Masih dirimu

Hi pujaan hati,
Maaf hari ini aku tidak terlalu sering me-reply chatmu. Karena kesibukan dadakan di pagi hari ini di tambah hujan deras sedari subuh tadi mengguyur kota. Tapi akhirnya kan tetap aku telah menjawab kabar darimu, me-reply beberapa sapamu di pagi ini.
Hari ini dingin. Dingin deh enak gitu. Dan akhirnya aku punya waktu sekarang duduk sesaat untuk mengetik selembar surat untukmu. Apa yang engkau rasakan hari ini? Pakailah sweatermu atau sekedar baju hangatmu apa aja, yang ada aja, dingin kerasa seperti tidak biasa. Tuhan selalu berbaik hati kepada kita. Kini telah memberikan kesejukan setelah beberapa hari lalu panas terik.
Ingat dulu? Disaat pertama kali aku menggenggam tangamu? Tanganku basah katamu. Iya tanganku ternyata mengeluarkan keringat, efek dari reaksi hati. Kita diam beribu bahasa melihat kedepan menempuh perjalanan indah walau jalan yang sama kita lalui setiap harinya.
Memang hidup ini aneh. Semuanya harus berdasarkan hati. Disaat hati ini damai dan penuh dengan cinta, tentunya perjalanan menjadi indah. Apa saja menjadi tawa dan semua kelihatan seirama. Tapi disaat hati ini panas, sedih, marah atau cemburu. Perjalanan yang biasa indah berubah menjadi nestapa, panas dan membosankan, ngeselin saja.
Ya seperti perjalanan kita. Semua rasa sudah kita rasakan. Hampir semua kondisi sudah kita lalui. Dan kita selalu menemukan jalan bersama kembali. Semoga selamanya seperti ini.

Pujaan hati,
Hari ini aku sibuk sekali. Maaf hanya segini. Aku sambung esok lagi. Jangan sedih. Besok janji lebih.

 

iloVeYou

Dirimu terlalu

Dirimu

Hi..

Aku kaget jika hari ini adalah tanggal 31. yaahh pertualangan menulis surat kembali akan aku lakoni. hmm tantangan yang menarik adalah sanggupkah aku menulis satu surat untuk satu hari?
Di tengah kesibukan yang menjadi rutinitasku? ahh aku malu untuk menjanjikan ini
walaupun aku ingin sekali bisa melakukannya.
Malu nih jika aku keteteran nantinya, padahal di awal aku memutuskan untuk mendaftar mengikuti parade menulis surat yang di adakan tahunan ini. Sungguh sayang untuk dilewatkan, tapi serasa berat untuk dijalankan. Jadi apapun dan bagaimanapun aku awali semua langkah ini dengan membaca Basmalah..

Anyways, kok lebih seperti curhat dari pada menulis surat hahaha.. hmm ok kalau begitu,
back to “menulis surat mode”.

Kepada pujaan hati,

Hai pujaan hati apa kabarmu? Aku yakin engkau lagi baik-baik saja. Masih bingung menentukan pilihan? Kuatkan hatimu dan yakin dengan sebulat hati bahwa apa yang telah engkau putuskan adalah hal yang terbaik buat dirimu.
Jangan takut.. aku dan beberapa orang lagi you know, akan selalu support langkah apa saja yang akan engkau ambil. Yakin dengan pilihanmu maka hidupmu akan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Commit dan Tuhan akan membimbing langkah kita. Tapi sayangku, kita juga harus percaya akan takdir. Kadang Tuhan merubah rencana kita semauNya karena Dia memang yang mengatur segalanya. Di saat Tuhan merubah rencana kita, yang harus engkau lakukan adalah menerima dengan lapang dada dan yakin bahwa yang terjadi saat itu adalah kondisi terbaik yang telah diberikan
kepadamu. Jadi jalanin aja, aku akan selalu ada disampingmu.. You jump i jump right. Seperti tik tok romatis antara rose dan jack dalam Titanic hehehe…

hai pujaan hati, khusus di hari pertama 30harimenulissuratcinta ini, ku khususkan menulis buat dirimu. Lima tahun? Enam tahun? Entah aku selalu tidak terlalu mempersoalkan sudah berapa lama kita bersama-sama. Yang penting selama itu aku ingin selalu melihat engkau bahagia. Karena aku tahu kalau bahagia yang sebenarnya, begitu mahal buat dirimu.

