kepadamu kalau aku telah jatuh cinta. Itu semua cerita dulu, cerita indah di saat aku kecil hingga remaja masa sekolah.

Ibu cantik, aku mengingat setiap garis wajahmu, wajar jika ayah begitu mencintaimu. Aku mengingatmu dengan jelas. Sekarang ibu beda, zaman yang beranjak senja membawa perubahan disetiap mahkluk ciptaan Tuhan, termasuk aku dan ibu tentunya. Ibu kini sudah menua, rambut memutih dan bergerak pelan. Tapi bagiku, ibu selalu cantik. Ibu cantik selamanya tidak akan lekang dimakan zaman, terpatri dalam darah dan sanubariku.

Sekarang, aku ingin membahagiakan ibu. Memberikan kehidupan yang sangat berarti kepadamu ibu. Aku tidak ingin ibu merasakan kekosongan dalam hidup ini. Kesetiaan ibu kepada ayah untuk tidak pernah menikah lagi setelah kepergian ayah memberikan pelajaran kepadaku tentang arti kesetiaan dari satu sisi. Tapi aku tidak pernah menyalahkan jika ada ibu-ibu yang lain, atau bahkan ibu sendiri menyatakan ingin menikah lagi. Kesetiaan itu kondisional dan tidak untuk saling menyakiti.

Akan kulakukan semua keinginannmu ibu, apapun itu. Katakanlah apa saja permintaan ibu. Nanti sore pulang kerja aku akan memelukmu ibu. Aku ingin merasakan kehangatan dan mengingat masa-masa dulu, aku ingin bermanja denganmu barang sesaat.

Sekian ibu surat singkat ini, surat yang hanya bisa memuat sedikit dari ribuan kebaikan dan pengorbananmu atau jutaan tak terhitung lagi. Aku tak sanggup mengganti dengan apapun, yang bisa kulakukan adalah ingin membuat dirimu selalu tersenyum dan bahagia. Ampunkan segala dosaku ibu jika selama ini segala perbuatanku menyakitimu, tidak berkenan dihatimu. Walau senyum selalu mengembang di bibirmu tapi aku takut dalam hatimu ada perih yang aku tidak ngerti. Karena aku tahu kalau ibu sangat pintar dalam menyembunyikan sesuatu rasa kepadaku. Katakanlah ibu apa kekuranganku atau apa maumu sehingga tidak ada sedih dihatimu kecuali senyum dan bahagia yang tersisa.

Dengan cinta,
Tedi

*surat#26*30harimenulissuratcinta*

Lampu hijau

Hallo Bella,

Aku harap kabarmu selalu sehat selalu. Kisah cerita kehidupan anak manusia yang saling memikirkan satu sama lain walau jarak memisahkan tapi kita tetap dalam satu dimensi, yaitu cinta.
Dulu aku sempat kuatir dengan kualitas hubungan ini. Aku disini dan kamu disana, aku tidak yakin dengan kekuatan hati sendiri. Tapi seperjalanan waktu aku merasakan di setiap detik waktu berjalan, cinta ini semakin berkembang. Dia tumbuh dan tumbuh hingga rindu menggerogoti hati. Aku merindukanmu bella. Kapan kamu akan datang? aku akan menunggu ditempat dimana dulu kita melepas kepergian.

