me love you

karena
1. me waktu mau tidur selalu mengingat you. padahal gak baik yaa harusnya ingat Tuhan 😉
2. me waktu bangun tidur pasti inget you you lagi…padahal wajah lecek rambut kucel baru bangun tidur :d
3. me sepajang hari bakal inget you terus terusan deh selama gak ada kerjaan :d
4. me kalau mau makan inget you loh, gak percaya? tanyain aja ama piring dan sendok.
pasti mereka gak tau karena me makannya nasi bungkus pake tangan pula hihihi
5. me selalu melihat foto-foto you di laptop me atau bb me…
6. me suka menghayal bisa kepantai ama you seriuss…
7. me suka mengikuti you diam-diam kalau main ke lapangan futsal sepeti hari ini 😉
8. me ini aslinya adalah fans no.1 you.
9. me punya folder khusus tentang you on laptop me.
10.me mau you
11.you love me?
12.me crazy because of you.

so let me love you
pls

hari selasa

hari ini tanggal 14 februari 2012 bertepatan sama hari selasa.
yaa hari ini adalah hari selasa, hari yang penuh dengan hembusan nafas dewa cinta (katanya :d)…
hmm padahal loh aku mencintai kamu sama kadarnya dihari senin rabu kamis jumat sabtu dan minggu. cintaku tinggi menjulang rinduku luas membentang, tidak perlu toh aku sampaikan hanya di hari selasa ini…. setiap hari juga aku bisa, dan setiap hari juga bisa aku kirimkan coklat buat dirimu dan setangkai bunga mawar, tweet- tweeet……
sepertinya aku terjatuh lagi dalam pelukanmu, mengutip lirik lagunya st12 itu aku sungguh-sungguh sudah terjatuh dan ketiban dirimu yang lumayan berat itu hihihihi….
berteduh dibawah pohon ku kini, yang melindungi diriku dari sinar terik matahari jam 4 sore ini, ditemanin angin sepoi-sepoi dan padang ilalang yg hijau menyilaukan diterpa sinar matahari. matahari kini masih kelihatan gagah padahal sudah mendekati akhir dari perjalanan tugasnya di hari ini. itulah cinta, cinta yang universal. cintaku pada matahari, cintaku pada angin sepoi-sepoi ini, pada pohon, pada ladang ilalang, kini mengingatkanku cintaku pada dirimu. kukeluarkan blackberryku dari saku celanaku dan mulailah aku merangkai kata-kata dalam tulisan ini… kata-kata yang mungkin terkesan muluk tapi mengalir deras bagai air dari dalam kepalaku melalui jari-jari yang menekan-nekan pada tut-tut keyboard qwerty bb ku.
haus ku kini menghadang, tapi tak kuhiraukan. keringatku lumayan basahin bajuku, celanaku. aku tetap tak bergeming karena aku masih menunggu sesuatu yang gak pasti. ya begitulah kerjaanku. kerjaan yang kadang membuat dia ngambek kepadaku karena merasa di ignore. padahal kadang aku gak sempat mengabari atau aku malah gak ingat sama sekali.
hihihi ini bukan pembelaan diri ya, ini suer kejadian hari ini dan aku berkesempatan menuliskannya ke dalam sini.
udahann yaa….. karena aku mau mencari angin yang lebih dasyat gak sekadar sepoi-sepoi… panas man…..