Hai pujaan hati, tersenyumlah… kita bersama-sama tertawa dalam perjalanan panjang ini. Aku suka disaat engkau tertawa lepas. Aku melihat sesaat engkau bisa melupakan kesulitan-kesulitan yang engkau hadapi hampir sepanjang minggu. Kasihan dirimu kekasih hatiku. Nanti pada waktunya juga engkau akan tersenyum sepanjang malam. Sabar ya.. di saat ini hanya sabar yang harus bisa engkau andalkan. Selain kekuatan untuk tetap bertahan.

Hai pujaan hati, Aku memang lelah. Tapi aku tidak pernah lelah untuk membuatmu bahagia. Secara fisik
aku pasti lelah karena kerjaan… Tapi dalam kelelahanku dalam tidurku, dirimu selalu ada. Aku selalu memikirkanmu. Aku selalu memimpikanmu.

Pujaan hatiku…
iLoVEyOu

Sweetheart

Kepada adikku,

Dear adik, sudah berjalan setengah bulan february ini tapi aku belum menulis satu suratpun untukmu, tapi kali ini aku khusus menulis surat buat kamu. Apa kabarmu disana? ahh padahal baru aja kemarin hari minggu kita ketemu yahh.

Maafkan kakakmu ini, karena sibuk or sok sibuk menurut adik. Abis beberapa minggu or bulan ini kakak so annoying gitu kata-kata adik, malah sampai bilang i hate you totally, wew begitu menakutkan.
Jangan bilang hate lagi yah, aku ngerti adik so marah. Banyak janji kakak yang belum terealisasi untukmu. Salah satunya adalah janji untuk membuat surat buat adik.

Salah satu yang bikin kakak sulit menulis surat buat adik adalah karena kakak bingung how to express my feeling, mau menulis apa :)) karena hampir setiap hari kita talking-talking by whatsapp, line or dm-an. Dan kemudian kesulitan yang kedua adalah karena menulis disini like reality show, no privacy :)) ihh masa surat to you di post di blog?

Surat ini tidak seperti surat cinta ya… so sorry abis surat ini lebih seperti surat permintaan maaf dan berisi sedikit keluhan-keluhan kakak.
Ok fine, so kapan pulang kembali? this week or next two weeks? Soon setelah adik pulang ayuk main ke laut lagi, larian ngejar kepiting di pantai surut like always, terus berkendara jauh sepanjang jalan menelusuri hingga ke ujungnya sambil mendengarkan lagu dan bernyanyi like orang gila 😉 hmm atau kita foto-foto narsissan berdua?
Hmm kakak ingat sesuatu yang lucu terjadi, Kakak berdiri bergaya like model di belakang sebuah pohon dan adik pegang kamera n take picture. Kenapa hasil di foto tidak ada kakak? yang ada hanya bagian atas pohon, you yaa so annoying waktu itu :p

Yup mabeb, maaf suratnya singkat, next time kakak kirimin surat lagi ya, janji sebelum end of this month (janji lagi deh hehehe)…

:*
To you from me

.
.
.
tds

*surat#17*30harimenulissuratcinta*

Tulisan darimu

Ada kutipan dalam diary adikku.

“I have question. Why Do God let us know each other when at the end we have to separate from each other…”

“We met through the computer screen where i could only type and say hi to you, talk to you. Then the thing called LoVe grow between us, For you my brother”.

Ok. Tuhan memberikan kita kesempatan untuk bertemu kemudian kenalan dengan cara yang telah kita lakukan. Seperjalan waktu, alam mulai memahaminya. Hutan, pepohonan, langit, tanah yang kita pijak, udara yang kita hirup, angin, rintik hujan, pantai yang sering adik kunjungi semua memahami kondisi yang terjadi. Tuhanpun mempunyai rencana yang juga harus kita pahami nanti. Akhir nanti, kebersamaan ataupun perpisahan yang sudah kita ketahui dari sekarang, semuanya bisa terjadi. Yang terpenting adalah aku ingin mengucapkan syukur telah bisa mengenalmu sampai sejauh ini. Bermain dan saling rindu sampai berantem yang tidak perlu sudah kita lakonin. Lucu, tertawa, sampai sedih, marah dan menangis di bawah shower seperti yang adik sering tuliskan pernah terjadi. Aku bersyukur dengan apa yang terjadi, Aku menikmati kebersamaan yang terjadi sekarang.

