Masih dirimu

Hi pujaan hati,
Maaf hari ini aku tidak terlalu sering me-reply chatmu. Karena kesibukan dadakan di pagi hari ini di tambah hujan deras sedari subuh tadi mengguyur kota. Tapi akhirnya kan tetap aku telah menjawab kabar darimu, me-reply beberapa sapamu di pagi ini.
Hari ini dingin. Dingin deh enak gitu. Dan akhirnya aku punya waktu sekarang duduk sesaat untuk mengetik selembar surat untukmu. Apa yang engkau rasakan hari ini? Pakailah sweatermu atau sekedar baju hangatmu apa aja, yang ada aja, dingin kerasa seperti tidak biasa. Tuhan selalu berbaik hati kepada kita. Kini telah memberikan kesejukan setelah beberapa hari lalu panas terik.
Ingat dulu? Disaat pertama kali aku menggenggam tangamu? Tanganku basah katamu. Iya tanganku ternyata mengeluarkan keringat, efek dari reaksi hati. Kita diam beribu bahasa melihat kedepan menempuh perjalanan indah walau jalan yang sama kita lalui setiap harinya.
Memang hidup ini aneh. Semuanya harus berdasarkan hati. Disaat hati ini damai dan penuh dengan cinta, tentunya perjalanan menjadi indah. Apa saja menjadi tawa dan semua kelihatan seirama. Tapi disaat hati ini panas, sedih, marah atau cemburu. Perjalanan yang biasa indah berubah menjadi nestapa, panas dan membosankan, ngeselin saja.
Ya seperti perjalanan kita. Semua rasa sudah kita rasakan. Hampir semua kondisi sudah kita lalui. Dan kita selalu menemukan jalan bersama kembali. Semoga selamanya seperti ini.

Pujaan hati,
Hari ini aku sibuk sekali. Maaf hanya segini. Aku sambung esok lagi. Jangan sedih. Besok janji lebih.

 

iloVeYou

Dirimu terlalu

Dirimu

Hi..

Aku kaget jika hari ini adalah tanggal 31. yaahh pertualangan menulis surat kembali akan aku lakoni. hmm tantangan yang menarik adalah sanggupkah aku menulis satu surat untuk satu hari?
Di tengah kesibukan yang menjadi rutinitasku? ahh aku malu untuk menjanjikan ini
walaupun aku ingin sekali bisa melakukannya.
Malu nih jika aku keteteran nantinya, padahal di awal aku memutuskan untuk mendaftar mengikuti parade menulis surat yang di adakan tahunan ini. Sungguh sayang untuk dilewatkan, tapi serasa berat untuk dijalankan. Jadi apapun dan bagaimanapun aku awali semua langkah ini dengan membaca Basmalah..

Anyways, kok lebih seperti curhat dari pada menulis surat hahaha.. hmm ok kalau begitu,
back to “menulis surat mode”.

Kepada pujaan hati,

Hai pujaan hati apa kabarmu? Aku yakin engkau lagi baik-baik saja. Masih bingung menentukan pilihan? Kuatkan hatimu dan yakin dengan sebulat hati bahwa apa yang telah engkau putuskan adalah hal yang terbaik buat dirimu.
Jangan takut.. aku dan beberapa orang lagi you know, akan selalu support langkah apa saja yang akan engkau ambil. Yakin dengan pilihanmu maka hidupmu akan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Commit dan Tuhan akan membimbing langkah kita. Tapi sayangku, kita juga harus percaya akan takdir. Kadang Tuhan merubah rencana kita semauNya karena Dia memang yang mengatur segalanya. Di saat Tuhan merubah rencana kita, yang harus engkau lakukan adalah menerima dengan lapang dada dan yakin bahwa yang terjadi saat itu adalah kondisi terbaik yang telah diberikan
kepadamu. Jadi jalanin aja, aku akan selalu ada disampingmu.. You jump i jump right. Seperti tik tok romatis antara rose dan jack dalam Titanic hehehe…

hai pujaan hati, khusus di hari pertama 30harimenulissuratcinta ini, ku khususkan menulis buat dirimu. Lima tahun? Enam tahun? Entah aku selalu tidak terlalu mempersoalkan sudah berapa lama kita bersama-sama. Yang penting selama itu aku ingin selalu melihat engkau bahagia. Karena aku tahu kalau bahagia yang sebenarnya, begitu mahal buat dirimu.