love u always:*

lolypop always sweet ¤Corp®

anak kecil penjual koran

setiap melintasi perempatan lampu merah itu, disetiap perjalan pulang kerumah dan selalu disetiap malam kejadiaanya, anak kecil itu yang seharusnya berada dirumah, selalu hadir dipinggiran jalan menjajakan koran yang terbit malam atau terbit untuk esok harinya. ini apakah bentuk kriminalisasi dari orang tuanya atau pemanfaatan yang keterlaluan karena hidup dalam kekurangan.
kadang disaat dia menyapaku untuk membeli koran dia suka memohon kepadaku untuk diizinkan nebeng ke perempatan lampu merah berikutnya. aku persilahkan dia naik, duduk disampingku. sepanjang perjalanan, banyak yang kutanyakan dan semua pertanyaanku dijawabnya tanpa berpikir dulu. aku tanyakan di mana tinggalnya dan dia menjawab disuatu daerah di pinggiran di kota ini. aku tanyakan apakah masih punya orang tua.. dia mengatakan masih komplit. ayahnya sebagai nelayan tapi sering gak turun kelaut karena cuaca gak mendukung. terus aku kejar lagi dengan pertanyaan kalau gak turun kelaut terus papa kamu gak ngapa-ngapain… tidak, begitu jawabnya. owhh tertegun diriku mendengar jawaban dari anak ini, diluar dia jujur atau gak tapi aku anggap yang dikatakannya semuanya adalah suatu kebenaran karena melihat kepolosannya. jadi aku katakan tega banget ya papa kamu gak usaha apa-apa lagi kalau gak turun kelaut, padahal mama kamu gak bekerja dan jagain adik-adik kamu, selain itu kamu yang dengan kemauan sendiri menjual koran sampai larut malam yang sepengatahuan papa kamu. kok bisa papa kamu seperti itu tanyaku. gak tau om, gitu jawab singkatnya. seolah dia tidak mau tahu tanggung jawab papa nya terhadap keluarga. yang dia tahu adalah dia tampil ke depan berjuang membantu menghidupin keluarganya sampai tengah malam. padahal diakuinya besok pagi harus tetap bangun pagi untuk berangkat ke sekolah. aku tertegun membayangkan anak itu dan keluarganya. Kemudian setelah itu dia turun dari mobilku di perempatan lampu merah berikutnya, dia pergi setelah mengucapkan terima-kasih kepadaku. aku tidak tahu bagaimana keluarganya, sepahit apa kehidupan mereka. yang aku tahu adalah anak seumuran 10 tahun itu sudah bisa merasa terpanggil untuk membantu keluarganya dalam mengarungi kehidupan mereka. disisi lain ada seorang ayah yang tidak bertanggung jawab membiarkan anaknya mencari nafkah buat keluarga nya sendiri padahal dia dalam kondisi fisik masih kuat dan lengkap semua anggota tubuhnya.
ada satu kisah Nabi dalam menghadapi para satu orang peminta-minta. maaf kalau cerita ini salah atau gak sesuai dengan yang sebenarnya. karena aku
sekedar coba mengingat-ingat cerita yang aku dapatkan waktu kuthbah jumat kemarin. suatu waktu Nabi didatangin seorang pengemis dan Nabi memberikan sesuatu, esoknya pengemis itu datang kembali dan diberikan lagi oleh Nabi. Kemudian keesokan harinya pengemis itu datang lagi dan disaat itu Nabi memberikan sesuatu dan ternyata sesuatu yang terakhir itu adalah sebuah kapak. pengemis itu bertanya kenapa aku diberi sebuah kapak? dijawab oleh Nabi, carilah kayu yang banyak dan juallah sehingga engkau akan mendapatkan uang, dan tidak perlu lagi meminta minta. point yang bisa dipetik dari cerita ini adalah manusia dilahirkan untuk berusaha, sesusah dan sepahit apapun harus dilakukan karena rezeki Allah tidak kelihatan dan diam tidak bergerak. usaha kita lah yang harus menjemput rezeki-rezeki itu. bagaimanapun tangan yang diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah.

lolypop always sweet ¤Corp®

kata hati

Okkk.. Janji.. Cross your heart.. Pinki swear with me.. Wtvr is gonna happen ltr.. Nobody forgets each other.. Always remember..
I cross my heart n alsooo pinki swear tat I wouldn’t forget tdsamudra for the rest of my life.. :D(*) ….sent by sms by 101974 03/09/10

hmm itu adalah sms dari adikku tanggal 3 september 2010. wow udah satu tahun sekian bulan lamanya. tapi masih tersimpan manis dalam susunan sms-sms yang wajib ku simpan.. aku suka dengan statement yang dia create dari dalam hatinya itu. Kejujuran dan keikhlasan tercermin dalam kata-katanya. aku tidak percaya adanya kebohongan, tutur kata yang manis tapi drama pahit berbisa, aku tidak percaya… biarlah kekecewaan milikku sendiri jika ketidakbenaran dalam susunan kata-kata dalam messagenya. actually itu adalah statement hatiku juga. entah kenapa kadang sering merasakan kalau kami tidak akan mungkin bisa selalu bersama, tapi pengharapan ke arah yang lebih baik selalu ada.
kami selalu bermimpi bisa bersama one day nanti. walau saat ini masih terlihat deretan para gunung yang menghadang, hujan petir anging taupan yang datang menghambat atau gulungan ombak tsunami yang tidak bisa kami tahan. tentunya kami atau aku paling gak akan binasa. hilang hancur meleleh meresap kedalam bumi akibat tatapan tajam para penghadang.

