secangkir coffeimix dipagi ini membuat tulang-tulangku seperti hidup kembali, membuat mataku terbuka dan hati ini bersemangat menghadapi hari yang berasa mendung begini.
tiba-tiba kini, hujan pun turun dengan derasnya menghempas aspal jalan diluar sana, untunglah aku kini terasa nyaman karena sudah mempersiapkan jacketku sekadar berjaga-jaga jika terjadi hujan tadi. dan ternyata memang kejadian, hujan sederas-derasnya yang aku tidak tahu kapan akan berhentinya. tenggorokan dan badanku sungguh hangat berkat coffemix yg tinggal setengah cangkir ini.
sambil menyeruput bibir cangkir coffemixku ini, ingatanku pun menerawang, kedalam alam mimpiku tadi malam..
ya mimpiku tadi malam, aku kaku aku speechless bibirku beku, mulutku tertutup entah aku takut melihat kehadiranmu bersama bayi yang ada dipelukanmu… anakkukah itu? bayi yang entah dua atau tiga tahun kini kau hadirkan dihadapanku… kenapaa?
bukankah disaat itu aku tidak meninggalkanmu, bukankah disaat itu engkau terbaring dipelukanku tidak bisa berucap sepotong katapun dengan darah yg mengalir dari hidung dan kepalamu.. aku teriak saat itu, aku dipaksa menjauh karena dirimu dibawa pergi dengan mobil ambulance. tinggallah aku dalam hujan deras dengan luka memar dan lecet tak seberapa, walau luka tetap mengalir dari tangan dan kakiku. aku dimarah dan dimaki oleh keluargamu yang tinggal di tempat kejadian. aku ditahan oleh mereka, aku dipaksa tetap tinggal disitu bersama mereka sampai polisi datang untuk mengurusku kata mereka. kemudian setelah menerima sebuah panggilan telpon, saudaramu itu mengatakan bahwa kamu… kamuu… Kamuuu telah tiada sebelum sampai ke rumah sakit……. owhhh owhhhh apa yang telah aku lakukan, apa semua ini sudah takdirMu ya Tuhan… aku ditinggal sendiri di TKP dalam tengah malam hujan begini hanya menyisakan motorku yg tergeletak di balik trotoar. ohhh aku menangis sejadi-jadinya. polisi yang dikatakan mereka datang hanya bohong semata, itu mereka katakan agar aku tidak menyusulmu ke rumah sakit. aku tidak tahu di mana jasadmu disemayamkan, dimana jasadmu dikuburkan…
dan kini kau datang dengan seorang bayi bagai hantu yang selalu menghantuiku selama ini muncul nyata dihadapanku. engkau datang bagai hantu meminta maaf kepadaku atas nama keluargamu. atas nama ibu dan bapakmu. aku tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sehingga engkau mau meminta maaf kepadaku atas nama mereka. tapi kenapa engkau tidak minta maaf kepadaku untuk dirimu sendiri… aku dibohongin atas kematianmu dan enkau sendiri tidak berusaha menghubungi aku. engkau menangis kini dengan bayi yang ada dipelukanmu itu… aku bertanya apakah dia anakku? atau…
jawablah… aku perlu mengetahuinya….
sayang, sebelum dia menjawab aku sudah terbangun dari tidur, terdengar petir menyambar-nyambar hujan jatuh kebumi sederas-derasnya, aku mengintip keluar jendela, aku teringat dirimu kini dan mungkin anak kita. aku mengintip keluar didalam hujan badai jika memang ada dirimu diluar menunggu didepan pintuku. aku tidak peduli apa engkau hantu atau dirimu nyata sekalipun, aku juga tidak peduli jika sekarang masih jam 2.35 dini hari, aku akan welcome dan meminta dirimu masuk kedalam rumah yang sebenarnya adalah rumahmu juga, rumah kita.
Tuhan tahu aku sangat merindukanmu, dalam tidurku kurasakan engkau selalu berada disampingku, disaat hujan deras seperti ini aku pasti teringat kejadian memilukan itu.
aku menikahimu dulu walau dengan izin orang tuamu tapi aku tahu mereka tidak ikhlas. tapi engkaukan telah menjadi istriku, maka dirimu kini milikku walau ikatan kekeluargaan dirimu dan orang tuamu tidaklah putus, aku tidak pernah membatasi hubunganmu dengan orang tuamu, bahkan beberapa kali engkau meminta kepadaku untuk bermalam dirumah orangtuamu, aku izinkan dengan mengantarkanmu kerumah mereka. aku juga masuk kedalam rumah orangtuamu, menyalami dan mencium tangan mereka, walau aku sebentar dan pulang meninggalkanmu dirumah orangtuamu, paling tidak aku telah menunjukkan kepada mereka kalau aku tidak ada masalah dan sangat menghormati mereka sama seperti orang tuaku sendiri yang kini telah tiada.
tapi kenapa mereka tidak welcome kepadaku dari sejak permulaan perkenalan kita, sampai kita nikah dan sampai sekarang. walau dirimu telah tiada aku sudah tidak pernah berhubungan dengan mertuaku kini yang juga menhilang pindah entah kemana…
ataukah dirimu memang masih hidup dan dibawa pergi sama orangtuamu? sehingga misi mereka untuk memisahkan kita benar-benar terwujud…. walau kita telah menikah, walau terakhir kali dirimu telah hamil sebelum kecelakaan itu, walau mungkin anak yg didalam mimpiku itu benar anakku?
owh Tuhannku sungguh benarkah mimpiku itu? tunjukkanlah kenyataannya ya Tuhanku. kalau memang benar, kenapa Engkau timpakan beban ini kepadaku, kenapa mereka begitu tega memisahkan aku dari keluargaku, kenapa pisahkan aku dari istri dan anakku… owhh Tuhan, kini aku lebih bisa menerima kalau memang dia sudah kembali kepadaMu. janganlah engkau uji diriku dengan kehadiran mereka. karena aku rasa tidak mungkin ya Tuhaaaannnnn…… janganlah permainkan takdirku, perasaanku, cintaku sudah hancur berkeping keping disaat hujan deras waktu malam itu. cintaku sudah hilang lenyap kedalam bumiMu ini disaat hujan dikala itu berhenti ya Tuhan…. please, bebaskan aku dari mimpi yang seperti barusan, aku tidak kuat aku tidak bisa melangkah lagi.kini aku gentar dengan ujianMu ya Tuhan, aku gentar dan aku takut jika memang ada ujian ini. aku harus bagaimana…..
Hujan kini telah reda, kesadaranku pun sudah kembali. coffemix juga sudah habis, aku hanya berdoa semoga Tuhan membimbingku jalan. aku hanya berjalan mengikuti arah yang aku rasa benar dengan mengubur dalam-dalam apa yang pernah terjadi.
entah tentang mimpiku itu benar atau tidak, aku selalu tidak pernah mau percaya sama mimpi. bagiku mimpi itu bukan petunjuk, tapi mimpi itu adalah suatu cita-cita yang harus dikejar dan didapatkan. makanya aku selalu mengejar mimpiku. petunjuknya adalah selalu dekat dengan Tuhanku, dibekali usaha keras, insyaAllah aku akan sukses.
aku kerja dulu yaa… see you;)
lolypop always sweet¤Corp®