Hai pujaan hati, tersenyumlah… kita bersama-sama tertawa dalam perjalanan panjang ini. Aku suka disaat engkau tertawa lepas. Aku melihat sesaat engkau bisa melupakan kesulitan-kesulitan yang engkau hadapi hampir sepanjang minggu. Kasihan dirimu kekasih hatiku. Nanti pada waktunya juga engkau akan tersenyum sepanjang malam. Sabar ya.. di saat ini hanya sabar yang harus bisa engkau andalkan. Selain kekuatan untuk tetap bertahan.

Hai pujaan hati, Aku memang lelah. Tapi aku tidak pernah lelah untuk membuatmu bahagia. Secara fisik
aku pasti lelah karena kerjaan… Tapi dalam kelelahanku dalam tidurku, dirimu selalu ada. Aku selalu memikirkanmu. Aku selalu memimpikanmu.

Pujaan hatiku…
iLoVEyOu

Aku Rindu

dear sayang,

Masuk pada bulan February aku jadi ingat setahun yang lalu, kamu menyisihkan weeknd-mu dengan datang kepadaku. Hmm sepertinya aku deh yang memintamu untuk datang, karena aku kangenn. Dan kebetulan ternyata kamu bisa, cihuyy deh waktu itu. Kita bersama menghabisi hari dan malam hingga senin menjelang. Aku ingat waktu itu termasuk salah satu wakt terbaik dalam waktu-waktu yang sudah kita lalui. Banyak hal manis yang terjadi tentunya, Waktu-waktu manis itu sepertinya tidak akan terjadi pada tahun ini. Kamu jauh disana dan aku masih disini.

Aku masih terhipnotis dengan kota ini, yah ini bahasa yang manis untuk menyembunyikan kenyataan bahwa aku masih terkekang dengan kerjaan. Kerjaan memburuku disiang dan malam kadang hanya waktu sakit aja yang membuat aku baru bisa mengistirahatkan tubuh ini, walau kenyataannya tidak ada orang yang mau sakit. Sedangkan kamu… aku gak tahu bagaimana kamu dengan waktumu. Tapi aku yakin jika kamu punya waktu yang tertata dengan rapi kini.

Rindu tentu sama seperti February setahun yang lalu disaat aku memintamu untuk datang. Tapi rindu kali ini dibarengi dengan tatapan kosong kedepan. Aku tahu kalaupun aku meminta untuk kedatanganmu lagi, adalah suatu permintaan yang mustahil. Kamu tidak akan pernah bisa datang lagi. Hanya dalam mimpi kamu beberapa kali mampir didalam tidurku. Karena disetiap malam didalam lelah dan penatku aku berdoa semoga selalu bisa bersua denganmu, memeluk mesra tubuhmu, berjalan menelusuri tempat-tempat yang tiada bosannya kita lalui.

Aku sayang kamu, semua orang sayang kamu, dan Tuhan menyayangi kamu.
Aku akan segera datang menjengukmu. Kamu tunggu aku yaa…

Aku rindu.

sista

Mantan minta Surat

Sejak awal tahun kamu telah mengingatiku. Memintaku untuk berjanji, janji yang harus aku tepati, yaitu membuat surat cinta untukkmu dalam program ini. Jika sampai tidak kulakukan maka kononnya kamu akan membuka rahasiaku. Akupun tertawa terbahak-bahak saat itu. Aib apa emangnya? Aku tidak ingat satu halpun yang bisa membuat aku bertekuk lutut dihadapanmu.

Tapi sejenak tawaku terhenti. Ingatan-ingatan yang sudah aku delete aku undelete kembali. Aku putar tayang pakai media sederhana dalam pikiranku, otakku memutar satu demi satu pita ingatan yang sudah aku buang itu. Dan GILAA… Cerita lama menghayun kembali. Kejadian itupun menjadi seperti nyata kini. Gawat kalau kamu bocorkan ini..