Cintaku kepadamu, aku analogikan seperti lampu merah di setiap perempatan jalan. Lampu akan berwarna merah jika ada hati lain yang mencoba untuk masuk kedalam hatiku. Engkau tahu kalau hanya aku satu-satunya pemilik hatimu. Lampu merah tetap merah selama mereka mencoba untuk menerobos paksa kesetiaan hatiku. Lampu kuning terjadi, jika dan hanya jika ada hati lain yang sebatas melirik dan yakin karena lirikannya aku akan takluk tanpa mereka berbuat apapun. Ada sebagian mereka yang yakin dengan kekuatan tebar pesonanya, seolah laki-laki akan takluk menghamba atas kecantikan semata.
Ya, setiap wanita itu cantik secara naluriah menurutku. Tapi hati ini juga akan memilih wanita cantik untuk dirinya secara naluri juga. Sebagai lelaki, fisik tentu menjadi pilihan, tapi tidak yang utama. Pilihan akhir akan diputuskan oleh hati, setelah kedua hati datang dan berbicara dari hati ke hati tentunya. Mereka memutuskan untuk bersama, dan kemudian hari demi hari berlalu dengan indahnya.
Lampu hijau hanya diperuntukkan untuk kamu. Lalu lintas masuk keluar nya dirimu sudah tak terhitung lagi di dalam hati ini. Jadi selamanya, jika bersamamamu aku hanya menghidupkan satu lampu aja, lampun hijau cinta.

Disetiap cerita cinta tidak pernah terbaca mulus sampai akhirnya, selalu ada sesuatu tantangan dan kesulitan dalam menjalankan suatu hubungan. Aku tidak akan memikirkan halangan ini, aku ingin berjalan sesuai dengan kehendak hati, mengalir seperti air dari hulu ke hilir. Aku sadar sesuatu yang terjadi tidak mutlak diputuskan oleh dua hati ini saja. Karena takdir Tuhan menyertainya.

Maafkan kalau aku terlalu sibuk akhir-akhir ini. Aku harap kamu percaya kalau ini adalah suatu proses. Aku telah janji hari selasa ini aku tuliskan surat kepadamu. Bukan surat duahati, tapi surat dari hati, aku tuliskan sedikit aksara kata sebagai penyambung lidah dari hati yang merindu.

Kutulis dalam supermarket,

.
.
.
tds

*surat#25*30harimenulissuratcinta*

Untuk ayah

Ayah, apa kabarmu disana? Anakmu disini masih selalu akan mengingatmu.
Aku, sebelas duabelas mirip denganmu. Begitu kata orang-orang yang pernah kenal ayah. Aku hanya mempunyai memory di kala aku kecil dulu disaat aku bermain bersamamu, kalau hanya itu disebut sedikit memory. Dulu, cerita dulu ketika aku masih manja digendong dan disanggah dengan lengan kekarmu.
Aku manja bergelayut menarik tanganmu, memanjat tubuh hingga ke kapalamu, kuingat kau tersenyum melihat ulah nakal aku. Dan ayahpun mengangkat tubuhku ke atas dan meletakkan tubuhku di atas bahu. Aku, ayah gendong kesana kemari.
Ku ingat tawamu melakukan itu, berjalan seolah reog menari memainkan perananya.

Itu dulu… sekarang ayah? aku masih selalu merindukanmu. Aku dulu tidak mengerti dengan arti kepergianmu. Karena aku masih kecil untuk memahami ini. Memahami hidup matinya seseorang. Dulu aku sering menanyakan kenapa harus ayah yang pergi? kenapa di saat aku membutuhkan kasih sayang seorang ayah kemudian malah ayah pergi.
Semakin besar diriku, aku semakin paham ayah. Berkat ilmu yang di ajarkan kepadaku dari ibu dan guru-guru di sekolah akhirnya aku mengerti kepergianmu adalah sudah merupakan takdir yang tidak bisa di hindari, sebagaimana takdir orang-orang sebelum-mu. Tuhan tahu batas kemampuan umatnya, Dia tidak akan menelantarkan kami walau Dia telah mengambil ayah untuk selamanya.

Dulu waktu sekolah aku iri. Kepada teman-temanku, di setiap mereka cerita tentang ayah mereka dirumah. Bagaimana mereka bermain berantem-beranteman sama ayah mereka masing-masing. Mereka main manjat-manjatan atau lari pagi berdua, semua hal yang tidak bisa di kerjakan ibu tentunya. Itu semua membuat aku iri, sedangkan aku tidak melakukan apa-apa. Aku bermain sendiri dirumah. Aku tidak bisa bertanya tentang layang-layangan, diskusi tentang sepeda atau motor atau otomotif atau nonton bola di televisi, Ibu tidak mungkin melakukan ini.