Aku tidak mau berasumsi akhir seperti apa yang akan terjadi. Kejadian itu memang sudah terbayang sekarang, akhir yang sama-sama kita mungkin tahu. Tapi bukankan lebih baik kita tidak terfokus dengan takdir yang nanti akan diberikan. Aku takut kita akan terbelenggu dengan pahitnya perpisahan yang belum akan terjadi. Sehingga waktu sekarang ikut bernuansa sendu, tidak ada senyum ceria lagi dari diriku atau dirimu. Padahal hari masih terang dan matahari bersinar dengan teriknya, perjalanan masih indah.

Dengan segala kemungkinan terbesar, masih tersimpan sedikit harapan. Kemungkinan-kemungkinan kecil ini masih bisa memperpanjang nafas kita. Semoga waktu yang tersisa bisa memberikan solusi bagaimana sebaiknya kejadian nanti. Tapi apapun hasilnya, takdir Tuhan selalu akan kita pahami, harus kita terima sesulit apapun nanti.
Yang terpenting aku masih ingin selalu bersamamu, membuat perahu kertas. Kita akan hanyutkan mereka ke laut lepas, berlayar entah sampai kemana mengikuti arus yang juga merupakan takdir Tuhan.

meloveyou
tds

aku mau kembali

ahhh tidak tahu harus kemana kaki ini akan kubawa. tidak mengerti tidak mengerti dan tidak mengerti.
aku selalu tidak mengerti dengan isi kepala seorang wanita. kadang begini dan kadang begitu..ya tidak semua wanita mungkin seperti ini. disini aku menceritakan tentang wanitaku.
setelah semuanya terjadi, aku memutuskan untuk kembali walau tidak dengan bahasa langsung tapi aku tahu kalau dia tahu dan dia tahu kalau aku tahu. tapi dia menolaknya dengan bahasa yang dia tahu kalau aku tahu dengan alasan katanya sudah capek hati dan kemudian mengatakan aku itu complicated. artinya dia tak menginginkan aku kembali.
dari sejak saat itu aku menghilang. tidak ada yang bisa aku harapkan lagi karena dia menolak untuk kembalinya diriku. aku menghilang bagai angin dalam udara tipis kutub.
setelah aku menghilang selama dua hari tanpa jejak,,,
kini dengan bahasa yang dia tahu aku tahu dan aku tahu bahwa dia tahu,dia mengatakan kalau aku tidak perlu sembunyi. karena tanpa aku sembunyipun dia telah merasa sakit.
oh Tuhan… maksudnya apa… dia mau aku tetap exist melihat kegiatan dia yang berjalan sedangkan aku tanpa kata-kata berdiam diri menahan?

memberikan saran pada orang lain memang sangat gampang sekali, tapi disaat kita sendiri mengalaminya sungguh bingung mau melakukan apa.. dan harus bagaimana…

harusnya aku tidak menulis tentang ini lagi… aku sudah tidak mau bersinggungan dengan masalah ini karena untuk menghilangkan segala memori selama ini aja sulit dari kepalaku.
tapi kadang tangan dan jejemariku dominan menekan tuts tuts keyboard ini padahal aku kepalaku sudah hampir mau pecah.
aku mau teriak tapi tak mampu kulakukan sekarang… dimana bisa kuteriakkan?

apa aku harus menelpon? bicara langsung? meminta dengan sangat?
meminta maaf sampai terduduk bersimpuh didepanmu? baru aku bisa kembali? baru kamu mau memaafkanku?
katakanlah kalau tidak maka tidak, kalau iya maka iya. mau kamu bagaimana… kalau kamu bertanya kepadaku sungguh aku mau kembali.