Kemudian aku berpikir… tanpa ancamanmu pun aku berencana membuatimu sebuah surat. Karena aku tahu bahwa kita adalah mantan yang cihuyy hehehe

Apa kabarmu hei nona aja ya aku panggil. Gak perlu nama apalagi panggilan sayang seperti dulu, udah basi apa gak ya… Selain itu juga untuk antisipasi just jaga-jaga jika ada yang ngeh bahwa surat ini aku yang buat dan ditujukan buat dirimu hehehe
Yang penting kamu tahu kalau surat ini buat kamu. Mungkin ini bukan surat terakhir tapi aku gak janji kapan lagi aku bisa menulis surat, karena kitakan udah nggak. Atau kamu perlu mengancamku lagi jika kangen dengan surat dariku? boleh… *jambakrambut

Aku.. kangen juga kok. Serius aku kangen. Kangen cerita dulu. Gak mungkin terulang kembali. Dan jangan sampai terulang kembali deh.
Atau kamu mau mengulang lagi ya? ayo ngaku…

Hei nona, dirimu telah banyak berbuat untukku. Aku berterima kasih untuk itu. Tapi memikirkan hal-hal yang telah terjadi dulu membuat aku takut jika kamu kembali mengancamku dengan kata-kata di smsmu.
Hehehe gak kok aku hanya bercanda. Aku tahu kamu, sebaik kamu tahu aku. kan kita mantan yang cihuyy. Aku masih bisa sedikit bangga punya mantan yang masih bisa saling contack. Ada loh orang-orang, semenjak menjadi mantan seolah perang dihadang. Cuek bebek apapun yang terjadi, tapi dibalik ketidakpeduliannya aku yakin mereka masih mencari tahu perkembangan mantannya masing-masing hihihi . *ditimpuk

Nona, Dulu kamulah bintang, bintang dalam hatiku dalam tidurku dan sekarang kamu tetaplah sebuah bintang. Karena jika aku menengok keatas langit pada malam hari, aku masih mengenalmu dan mengenangmu. Tetaplah menjadi dirimu sendiri dan tetap menjadi sahabat.

Kutegaskan surat ini kubuat bukan karena ancamanmu dan aku tahu kalau kamu hanya bercanda tentang itu. Karena kita memang mantan yang cihuyy…

Thnsk ya sistaa

from me
mantan cihuy

Aku

Aku terjatuh, di lima hari yang lalu. Tangan kananku retak dan tulang punggungku bermasalah. tapi syukurlah tidak terjadi hal yang sangat menakutkan. Pernah selama perjalanan ke rumah sakit, aku kepikiran kalau aku akan lumpuh, karena pinggangku sungguh sakit saat itu. Tapi hasil dari rontgent menunjukkan kalau tulang punggung atau tulang ekorku tidak apa, hanya memar.
Sakit rasanya jika mau di bawa baring atau dari posisi baring mau membangunkan badan ini, ngilu atau linu.
Tangan kananku praktis tidak bisa di fungsikan. tapi entah sekarang kok bisa dipakai buat ngetype walau perlu disanggah. Untuk hal ini aku bersyukur sekali.

Sempat sampai tadi malam aku memutuskan untuk tidak mengikuti program #30harimenulissuratcinta. Karena merasa tidak sanggup untuk mengutak-ngatik type keyboard ini dengan satu tangan. Tapi selepas Jumatan sekilas aku melihat twitter, aku membaca beberapa postingan surat yang sudah masuk ke beberapa petugas pos, aku merasa bersemangat kembali. Aku mencoba untuk mengetik dengan kedua tangan, dan Alhamdullillah bisa difungsikan, paling tidak untuk mengetik surat ini.

Dilain hal, aku sudah janjian sama seseorang kalau bakal ikutan program ini, jadi gak enakan jika aku batal. Dan selain itu, aku mendapatkan petugas kece yang baru @iitsibarani_. Salam kenal yaaa. Maaf kalau aku akan ikut andil merepotkan dirimu selama satu bulan ini. Salam love love ahh..

