dear sayang…
hi apa kabarmu? kuharap kamu baik-baik saja disana, aku disinipun demikian baik-baik saja. bagaimana juga om dan tante? fine kan.. syukur deh aku bahagia kalau kalian disana bahagia.
seperjalanan waktu, detik, menit, jam dan haripun berlalu. tanpa berasa kalau gak dirasa, tapi bagiku sangat berasa karena selaluku rasa, kini dirimu dan keluarga sudah pindah jauh, kamu terpaksa mengikuti papamu yang pindah tugas. aku sangat tidak bisa menerima pada awalnya… hihihi tapi siapa diriku yang mengatur segala persoalan keluargamu… tapi serius deh, sangat berat mengetahui dirimu akan segera pindah walau kamu memberitahukan tentang itu tiga bulan sebelum keberangkatanmu. menjalani tiga bulan terakhir menjelang keberangkatanmu sungguh berat bagiku, aku tidak bisa bisa berlaku biasa, kadang aku salah tingkah didepanmu. tidakkah kau merasakannya? apa kamu juga merasakan itu?
kadang dalam kebersamaan kita menjelang tiga bulan itu, malah kita beberapa kali sering berantem. Ya aku rasa suatu kejadian yang sebenarnya tidak perlu terjadi. hanya hal-hal kecil saja bisa membuat kita diam-diaman selama 1 x 24 jam. tapi setelah itu, saat matahari menjelang terbit, fajar segera menyingsing, disaat aku terbangun dari tidur lelapku, perasaan rindu menjadi menggebu-gebu, ingin segera menghubungimu. berkata ‘maaf’ dan membalasnya dengan menghibur kesedihanmu yang kemarin. aku sedih disaat hari kepergiannmu dulu, aku hanya mengirim sms dengan sebaris kalimat, tanpa datang menghantarkanmu kebandara. aku bisa mengerti kebingunganmu terhadap mama dan papamu yang pasti bertanya-tanya kenapa aku tidak ada… padahal semua teman-teman kita semuanya hadir. aku sendiri kalau menjadi dirimu tentu akan bingung mengatakannya apa yang harus kukatakan.
tapi ya sudahlah… itukan dulu, kini tentunya kamu damai disana. setiap saat dikunjungin sama mama dan papamu. aku maaf belum bisa mendatangimu, walau sekadar menatapmu pun aku belum berani. aku sedih dengan apa yang telah terjadi dengan semua ini. aku sedih karena setiap malam dirimu seolah menatapku, melihatku. aku tahu kamu rindu sama aku dari sejak kepergianmu dulu sampai sekarang. mungkin ada beberapa kata yang kamu ingin sampaikan kepadaku, kata-kata yang dari dulu kamu ingin katakan. aku tahu kok apa yang ingin kamu katakan, karena aku juga ingin mengatakan yang sama kepadamu. kalau kamu itu sangat mencintai aku, aku juga begitu sungguh mencintaimu always and forever. walaupun kini kamu telah jauh sekali dari aku sekarang tapi aku tahu perasaan kamu itu bagaimana, sama dengan kamu yang tahu aku banget bagaimana aku.
kita tumbuh dan bermain dari kecil, hingga kini timbul butir-butir cinta yang dihasilkan dari kebersamaan kita selama ini. segala halangan sampai rintangan yang pernah terjadi semua sudah kita lalui. dari mereka-mereka yang suka sama kamu atau teman-temanku yang suka sama aku, semua itu bisa kita hindari karena tulisan cinta yang pernah kita tulis dengan darah dari jari manis kita masing-masing. kita tulis kata “C I N T A C I N T A” pada sebuah batu besar di pantai kita disana. entah kenapa tulisan itu sampai kini tidak memudar tidak hilang. Tulisan itu begitu nyata masih terlihat, mungkin karena posisinya yang terhindar dari sinar matahari dan hujan yang membuat tulisan itu tidak hilang. karena kekuatan cinta itulah kita berhasil tetap bersatu walaupun pernah di protes oleh kedua orang tua kita. tapi kita tetap jalan sampai mereka luluh membiarkan kita bersama.
kamu jangan kaget yaaa… batu itu kini sudah duduk manis di rumahku sebagai hiasan disalah satu sudut kamarku. batu lumayan berat itu yang kini aku namakan batu cinta, dipindahkan olehku dengan bantuan beberapa teman kita dan ayahku. kepada ayahku aku ceritakan tentang batu itu yang sebenarnya kenapa dan bagaimana. dan dia kaget dan sangat menghargai perasaanku. cuma dia meminta aku berjanji satu hal, untuk tidak hanyut dalam perasaan. dia akan katakan kalau dia akan menghancurkan batu itu jika aku down dan down dalam hidup ini, ya dan aku berjanji untuk bangkit dari kesedihan ini.
kini aku merasakan kalau dirimu selalu berada dalam hatiku. kamu jangan sedih, aku selalu ingat apa yang terjadi dan selalu mencintaimu always and forever. beberapa saat memang aku kadang ikut terhanyut dalam perasaaan ini walau tidak kutunjukkan pada kedua orang tuaku.
dan aku masih merasa bersalah kepadamu. aku yang jahat melukai hatimu karena hanya masalah kecil yang selalu terjadi. sampai aku tidak bisa menghantarkan kepergianmu. kesedihanku yang paling besar adalah aku tidak bisa hadir pada saat hari pemakamanmu, pada saat hari terakhir kamu didunia ini aku tidak ada. aku tidak mengetahuinya, tidak ada yang mengabarkan kepadaku. aku sungguh sedih…
pada hari itu tiga hari setelah kedatanganmu ke kota itu, aku mencoba untuk meng sms dirimu.
aku tulis “sayang.. apa kbr? gmn keadaan disana? aku maaf ya ttg hari itu… :*”
dan beberapa saat kemudian aku menerima balasan sms darimu yang mengatakan
“sayang, i miss you so much:*”.
mendapatkan sms darimu sungguh membuat hatiku girang saat itu. aku langsung menelponmu, tapi telponmu mendadak mati, seperti tidak ada sinyal atau memang seperti hp yang sudah dimatikan. aku takut kalau dirimu masih marah kepadaku sehingga kamu mematikaan hpmu setelah sms itu.
besok dan besoknya aku masih berusaha menelpon kamu dan hpmu masih mati. Dengan segala keberanian aku mencoba menelpon orang tuamu menanyakan tentang dirimu. dan jawaban yang aku dapatkan membuat seolah petir menyambar diriku, hatiku kecut sejuk terasa, jantungku seperti berhenti berdetak, aku tertunduk. bajuku mulai basah, air mataku mengalir tanpa bisa kutahan. aku mendapatkan berita tentang kecelakaanmu. seolah aku akan mati juga saat itu, seolah aku ingin mengejarmu, menangkapmu.
perasaan bersalahku semakin besar dan besar karena sampai kini aku belum bisa mendatangimu menjengukmu menabur bunga cinta di pusaramu, menyiramkan air sukma di makammu dan memanjatkan doa disamping kuburmu. aku janji aku akan datang segera ketempatmu, karena aku sangat mencintaimu sayangku…
tentang always dan forever itu bagaimana… apakah sungguh cintaku cintamu always dan forever. sungguh cinta kita akan always and forever. kamulah cinta kecilku dulu sampai kini sampai akhir hayatmu, sampai akhir hidupku nanti… dan always dan forever.
m e l o v e y o u