separuh aku

karena separuh aku adalah dirimu, karena itulah dirimu tidak akan pernah terlepas dari tubuh dan hati ini. kemana-mana selalu terbawa dalam derap langkah kakiku yang mengarungi hidup yang selalu berusaha melupakanmu dulu.
karena separuh aku adalah dirimu, karena itulah dengan berpeluh basah tubuh, dengan terisak-isak senduh… berusaha menghilangkanmu dari pikiran, dan tidak pernah bisa berhasil.
karena separuh aku adalah dirimu maka karena itu aku pernah bertanya pada langit yang membentang luas kira-kira dimanakah tubuh ini bisa menghilang? dan dijawab oleh langit selama separuh aku dirimu maka aku tidak akan pernah bisa menghilang.
karena itu aku bertanya juga pada gunung sang gergasi, apakah diriku bisa tenggelam didalam kawah panasnya untuk melepaskan kegundahan ini? Kemudian dijawab oleh gunung selama separuh aku dirimu maka aku tidak akan pernah bisa menghilangkan gundah… serumit itukah separuh aku dirimu….

jadi karena separuh aku adalah dirimu, maka pahamilah bahwa separuh aku memang dirimu dan segera menerima keadaan ini karena separuh aku memang dirimu adanya…
aku masih selalu berharap separuh aku ini menjadi milikku karena separuh aku ini memang bagian sisi dari diriku…
aku akan tinggal separuh jika separuh ini bukan dirimu., karena aku tinggal separuh maka tinggal tunggu waktu saja kalau separuh diriku ini akan tumbang tidak mampu bertahan karena tidak ada keseimbangan.
timur barat, kanan kiri, atas bawah, positif negatif, ying dan yang… selalu menjadi dua kutub berbeda yang saling melengkapi saling tarik menarik saling membutuhkan, balance dalam keseimbangan. jika satu tidak ada, tentu akan membuat perubahan besar dalam hidup.

karena separuh aku adalah dirimu, maka pahamilah bahwa separuh aku memang dirimu dan segera menerima keadaan ini karena separuh aku memang dirimu selalu… perubahan akan selalu ada bagaimana aku akan menjalankannya.

september yang luar biasa, terima kasih sudah memberikan warna dalam bulan ini, sesuatu yang penuh rasa seumur hidup tidak akan pernah hilang dari ingatan. besok tanggal 1 oktober hari senin, layak menjadi awal bulan yang penuh misteri. drama apa yang akan terjadi? goresan tinta kehidupan akan selalu menjadi teka teki. semoga langkah kita selalu diberkahi….

m e l o v e y o u

lolypop always sweet¤Corp®

petik satu bintang, ku hadiahkan kepada bulan

dear anak kecil,

biar seminggu ini menjadi minggu yang genting bagi kita, dari komunikasi yang terputus sampai dengan komunikasi tidak langsung, mau di akui atau nggak kalau aku masih memperhatikan kamu dan kamupun masih memantau aku.
setelah seminggu ini juga banyak yang kita pikirkan di pikiran masing-masing baik dan buruknya. jadi memang harus seperti ini jalannya.

singkat saja, semoga sukses menyertaimu tanpa aku yang bisa melihat atau mendengar tentangmu lagi.

no hp mu sudah ku delete dan kamu tau aku tidak pernah hapal no hp siapapun termasuk no ku sendiri, bbm, ym mu sudah gak ada, acc twitter lama ku sudah seminggu yg lalu aku hapus, kini acc twitterku yg baru juga sudah aku deactive in… percuma aku punya jika masih mengintip yang kamu lakukan, aku tidak akan menggunakan twitter lagi, tidak dan tidak…
requestku kepadamu untuk yg terakhir kali, ganti password yahoo dan fb mu, karena aku tidak bisa tahan untuk membukanya terus dan terus. lakukan ini untuk yang terakhir kali tolong.
aku ingin pergi dengan meninggalkan beban disini. jika aku ingin menulis akan aku tulis disini. lakukanlah requestku ini untuk terakhirnya… september kelabu….