Tapi sekarang aku tidak memikirkan lagi, Aku bahagia pernah bermain bersama ayah sewaktu kecil dulu. Waktu itu menjadi kenagan yang berharga buat diriku. Dan tidak pernah akan bisa aku lupakan. dan di setiap sujudku aku selalu mendoakan ayah disana.
Walau ayah tidak pernah memberikan pesan apapun kepadaku, tapi aku tahu kalau ayah ingin aku menjaga ibu. Ayah tidak usah kuatir, aku sangat mencintai ibu dengan kasih sayang sepenuh hatiku. Akan ku jaga ibu sepanjang hayatku. Ayah tenang aja disana ya…

Sekian ayah surat dari anakmu yang selalu merindukanmu.

*surat#24*30harimenulissuratcinta*

Memar karena gigitanmu

Kau datang tidak kuharapkan, menemaniku sudah empat hari dan sekarang belum ada tanda-tanda kau akan mau pulang? Begitu cintakah kau pada diriku? Hanya sekali datang dan merasa nyaman, tidak mau kelain hati lagi?
Sejak kedatangannmu aku gelisah, makan tak enak, tidur tak nyaman. Sering ku terbangun pada malam hari karenamu. Tapi nanti dulu, aku terbangun bukan karena aku memikirkanmu. Tapi aku terjaga dari tidur merasa terganggu dengan adanya dirimu.
Pergilah! aku tidak suka. Semanis apapun senyummu kepadaku tidak membuat aku berubah. Aku tidak suka kamu. titik.

Bekas kecupanmu menimbulkann tanda pada mukaku. Kenapa engkau begitu nafsu kepadaku? kecupan bibirmu di jidatku terlalu besar untuk kututupi. Di kelopak mataku juga, walau kecil tapi sangat menggangu. Dibawah telinga, tempat yang begitu sensitif kau gigit dan akhirnya kau tinggalkan jejak disana.

Aku tidak malu terhadap apa yang kau hasilkan ini. Tapi pliss, aku tidak terbiasa keluar dari rumah dengan muka yang amburadul begini. Aku tidak tahu serangga jenis apa yang gigitannya seperti dirimu. Dua lubang di setiap gigitanmu menandakan bahwa gigi atau sengatanmu ada dua. Menurut Dokter yang kukunjungi kemarin, dia katakan bahwa racun nya masih ada di balik kulit ditempat gigitanmu. Yang dijidatku yang paling besar efeknya, benjol seperti kebentur.

Tapi semoga Senin besok bentuk mukaku sudah rapi, setelah diberi salep ama dokter dan dua jenis kapsul yang katanya sebagai anti biotik dan satu kapsul lagi untuk meyembuhkan memar kalau nggak salah begitu dokter mengatakannya padaku.

Kamu serangga yang pintar, manis nggak.
Aku tidak tahu dimana kamu menggigitku, tapi aku merasa heran kehebatan dirimu mendekatiku, dan memberikan ciuman cintamu kepadaku. Kapan dan bagaimana? aku sendiri tidak merasakannya. Tiba-tiba kau meninggalkan bekas ciumanmu kepadaku.

Salam buat keluarga dan kerabatmu, katakan kalau kita tidak ada hubungan lagi. Karena besok kuyakin bekas ciumanmu akan hilang tanpa bekas. tidak ada memori lagi tentang dirimu.

.
.
.
tds

*surat#23*30harimenulissuratcinta*

Capek

Kamu yang kutak mau seorangpun tau, aku masih selalu merindukanmu.
Kamu yang sekarang lagi marah, maafkan aku karena membuatmu bimbang dan gak tahu mauku apa…
Kamu yang lagi bingung bagaimana menyikapiku, maafkan aku karena telah membatasi ruang gerakmu.