karena ini semualah maka dia yang pertama berjanji “Cross your heart.. Pinki swear with me.. Wtvr is gonna happen ltr.. Nobody forgets each other..” yang merupakan janjiku juga…. “Nobody forgets each other.. Always remember..
I cross my heart n alsooo pinki swear tat I wouldn’t forget you for the rest of my life.. :D(*)

lolypop always sweet ¤Corp®

letter for you

to dirimu…

hallo adik, apa kabarnya dirimu… gak kerasa sudah hampir 3 kali ulang tahunmu kakak bersamamu. so sad karena kakak belum bisa memberikan yang berarti buat dirimu. entah nanti semoga bisa terealisasi sesuatu. kamu harus mengerti selama hampir dua tahunan lebih dikit ini perjalanan yang terjadi, kita selalu bersama-sama baik pagi siang, sore dan malam. so sweet cerita yang pernah terjadi dan yakinlah masih akan terjadi episode-episode lanjutannya. tapi tidak hanya cerita manis aja yang kita alamin kan… kita juga sering berantem, sedih, marah, ngambek sampai diam-diaman hmm maybe maksimal 3 hari deh :D… gak pernah lebih.
hmm dirimu unik, dirimu dulu identik dengan sepi dan kesendirian. temanmu adalah hanya satu dua orang saja di sekolahmu. dulu kamu gak pd an, dulu kamu emang kelihatan masih kecil baik cara berpikirmu dan tingkah-lakumu. walaupun sekarang kadang masih seperti anak kecil tapi banyak perubahan yang terlihat pada dirimu. pola pikir yang lebih bijaksana untuk cewe seumuranmu. sering kamu lihatin kok, melebihin teman-temanmu. kamu itu pekerja keras, aku gak raguin itu. berusaha untuk sesuatu dengan tetesan keringat dan begadang kekurangan tidur itu bukan masalah bagi dirimu. kamu melebihi ekspetasi yang seharusnya. adikku sungguh smart. kamu juga biasa dalam mengurusi rumah, pekerjaan rumah, hal-hal yang menakjubkan menurutku.
adik punya cita-cita yang dasyat. kakak yakin jika adik akan berhasil dan mendapatkan yang di cita-citakan asal selalu berusaha seperti usaha-usaha yang pernah dilakukan. jangan pernah kendurkan semangatmu. bulatkan tekad, linsingkan lengan baju, genggam erat tanganmu sambil arahkan ke langit ke sinar terik matahari, katakan “Aku bisa….”
semoga kakak akan selalu stay bersama dirimu sampai kakak tahu kamu berhasil. sampai kakak tahu kamu telah mencapai titik kebahagian terakhir. kakak akan turut numpang bahagia (kalau boleh :D).

so keep on going, you’ll reach your dream one day. always do your best.
I L O V E Y O U…..

lolypop always sweet ¤Corp®

apa cerita mu kini?

kala itu aku dan dia mencoba untuk turun ke gelanggang ice skating untuk pertama kalinya. dengan rasa was was dan sedikit ciut nyaliku dikala dia mengajak memaksa untuk turun. padahal loh kita berdua tidak punya history bisa main sapatu roda atau roller blade ala anak sekolah waktu itu. hmm sering kali kita, aku dan dia masuk ke mall itu just sekadar jalan-jalan ngabisin waktu berdua. slipi, taman anggrek dan citraland disaat itu namanya begitu adalah sederetan mall atau plaza yang pasti melewati rute perjalanan p48, p81 ac atau p54 yang panas itu 😀 entah masih adakah gerangan semua patas itu atau sudah berganti jurusan. perjalanan depok-grogol yang suka membuat aku tersenyum jika mengingat itu semua. kala itu kita, aku dan dia sering melihat lihat gelanggang ice skating, menonton mereka yang entah aku tidak kenal bermain meluncur bebas meliuk-liuk bak penari, ada juga yang hanya dipinggiran sambil bersandar dan memegang pegangan dengan kuat karena tidak percaya diri atau takut mungkin untuk bermain.
banyak pasangan-pasangan yang meluncur berdua berpegangan., baik yang sudah mahir atau setengah mahir, atau kadang ada seorang cewe nya yg sudah mahir sambil megang erat cowonya yang baru belajar, atau sebaliknya.