Di ujung surat singkat ini ku ingin berdoa semoga kita semua selalu aman dalam beraktifitas, selalu hati-hati dan jangan sampai celaka seperti diriku.

Hati-hati ya sista…

tds

Genap30

Akhirnya sampai di penghujung kisah, genap 30 hari menulis surat berkeluh kesah, ungkap rindu atau cinta. Terima-kasih untuk bosse dengan pos cintanya beserta semua petugas pos dan petugas siaganya, terima kasih juga kepada teman-teman yang pada rajin dan hebat-hebat dalam menulis surat, aku banyak belajar dari baca-baca surat kalian.

Acara gathering yang kesekian kalinya aku tidak bisa mengikuti karena jauh dari tempat dimana aku tinggal. Semoga suatu saat entah kapan aku bisa ikutan. Semoga acaranya suksess dan berkesan. Selamat berhappy ria, semoga menjadi moment yang tak terlupakan. Semoga tahun depan aku masih bisa ikutan nulis surat lagi yaa….
Maaf surat singkat yang dibuat tepi jalan raya, surat pendek penuh arti sedemikian hati yang masih kembang kempis merasakan cinta yang tersisa pada bulan february.

Salam hangat penuh bintang

tds

*surat#30*30harimenulissuratcinta*

You’llneverwalkAlone

Dear mas Stevie G,

Begitu kamu kami sapa dalam dialek bahasa Indonesia. Apa kabarmu? Aku lihat di layar televisi langsung dirimu dalam beberapa match, kamu kelihatan sehat banget.

Bagaimana Liverpool FC?
Ok, Tahun ini sudah melewati tahun baru 2014 tapi peluang untuk tetap berada di zona Championship masih terbuka. Malah tidak menutup kemungkinan juara Priemership-pun bisa di raih melihat klasemen sementara untuk 4 tim teratas lumayan ketat. Apalagi beberapa pertandingan ke depan bakal bertemu di antara tim-tim kuat. Perubahan pimpinan klasemen selalu akan mungkin terjadi. Selain permainan dengan schema yang seimbang dan strategi yang jitu, tentu semangat untuk memenangkan pertandingan selalu besar. Semangatt yaa… Semangaaat…

Mengikuti perjalanan Klub ini pada kompetisi 2013-2014 sekarang, sangat antusias dan bikin jantung dag dig dug darr… Dari akhir tahun kemarin sempat memimpin klasemen eh akhirnya tertinggal lagi diposisi 4. Ayo semangat mas Stevie, peluang masih selalu ada. Paling nggak, kalian masih memberikan kami semangat dan kekuatan untuk memelototin pertandingan demi pertandingan sampai terakhir peluit dibunyikan dan sampai akhir kompetisi untuk selalu berjuang.

Coba bayangin kompetisi tahun-tahun sebelumnya, keseringan kita sudah keteteran sebelum memasuki awal tahun baru. Tapi sekarang harapan dan peluang masih terbuka. Mengingat Liverpool kini sudah mulai menemukan irama permainannya lagi.

Ampun jangan sampai seri apalagi kalah. Menang kalah tidak hanya mengubah klasemen, tapi lumayan mempengaruhi mental. Sekarang sudah masuk babak penting menuju juara.

Pada jaga kesehatan ya mas stevie, bilangin juga ama teman-temannya yang lain. Waktu latihan juga hati-hati. Trus tolong bilangin jaga emosi, cool aja mainnya. Jangan tersulut ama pancingan pemain lawan, biasa itu mancing-mancing gitu bagi mereka, yang penting kita sportif aja okehh..

Trus bilangin juga jangan diving yaa.. idih malulah kalau diving-divingan.Titip salam ama suarez, bilang ama dia kalau dia sudah dewasa-an. Sudah pintar jaga emosi, bilangin untuk rendah hati aja. Bilang untuk cetak lagi gol-gol yang banyak, spektakuler.
Nitip salam buat sturridge juga, bilang dia kalau dia keren. Permainannya ok banget ama suarez. Saling mengisi dan saling menutupi. Komplit mereka, hebatt.. Pemain pemain tengah juga dominan mas, kedalaman permainan yang diperanin ama mas lucas atau kadang ama mas stevie jika mas lucasnya absen sangat apik. Winger-winger mumpuni pada mas coutinho atau dik sterling sangat membuat pihak lawan cemas-cemis gitu. Mas handerson juga hebat, sering jadi penyelamat di saat-saat genting gitu. Pokoke joget ya mass…