Aku yang sudah jauh melangkah ataukah aku yang lagi kebingungan?
Di saat waktu menuntut, aku tidak tahu yang mana harus kudahulukan.
Keseringan aku diamkan, dan aku berkendara entah tanpa tujuan, sambil berpikir yang tidak kunjung ada hasil.

Jika sudah begitu, aku menyerah. Dan sudah tak sanggup lagi untuk melanjutkan.
Karena otakku buntu dan hatiku mumet, sesial sendal yang kehilangan sandal satunya lagi.

*surat#22*30harimenulissuratcinta*

Butiran debu

Kepada langit yang membiru, tanpa hitam mendung menggelayut- kau tampak anggun. Tapi kenapa hatiku yang haru biru sekarang seperti kelam, ugghhhh tak enak dirasakan… Tidak seperti lagu “mendung” yang dinyanyikan indah oleh seorang biduanita disana, indah merdu rupawan terdengar. Bersenandung sendu walau merasakan mendung di hati, menghibur banyak orang yang sedang diliputi pilu seperti diriku. Denting dawai seolah membawa aku dalam diam mendengarkan bait demi bait lagunya.

Kepada angin yang menyejukkan, tanpa terik matahari- hembusanmu mendinginkan. Tanpa hawa panas sedikitpun engkau menelusuri di setiap hamparan kulit ariku, menggelitik telinga dan mengusik tatapan kedua bola mataku menghindari debu-debu halus yang ikut kesenangan bermain dengan tiupan indahmu. Tapi hatiku masih tak bergeming sedikitpun, merajuk dalam sepi, menghindari dari tatapan orang-orang yang seolah ingin menelanku. Ketakutan tanpa berusaha mencari jawaban dari cerita rumit yang aku hadapi.

Kepada gunung-gunung yang gagah perkasa- Hatiku rapuh, jiwa bimbang. Keyakinanku terhadap cinta runtuh, hancur lebur meleleh panas seperti lahar panasmu membara menyirami hati di dalam dada. Aku sakit… sakit jiwa dan raga. Tidakkah kau lihat aku sekarang ini? Pergilah! pergi sejauh yang engkau bisa, meninggalkan berkeping-keping pecahan hati ini. Tak usah ku bersusah payah menyusunnya lagi.

Kepada lautan yang tak bertepi- Hanyutkan aku dalam gelombang dasyatmu. Hempas aku sesukamu, tenggelam dan timbulkan aku bagai sebatang kayu yang hanyut tak bertuan. Tidak ada yang akan menangisi aku dan tidak ada juga yang akan menungguku di tepian, di labuhan manapun. Kubur aku dalam-dalam di lautan dasarmu. Biar hilang dan puas dirimu akan lenyapnya diriku.

Kepada Tuhan yang Maha Esa, Maafkan hambamu yang rapuh ini, mengadu di setiap alam ciptaanMu. Kini aku mengadu kapadaMu Tuhan dari segala sesuatu di bumi dan di langit. Di ujung jalan ini, Maafkan aku serasa tidak mampu untuk melangkah lagi. Jika memang sudah waktunya ambillah diri ini kembali kepadaMu. Tapi jika waktuku belum sampai, berikanlah kekuatan aku menggerakkan kaki untuk menumpang hidup kembali di bumi milikMu ini. Hembuskan lagi udaraMu karena aku sekarang merasa sesak, pancarkan matahariMu karena aku sudah mulai kedinginan, detakkan jantungku karena sudah melemah, lancarkan peredaran darahku karena urat nadi yang makin mengecil.

Langit malam, bulan dan para bintang- Semesta alam yang mengiasinya. Buatkan diriku tersenyum, walau pahit di rasakan tapi biar semesta memaniskannya. Untuk para pesakit hati dan cinta , mari tersenyum berharap ada putri atau pangeran yang akan memberikan ciuman mesra, merubah bentuk yang dulunya bermuram durja menjadi dirimu yang selalu tersenyum dan gembira, agar melupakan masa lalu, untuk menghadapi dan menjemput kekasih lain di nanti.