kala itu (lagi), dia memaksaku untuk ikut turut bermain. aku katakan bahwa aku gak bisa dan aku takut akan selalu jatuh dan jadi bahan perhatian orang. dia mengatakan kepadaku, kenapa takut dan malu, apa kamu kira semua mereka yang dibawah itu bisa, coba deh lihat… lebih banyak yang gak bisa kan daripada yang bisa… so kenapa takut dan malu… begitu kata dia mencoba memahami kekewatiranku… hmm aku stress dan aku tidak bisa untuk tidak menolak keinginannya.
kami pun turun ke gelanggang, setelah membayar beberapa rupiah yang entah berapa aku lupa. kami, aku dan dia juga mencari ukuran sepatu yang pas untuk ukuran kaki. dengan mengucap Bismillah… aku mencoba beranikan diri dan sebisa mungkin percaya diri. kami, aku dan dia masuk kedalam gelanggang dan mulai terasa hawa dingin yang masuk ke pori-pori kulit. karena memang tidak bisa, jadi kami berdua hanya terpaku di pinggiran gelanggang hanya menonton mereka-mereka yang bisa sekedar ingin mencuri teknik bagaimana bisa meluncur atau paling gak bagaimana bisa berdiri dan tidak jatuh di tengah-tengah sana…
akhirnya dengan segala keberanian dan hampir satu minggu full kita latihan secara autodidak dengan segala macam gaya jatuh. dari jatuh seperti gaya jatuh pohon sampai jatuh tersunggkur sudah gak terhitung banyaknya. takut dan malu sudah tidak pernah kami pikirkan lagi. sekarang, kala itu maksudku… kami, aku dan dia sudah bisa meluncur dengan manis berdua sambil berpegangan tangan meliuk-liuk menghindari segala halangan orang-orang yang di depan..

“itu cerita ku dulu, apa cerita mu kini……”

lolypop always sweet ¤Corp®

adakah anjing yang manis?