Mas stivie juga… kangen lihat mas nyetak goal lagi. Ayo buat yang lebih spektakuler mas, shooting dari setengah lapangan gitu…

Ok mas, sekian surat dari salah satu penggemar mas, dan salah satu dari pendukung Liverpool. Salam yang buat om brendan dan juga teman-teman yang lain yaa…

You’ll never walk alone

tds

*surat#29*30harimenulissuratcinta*

Petugas posku

Aku rasa aku sudah memasuki fase gamang di mana bingung mau menuliskan kepada siapa atau mau menulis apa. Mungkin hanya aku saja yang merasakan, karena sudah tinggal menghitung jam saja bagi kita untuk ditinggalkan bulan Februari yang manis ini. Mungkin juga, tidak sulit bagi mereka yang memang penulis untuk menelorkan ide-ide segar yang bisa disampaikan setiap harinya. Tapi aku sesungguhnya bukanlah seorang penulis, dengan berusaha menulis surat setiap hari membuat aku seperti kehabisan ide menjelang akhir bulan.
Mengikuti kegiatan ini sungguh merupakan pengalaman yang mengasikkan, melatih otak untuk mengeluarkan ide untuk menulis, harus menulis!
Aku juga membaca blog teman-teman semua sebisaku. Banyak yang aku pelajari disana. Kehebatan teman-teman dalam membawa emosi pembaca kedalam tulisan adalah hal yang sangat mengasikkan. Kadang aku ikut terbawa alur tutur cerita yang di tuliskan dengan sangat indah.

Surat ini mungkin surat terakhir (mungkin loh), karena besok hari jumat adalah surat kaleng. Sedangkan nggak tau kalau hari sabtu pada tanggal 1 Maret nanti masih bisa membuat surat terahir lagi, karena sudah awal bulan.

Dear kakak petugas pos,
@omemdisini sebagai petugas pos keliling, dan @sunoesche sebagai pos siaga yang memang siaga menjadi petugas pos keliling di saat kak @omemdisini cuti. Inginku ucapkan terima kasih kepada kalian berdua sudah mengantarkan surat-surat terutama surat aku, apalagi happy mengantarkan surat #NaikAgya. Ku doakan semoga kalian sehat selalu dan dalam kondisi yang terbaik. Terima kasih juga kepada Bosse dengan @poscinta yang mengadakan event ini. Sangat membantu membangkitkan semangat menulis kembali dari tidur panjang. Semoga semangat ini tetap bertahan di setiap bulannya.

Sekian surat singkat ucapan terima kasihku.

*surat#27*30harimenulissuratcinta*

Wanita mulia

Kepada ibu,

Ibu yang sangat mulia dalam hatiku, sesungguhnya wanita yang paling mulia dimuka bumi adalah ibu yang nomor satu. Tanpamu aku tiada, tanpa kasih sayangmu aku akan terluka, terkoyak di makan zaman. Pengorbananmu tak terlukiskan, tak sanggup di ungkap hanya dengan sekadar rangkaian kata-kata. Terlalu kecil jika cerita mulia hidupmu untuk kutuliskan disini. Wajarlah jika dikatakan bahwa Surga berada ditelapak kaki ibu. Artinya aku harus tetap sujud dan hormat kepadamu di tempat paling rendah dibawah kakimu. Pengambaran penting dari Tuhan, bahwa selain amal-amalmu yang lain- jangan pernah menghardik, marah dan durhaka kepada ibu. Karena tiada arti semua amal dan kebaikanmu dimuka bumi ini jika kita mengabaikan orang yang melahirkan kita.