Surat ini kutuliskan untuk pengobat hati, semoga bisa bangkit dari keterpurukan. Dunia tidak kecil, tidak selebar daun kelor. Sejauh mata mamandang hamparan bumi membentang selalu ada kehidupan disana. Menemukan cinta kembali adalah hasratku. Kalau hidup ditakdirkan untuk bertemu kekasih hati, akan kukejar hingga nanti.

Aku tanpamu tidak mengapa, sebutir debu yang akan menikmati sisa hidup dengan harapan.
Harapan untuk tetap hidup dan menjalankan kehidupan, aku yakin akan menemukan kembali… cinta.

.
.
.
tds

*surat#20*30harimenulissuratcinta*

Kota tercinta

Untuk Kotaku Batam,

Aku dilahirkan dan dibesarkan disini, di kota yang katanya berbetuk kalajengking jika dilihat di dalam peta. Karena itu kadang kota ini di panggil dengan kota kalajengking. Entahlah, aku tidak terlalu merisaukan sebutan bagi kota ini, yang kurisaukan adalah kota ini sudah menjadi semakin semraut, akibat tidak ada kedisiplinan.

Ok, sebelumnya aku ingin mengambarkan batam tempo dulu, setidaknya batam sewaktu aku di masa sekolah. Batam yang indah dengan jumlah penduduk yang tidak padat seperti sekarang. Dulu banyak hutan, menggambarkan bahwa batam ini banyak lingkungan hijaunya. Tidak ada istilah banjir pernah terjadi disini. Sekarang jika hujan deras satu jam aja, ada beberapa titik akan tergenang lumayan tinggi, banjir di beberapa titik strategis mengakibatkan terkendalanya aktifitas orang-orang. Alih fungsi hutan yang tidak sesuai skema atau sebenarnya “mungkin” tidak ada izin mengakibatkan pohon-pohon yang fungsinya sebagai penyerap air sudah tidak ada lagi karena di tebangin untuk keperluan pegusaha atau pengembang perumahan yang “mungkin” penuh kong kali kong juga, geram aku dibuatnya.
Selain itu tata kota yang entah bagaimana aku gak ngerti, dengan tidak memperioritaskan pembangunan drainase, jadi mengakibatkan aliran air yang tidak sempurna mengakibatkan banjir terjadi.

Ohh surat cinta kok bernada geram yaa, hmm ok lupakan carut marut yang terjadi di kota ini. Sekarang aku ingin menceritakan nikmat manisnya tinggal disini. Sejujurnya tidak banyak yang bisa dengan setulus hati mengatakan bahwa kota ini enak untuk di tinggali hihihi, karena dulunya kota ini kecil (sekarang juga masih kecil kok) dan tempat-tempat keramaianpun sangat sedikit, saking kecilnya kota ini jadi kalau kita muter-muter kota ntar ketemunya kamu-kamu lagi deh..:).
Tapi tidak sedikit juga kok yang suka stay disini.
Aku hanya ingin menyuarakan kata hatiku saja yaa. Karena aku lahir dan besar disini, aku memerasa memiliki kota ini juga.