aku gak suka anjing dan sangat kebetulan aku geli sama anjing, dan alasan yang paling tepat adalah aku t a k u t sama anjing. dimana ya letak manis nya anjing itu, hmm mungkin karena aku gak suka suka aja jadi aku gak tahu dimana enaknya memelihara seekor anjing. aku pernah punya pengalaman pahit sama mahluk berkaki empat yang galak ini menurut aku… pengalaman pertama adalah, dulu kala aku berumur kecil mungkin dibawah tujuh tahun. aku berkunjung kerumah nenekku di sebuah pulau. biasanya rumah-rumah nelayan atau siapa saja yang tinggal dipulau mereka pasti memelihara anjing, kadang bukan karena mereka suka atau hobby. tapi alasan utamanya adalah untuk menjaga rumah. dan anjing-anjing penjaga rumah tersebut tidak harus anjing gede atau mahal. kadang cukup anjing kecil saja sudah bisa ditugaskan untuk menjaga rumah mereka asal bisa menggonggong sudah cukup sekadar untuk memberitahu pemilik rumah jika ada orang yang datang, apalagi orang jahat yang datang, mereka segera siap melawan. duluu sekali para maling atau perampok istilah disana, sering dilakukan pada tengah malam hari. para penjahat itu bisa mencuri ikan-ikan peliharaan para nelayan yang di kelong atau mencuri sampan atau boat mereka yang biasanya digunakan untuk berpergian. jadi untuk sekadar mengingatkan, syukur-syukur bisa menakutkan para pencuri, maka mereka memakai jasa anjing-anjing tersebut.
jadi suatu waktu kami sekeluarga berkunjung kerumah nenekku, menginap untuk beberapa hari. aku suka sekali berkunjung disana, pantainya indah pasir putih dan aku bisa bermain sepuas apapun. satu yang aku gak suka adalah keberadaan anjing-anjing itu. padahal mereka nggak ganggu dan menggonggong diriku tapi aku sudah terlanjur nggak bisa berbaikan ama para anjing, aku gak suka aja :d… suatu pagi setelah mandi pagi, aku berdiri disamping rumah nenekku melihat para sepupuku bermain. aku sambil menggenggam sepotong roti sambil memakannya sedikit-sedikit, kemudian kembali aku melihat mereka bermain. tiba-tiba seekor anjing coklat, anjing nenekku itu bangkit dari tidur malasnya dipagi yang sama. dia berjalan mondar-mandir dihadapanku. aku sedikit risih tapi aku tidak beranjak dari berdiriku sambil makan roti dan melihat-lihat sepupuku bermain. aku yakin, anjing ini tidak akan berani macam-macam kepadaku, karena aku sudah diingetin ama nenekku kalau anjing coklat ini tidak galak dan cenderung penurut. dan setelah itu terjadi kejadian yang menakutkan menurutku, kejadian yang mungkin lucu jika dilihat ama orang lain. tiba-tiba sang anjing meloncat kehadapanku, aku terkesima dalam sepersekian detik, dan secepat itu seluruh tanganku yang memegang roti masuk kedalam mulut anjing coklat itu, semuanya sampai kepergelangan tangan. dan kemudian melepaskan tanganku kembali tanpa luka sedikitpun. aku kaget dan aku menangis ketakutan. dalam waktu yang sngkat itu. aku merasakan tanganku berada dalam mulutnya yang basah dan lembab dan sama sekali tidak melukai tanganku. setelah itu anjing itu dimarahin sama nenekku sambil membawa kayu untuk memukulnya, dan anjing itu pun kabur entah kemana. tanganku kemudian dibersihkan oleh nenekku yang seingatku dibersihkan beberapa kali pakai pasir, sabut kelapa dan air. sungguh pengalaman pertamaku yang menakutkan karena anjing.
pengalaman kedua, adalah disaat aku kelas 2 atau 3 sd, dalam perjalanan pulang jalan kaki kerumah. aku berdua bersama temanku sejurusan jalan dalam panas terik matahari. tiga rumah dari rumahku adalah rumah seorang suka memelihara anjing, waktu itu dia mempunyai anjing kecil yang terkenal galak. biasanya anjingnya itu terkunci didalam tembok pagar rumahnya. tapi ternyata disaat itu memang hari sialku. pintu pagarnya memang tertutup tapi tidak terkunci. aku berjalan bedua sama temanku dan kami mulai melewati rumah itu, kemudian seperti biasa, anjing itu menggonggong jika ada yang lewat. kami berduapun di gonggongnya. yang menakutkan segera terjadi, anjing itu keluar dari perkarangan rumah dan mengejar aku dan temanku. kami berdua berlari sampai bertiriakk “mmamaaahh….” gitu teriakku. temanku lari kanan dan aku lari ke kiri. dan emang sial nasibku, anjing itu lebih suka mengejar diriku dari temanku itu. aku ketakutan sambil menangis memanggil mamaku. aku terpojok dan untunglah tuan rumah sang pemilik anjing itu keluar dan memarahin anjingnya. aku menangis dan kembali pulang kerumah,. seingatku besok harinya aku tidak sekolah karena badanku panas, aku demam. aku rasa aku kaget ketakutan, itu yang buat aku sakit demam.
itulah pengalaman pahitku bersama para anjing. aku tidak suka mereka, tapi mungkin dunia ini akan sepi jika tidak ada mereka.