Aku mengerti, di saat ibu berusaha melahirkan aku kemuka bumi ini. Ibu mempertaruhkan semuanya, bahkan nyawa. Tidak berani aku untuk mengatakan tidak kepadamu ibu sampai saat inipun. Sebisa selama nafas masih berhembus, jam berapapun dan langit dalam terang ataupun gelap, aku akan sedia selalu megantarmu kemanapun ibu mau pergi. Kadang di dalam ketidakbisa-anku pun, aku memberitahumu dengan halus bahwa aku tidak bisa saat ini. Aku takut jika ketidakbisa-anku terdengar hanya sebagai alasan bagimu. Tidak ibu, aku pasti mengantarmu setelah aku meyelesaikan pekerjaanku ini.

Di saat menulis surat ini, kuteringat masa-masa kecilku bersamamu. Di dalam ketidaksadaranku di saat aku dulu nakal, engkau selalu sabar mengurusku dalam senyum dan tawa. Ibu selalu menjadi orang pertama yang melindungiku jika ada yang mengusikku dulu, Ibu yang pertama ketakutan di saat aku terjatuh- begitu cemasnya dirimu, ibu rela basah dalam hujan hanya untuk melindungi kepala dan tubuhku di saat hujan turun waktu kita kehujanan, ibu selalu ingat akan diriku jika pergi ke-kondangan, selalu ada kue atau sekadar buah yang ibu bawakan untukku. Kadang ibu rela tidak makan disana karena hanya ingin membawakan sesuatu kepadaku dulu. Ibu yang menemaniku mengerjakan pr dan mengajarkan kepadaku pelajaran yang tidak kupahami, padahal kadang aku melihat ibu tidak mengerti, tapi ibu selalu berusaha mencaritahu untuk menyelesaikan soal. Di saat aku beranjak remaja, ibu menjadi tempat keluh kesahku, dan tanpa canggung kadang aku mengadu kepadamu kalau aku telah jatuh cinta. Itu semua cerita dulu, cerita indah di saat aku kecil hingga remaja masa sekolah.

Ibu cantik, aku mengingat setiap garis wajahmu, wajar jika ayah begitu mencintaimu. Aku mengingatmu dengan jelas. Sekarang ibu beda, zaman yang beranjak senja membawa perubahan disetiap mahkluk ciptaan Tuhan, termasuk aku dan ibu tentunya. Ibu kini sudah menua, rambut memutih dan bergerak pelan. Tapi bagiku, ibu selalu cantik. Ibu cantik selamanya tidak akan lekang dimakan zaman, terpatri dalam darah dan sanubariku.

Sekarang, aku ingin membahagiakan ibu. Memberikan kehidupan yang sangat berarti kepadamu ibu. Aku tidak ingin ibu merasakan kekosongan dalam hidup ini. Kesetiaan ibu kepada ayah untuk tidak pernah menikah lagi setelah kepergian ayah memberikan pelajaran kepadaku tentang arti kesetiaan dari satu sisi. Tapi aku tidak pernah menyalahkan jika ada ibu-ibu yang lain, atau bahkan ibu sendiri menyatakan ingin menikah lagi. Kesetiaan itu kondisional dan tidak untuk saling menyakiti.

Akan kulakukan semua keinginannmu ibu, apapun itu. Katakanlah apa saja permintaan ibu. Nanti sore pulang kerja aku akan memelukmu ibu. Aku ingin merasakan kehangatan dan mengingat masa-masa dulu, aku ingin bermanja denganmu barang sesaat.

Sekian ibu surat singkat ini, surat yang hanya bisa memuat sedikit dari ribuan kebaikan dan pengorbananmu atau jutaan tak terhitung lagi. Aku tak sanggup mengganti dengan apapun, yang bisa kulakukan adalah ingin membuat dirimu selalu tersenyum dan bahagia. Ampunkan segala dosaku ibu jika selama ini segala perbuatanku menyakitimu, tidak berkenan dihatimu. Walau senyum selalu mengembang di bibirmu tapi aku takut dalam hatimu ada perih yang aku tidak ngerti. Karena aku tahu kalau ibu sangat pintar dalam menyembunyikan sesuatu rasa kepadaku. Katakanlah ibu apa kekuranganku atau apa maumu sehingga tidak ada sedih dihatimu kecuali senyum dan bahagia yang tersisa.

Dengan cinta,
Tedi

*surat#26*30harimenulissuratcinta*