Kadang saat mengendarai kendaraan, aku sering melihat orang-orang pengendara lain, baik yang menggunakan motor atau mobil, kenapa mereka tidak merasa seperti memiliki kota ini… Aku suka kesel sendiri jika mendapati dari balik kaca mobil mereka yang berkaca gelap, membuang sampah makanan atau bungkusnya atau puntung rokok atau tisu atau apa aja ke jalan raya. Tidak bapak-bapak, tidak ibu-ibu, anak-anak sekolahpun, kenapa? kadang dari balik kaca mobil mahal berplat merah juga melakukannya, aku pernah menyaksikan ini semua. Aku hanya bisa geram (loh kok geram lagi?)… ya geramlah, mobil mereka sendiri aja maunya bersih, tapi kok di kota sendiri mereka membuang sampah sembarangan. Kasihan mereka-mereka yang tiap pagi di saat kita berangkat sekolah atau kerja, mereka menyapu jalanan. Di sisi lain memang itu pekerjaan mereka, tapi setidaknya kita kudu buang sampah di tempatnya, kita jangan ikut berpartisipasi membuang sampah di sembarang tempat, kita harus berandil untuk kebersihan lingkungan. Jangan jadi andil penyebab kotornya kota ini, jangan ikutan jadi andil penyebab banjir di kota ini, walaupun sedikit. Ahhh kesellll nulissnyaaaa…
Ada lagi masalah lain, masalah penanganan sampah. Ya ampun ini surat lebih mirip surat komplain dari pada dibilang surat cinta. Geram geramm…
Di satu sisi penguasa, aku lebih suka bilang penguasa daripada pemerintah karena memang lebih mirip “penguasa”. Ok, di satu sisi ketidak sanggupan penguasa untuk memanajemen pemungutan sampah secara periodik. Apa saja yang mereka kerjakan dan apa saja alasannya yang jelas setiap tahunnya masalah sampah adalah termasuk salah satu masalah utama yang menyebalkan. Di sisi lain, ada beberapa masyarakat juga yang tidak sadar membuang sampah di tempat yang tidak semestinya, di tepi jalan misalnya. Ya aku ngerti karena memang penguasa melalui perusahaan pemungut sampah yang tidak ngambil-ngambil sampah ke rumah kalian. Tapi ya mbok ya di pikir-pikir dulu, masak buang sampah di tepi jalan, atau di tempat umum atau di area orang lain. Geram geram geramm…

Tapi kota ini punya kuliner yang ok juga kok, kuliner yang asli loh ya… Ayo yang suka makan seafood, datanglah… apalagi yang pedas-pedas disini juga tempatnya. Tempat wisata pantai juga banyak, ya lumayanlah bisa milih-milih pantai yang berbeda tiap minggunya dengan perjalanan yang tidak jauh.
Masyarakat asli, banyak yang masih tinggal di daerah pesisir. Mereka menyebutnya kampung tua. Biasanya di tempat itu ada tempat-tempat penjual makanan seafood dengan citarasa asli. Berbagai jenis ikan yang enak dan kehidupan laut lainnya bisa jadi santapan yang tidak bisa dilupakan. Pedasnya itu yang so beda, harus dicicipi ya kalau pada berkesempatan datang ke kota ini.

Sebenarnya banyak yang bisa di ceritakan dari sisi kota kecil tercinta ini, sebagaimana banyak cerita juga dari masing-masing kota kelahiran teman-teman. Tapi aku cukupkan segini aja karena kalau banyak ntar malah seperti baca koran ..:)
Apapun dan bagaimanapun, kota ini adalah salah satu tempat terindah yang ada di hati. Sedikit saran buat kotaku, untuk pemilihan kepala pemerintahan selajutnya carilah pemimpin yang merasa memiliki kota ini, pemimpin yang siap mati disini. Bukan penguasa yang banyak janji semasa kampanye sehingga tersandera sendiri dengan kata-katanya saat terpilih.

Sekian dan terima-kasih, untuk batamku tercinta,

dari bibir laut sisi lain batam,

.
.
.
tds

*surat#19*30harimenulissuratcinta*

Boleh nggak?

Sekarang hari selasa yaa?
Jika tantangan yang diberikan adalah menulis surat ajakan kencan kepada salah-satu petugas pos, maka yang terlintas di benak dan di hati pasti kepada kakak petugas posku tahun lalu @ikavuje, apalagi asik-asik kencan #NaikAgya. Wuihh gak kebayang senangnya hati ini meluncur bebas #NaikAgya bebas parkir di mana aja (jangan di tengah jalan dong). #NaikAgya gampang parkir dimana aja sesempit apapun pasti bisa masuk, dan kalau muter di u-turn, lancar abis rapi dan bersih hehehe. Kemudian juga bisa nyalip-nyalip dengan lancar pada jalan yang lumayan padat, abis kecil mungil dan nyaman buat ngedate berdua asik asik asik…
eh tapi kecil-kecil gituan bagasinya lumayan gede loh dibelakang. Cukup luas buat simpen peralatan-peralatan, payung dan keperluan yang lainnya, keperluan tukang bila kamu tukang bangunan, keperluan salon mungkin, atau perlengkapan mancing bila kamu suka mancing, trus juga cukup buat nyimpan laptop, kamera dan perlengkapan mandi ;), cukup juga untuk simpan snack-snack buat bekal kencan bareng @ikavuje, ciee….
Namanya udah di sebutin tapi belum ngajakin dan minta izin? gak sopan..
ok fine,