lolypop always sweet ¤Corp®

please bohongin kami…

kenapa gak bisa? kenapa gak bilang aja “i have you like you have me”, berbohong aja biar hati ini tidak sedih. berbohonglah untuk saat ini walau nanti akan berpisah yang entah kapan akan tejadi. berbohonglah karena saat ini aku lebih suka dibohongin… berbohonglah biar hati ini tetap bisa tersenyum. berbohonglah biar jejemariku ini lancar berbicara. berbohonglah biar aku lepas dari himpitan rasa rindu ini. berbohonglah please bohong ajaa… kita bohongin hati ini… biar hati ini damai… bohonginlah hatiku dan bohongin hatimu juga… karena kalau gak mampu untuk berbohong, maka kenyataan yang akan dihadapi, dan kenyataan itu yang siap akan memisahkan kita.

anak seorang nelayan

aku teringat dengan kejadian dimana waktu aku berumur 4 atau 5 tahun… disaat itu adalah kejadian pertama aku melihat dan merasakan indahnya berada di bawah permukaan air laut. aku tidak takut akan tenggelamnya diriku karena aku sangat menikmati warna-warni didalam air tsb, aku menikmati dengungan suara yang menurutku berirama. pandangan mataku terbuka menjelaskan bahwa diriku seperti didalam dunia yang lain. dominan warna hijau dan sedikit biru kala otakku kini mengingat saat-saat rasa mataku menerawang.
kala itu aku duduk di tangga pelantar panjang yang ada di dekat rumahku, sebuah rumah pelantar istilah orang kepulauan mengatakannya. laut adalah hal biasa buat diriku. disaat aku bangun tidur aku bisa melihat hijau atau birunya lautku itu, tergantung cuaca hari itu bagaimana. waktu mau tidurpun aku masih bisa nyempatin memandang kelautku itu lagi. aku ditakdirkan lahir dari sebuah rumah atau pondok kalau bisa dikatakan pondok, yang berdiri diatas pelantar, persis ditengah-tengah perlantar itulah letaknya. rumah atau gubuklah yang beratap jerami atau atap daun-daunan kelapa yang merupakan standar rumah seorang nelayan. rumah yang berdinding papan. aku rindu saat-saat berada dalam rumah itu. tapi sayangnya, tidak banyak kenangan yang bisa aku ingat. karena entah kenapa aku juga tidak mengingatinya… apa aku hanya 5 atau 6 tahun aja stay disitu sehingga aku tidak bisa mengingat kenangan sejak aku dari bayi… paling gak sampai umurku tiga tahun juga tidak bisa aku ingat lagi. jadi wajar sungguh singkat kenangan yang bisa aku perjuangkan untuk mengungkapkan perasaaku ini. aku anak seorang nelayan, sang nelayan itu papaku disaat itu mulai berusaha mau merubah nasib dan peruntungannya dengan tidak menjadi seorang nelayan lagi. dia telah mendapatkan pekerjaan buruh sebagai tukang cat dan tukang las di sebuah perusahan pergalangan kapal yang sampai saat ini perusahan itu masih exist. papaku telah berusaha merubah image seorang nelayan yang secara turun menurun diturunkan dari buyut, kakek dan papa nya papaku tentunya. praktis segala ilmu kenelayanan dan segala hubungan kemampuan teknis seorang nelayan terputus sampai ke papaku saja. aku hanya diberikan cerita dan kenangan yang selalu diceritakan papaku tentang hingar bingar kehidupan nelayan, layak lagu yang sering aku dengar disaat sekolah sd dulu, “nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudra, menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa.. angin bertiup layar terkembang na na na na (aku gak ingat lagi deh:D) “. aku dulu hanya dibekali teknis kehidupan standar, hanya kemampuan renang yang sempat papaku ajarkan. disaat umurku diatas 7 tahun, kita malah sudah pindah rumah semakin ke tengah daratan jauh dari bibir pantai. jadi sejak saat itu, total perubahan kehidupan keluarga nelayan telah berubah menjadi kehidupan sebuah keluarga apalah namanya hmm keluarga perkotaan, tapi pada saat itu kotaku kini belum menjadi sebuah kota saat itu, karena masih banyak hutan….
papaku membayar mahal untuk apa yang dia rubah dan perjuangkan. papaku meninggal dunia disaat aku smp kelas satu atau dua. dia terkena something di paru-parunya. sakit yang dia dapatkan dari tempat kerjanya. informasi yang aku dapatkan adalah bahwa kerjaannya sebagai tukang las dan pengecatan pakai semprot (ada istilahnya, tapi aku lupa) yang disaat itu tidak memadai safty nya. kadang hanya melilitkan handuk atau bajunya saja untuk menutup hidung dan mulutnya. sungguh standar safty yang jelek dari sebuah perusahaan internasional. tapi kini tentu tidak ada lagi perusahan yang mengindahkan safty karyawannya. tentu akan ditindak jika ada laporan dari karyawan tersebut atau dari siapa aja. hampir tiga tahun papaku sakit dan praktis tidak kerja walau masih digaji oleh perusahaannya. bolak-balik jakarta ke sini untuk control penyakit paru-parunya. batuk darah adalah hal yang sering aku lihat disaat akhir hidupnya. hampir 6 bulan terakhir dari hidupnya, pernafasannya di bantu dengan tabung oxigen, yang disaat itu adalah tabung besi setinggi orang dewasa. disaat pergantian tabung harus dengan cepat di proses, karena kalau gak tentu papaku kesulitan bernafas. so bisa kebayang kalau saat itu adalah hal-hal tersulit dalam keluarga kami. disaat banyak orang dewasa atau saudaraku, pergantian itu bisa dilakukan dengan mudah. tapi disaat tidak ada orang lain, tentu aku yang saat itu masih kelas satu smp yang akan melakukannya. aku melakukannya dengan stress dan gugup. aku kasihan lihat papaku menunggu aku melakukannya, yang jelas aku melakukannya lebih lama dari orang dewasa. kadang aku takut sama papaku saat itu karena kadang sempat kelihatan dia mau marah karena kelambatanku walau dia akhirnya tidak marah karena dia mencoba bertahan dengan segala siksaan karena keterlambatanku itu. mungkin disaat itu dia mengerti dengan keterbatasanku untuk melakukan itu semua. akhirnya suatu hari disaat aku pergi kemasjid pada hari jumat untuk melakukan sholat jumat. sebelum sang kothbah memberikan kothbahnya datang tetanggaku menghampiri duduk bersilaku. dia meminta segera aku untuk pulang dengan alasan ada sesuatu yang penting. aku saat itu tidak terlalu terbayang apa yang akan terjadi, tapi aku mengikutinya pulang. sampai dirumah, aku melihat papaku sudah menutup mata meninggalkan kami sekeluarga ditengah siang jumat. semoga ayahku diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah Subhana Wataalah…