Dear kakIka,
Maksud hati ingin ngajakin kencan petugas pos sendiri yaitu @omemdisini or @sunoesche. Tapi berhubung satu dan lain hal, tidak enak dipandang mata, apa kata dunia ntar jika aku lelaki tulen (beneran) ngajakin kencan mereka wkwkwk.
Di sisi lain, aku memang terkagum-kagum ama dirimu ckckck.Beruntung tahun lalu aku mendapatkan kamu sebagai petugas posku, waktu itu aku sangat semangat dan enjoy sekali. Hmm tapi sekarang, beruntung juga sih ngedapatin @omemdisni n @sunoesche sebagai petugas posku..:) baik, baik… semuanya pada baik-baik.

KakIka,
Boleh atau nggak boleh? mau atau nggak mau?
Boleh ya? Mau ya?… Aku yakin pasti banyak yang mau ngajakin kakak kencan. Tapi yakinlah kalau kakak kencan ama aku pasti beda. Aku tidak sama dengan para caleg yang suka ngumbar janji, yang ternyata kosong bukan? Belum kampanye aja sudah ngotorin jalan. Spanduk, atau foto-foto mereka dengan sangat yakin di tempelkan di mana-mana. Pohon-pohon pada kasihan di jejali dengan aneka foto selfie mereka, padahal para pohon itu mau muntah kali yaa hehehe.

Trus emang ada caleg ngajakin kakIka kencan? masa sih…
ckckck

Ayo kak, mau ya.. #NaikAgya ama aku kak.. kita keliling-keliling kota. #NaikAgya baru loh, yang biasanya aku muterin lagu the vuje, kan asik tuh sekarang gak perlu muterin cd nya lagi. Ada kakIka nyanyiin langsung aja yaa sambil #NaikAgya kusetirin.
hmm puisi cinta kak, kita sama-sama merenung sebuah lagu yang ada kakak dan aku disana, ada gak ya? ..:)
Request puisi cinta kak, lagu yang aku dengerin pertamaaaa kali dari suara kakIka, sehingga aku akhirnya menyatakan cinta kepada semua lagu kakIka, enak-enak semua. Aku sangat ngefan ama the vuje, special kakIka.

Kalau bener kakIka mau nyanyiin langsung di sampingku waktu #NaikAgya berdua, di jamin pas turun dari #NaikAgya kakiku gak jejak ditanah, aku melayang kak. Ayo pegangin dong tanganku biar aku gak hanyut ke angkasa kak. *modus*
Menghayal tingkat tinggi hihikhik…

Dear kakIka, menulis surat kepada kakak aja sudah buat hati ini senang, biar bo-ongan pun yang penting kakIka tau ini just joking aja ya, jangan dimasukkin kedalam hati… tapi hmm, mau di anggap beneran juga gak apa-apa kok *ngumpet*

Aku nyanyi dikit ya buat kakak, tapi suaraku jelek..

“Pada hari minggu ku turut kakIka kekota, #NaikAgya istimewa ku duduk dimuka, kududuk samping kakIka yang sedang tertawa, mengendarai #NaikAgya supaya aman jalannya….
tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk,
tuk tik tak tik tuk tik tak suara #NaikAgya”
*lohkokkayakkuda*

Sekian kak, semoga sukses dan sehat selalu…

.
.
.
tds

*surat#18*30harimenulissuratcinta*