kembali jauh ke kehidupanku dipelantar, disuatu siang aku melihat beberapa remaja atau orang dewasa bermain dilaut, berenang dan menyelam di seberang pelantarku. aku suka dengan kejadian itu. aku tertarik melihatnya semakin dekat. aku duduk didekat tangga pelantar, tanpa takut aku turun satu atau dua tingkat di tangga itu dengan posisi duduk. aku memandang mereka bermain. bagaimana kejadiannya aku tidak ingat, kemudian aku terjatuh ke dalam laut yang dalam untuk ukuran tubuh mungilku. aku tenggelam, aku merasakan kepalaku dibawah permukaan air laut. aku menikmatinya, aku tidak teriak. mulutku bisu, mataku terbuka menerawang semua yang bisa aku pandang, dominan hijau kebiruan sejauh mataku memandang, sungguh pengalaman yang tidak bisa aku lupakan. aku bagai dalam ruang hampa udara dengan kilau dan siluet gabungan warna cerah hijau dan biru, aku terpana aku terpesona. dalam diam dan pasrahku kemudian ada satu tangan yang mengangkatku keatas pelantar lagi. ternyata aku ditolong oleh orang-orang yang bermain di laut tadi. setelah itu aku tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya. sungguh kehidupan didalam laut menjadikan aku cinta pada laut, kedalaman laut, arti laut. lautku indah lautku bergelora… kini dengan hidupku ala perkotaan, aku masih suka menyendiri datang ke pinggir pantai sekadar bermain air, atau mendengarkan deru ombak dan semilir angin. tulisan ini aku tulis di pinggir pantai ditemanin gulungan ombak nakal dan angin yang kencang dalam hati yang galau. aku tetaplah seorang anak nelayan… aku adalah orang laut, suatu hari nanti aku akan kembali kesana…

lov my dad…:*

lolypop always sweet ¤Corp®