from me, last 7361

lolypop always sweet¤Corp®

surat terakhirku

dear sayang…

hi apa kabarmu? kuharap kamu baik-baik saja disana, aku disinipun demikian baik-baik saja. bagaimana juga om dan tante? fine kan.. syukur deh aku bahagia kalau kalian disana bahagia.
seperjalanan waktu, detik, menit, jam dan haripun berlalu. tanpa berasa kalau gak dirasa, tapi bagiku sangat berasa karena selaluku rasa, kini dirimu dan keluarga sudah pindah jauh, kamu terpaksa mengikuti papamu yang pindah tugas. aku sangat tidak bisa menerima pada awalnya… hihihi tapi siapa diriku yang mengatur segala persoalan keluargamu… tapi serius deh, sangat berat mengetahui dirimu akan segera pindah walau kamu memberitahukan tentang itu tiga bulan sebelum keberangkatanmu. menjalani tiga bulan terakhir menjelang keberangkatanmu sungguh berat bagiku, aku tidak bisa bisa berlaku biasa, kadang aku salah tingkah didepanmu. tidakkah kau merasakannya? apa kamu juga merasakan itu?
kadang dalam kebersamaan kita menjelang tiga bulan itu, malah kita beberapa kali sering berantem. Ya aku rasa suatu kejadian yang sebenarnya tidak perlu terjadi. hanya hal-hal kecil saja bisa membuat kita diam-diaman selama 1 x 24 jam. tapi setelah itu, saat matahari menjelang terbit, fajar segera menyingsing, disaat aku terbangun dari tidur lelapku, perasaan rindu menjadi menggebu-gebu, ingin segera menghubungimu. berkata ‘maaf’ dan membalasnya dengan menghibur kesedihanmu yang kemarin. aku sedih disaat hari kepergiannmu dulu, aku hanya mengirim sms dengan sebaris kalimat, tanpa datang menghantarkanmu kebandara. aku bisa mengerti kebingunganmu terhadap mama dan papamu yang pasti bertanya-tanya kenapa aku tidak ada… padahal semua teman-teman kita semuanya hadir. aku sendiri kalau menjadi dirimu tentu akan bingung mengatakannya apa yang harus kukatakan.
tapi ya sudahlah… itukan dulu, kini tentunya kamu damai disana. setiap saat dikunjungin sama mama dan papamu. aku maaf belum bisa mendatangimu, walau sekadar menatapmu pun aku belum berani. aku sedih dengan apa yang telah terjadi dengan semua ini. aku sedih karena setiap malam dirimu seolah menatapku, melihatku. aku tahu kamu rindu sama aku dari sejak kepergianmu dulu sampai sekarang. mungkin ada beberapa kata yang kamu ingin sampaikan kepadaku, kata-kata yang dari dulu kamu ingin katakan. aku tahu kok apa yang ingin kamu katakan, karena aku juga ingin mengatakan yang sama kepadamu. kalau kamu itu sangat mencintai aku, aku juga begitu sungguh mencintaimu always and forever. walaupun kini kamu telah jauh sekali dari aku sekarang tapi aku tahu perasaan kamu itu bagaimana, sama dengan kamu yang tahu aku banget bagaimana aku.
kita tumbuh dan bermain dari kecil, hingga kini timbul butir-butir cinta yang dihasilkan dari kebersamaan kita selama ini. segala halangan sampai rintangan yang pernah terjadi semua sudah kita lalui. dari mereka-mereka yang suka sama kamu atau teman-temanku yang suka sama aku, semua itu bisa kita hindari karena tulisan cinta yang pernah kita tulis dengan darah dari jari manis kita masing-masing. kita tulis kata “C I N T A C I N T A” pada sebuah batu besar di pantai kita disana. entah kenapa tulisan itu sampai kini tidak memudar tidak hilang. Tulisan itu begitu nyata masih terlihat, mungkin karena posisinya yang terhindar dari sinar matahari dan hujan yang membuat tulisan itu tidak hilang. karena kekuatan cinta itulah kita berhasil tetap bersatu walaupun pernah di protes oleh kedua orang tua kita. tapi kita tetap jalan sampai mereka luluh membiarkan kita bersama.
kamu jangan kaget yaaa… batu itu kini sudah duduk manis di rumahku sebagai hiasan disalah satu sudut kamarku. batu lumayan berat itu yang kini aku namakan batu cinta, dipindahkan olehku dengan bantuan beberapa teman kita dan ayahku. kepada ayahku aku ceritakan tentang batu itu yang sebenarnya kenapa dan bagaimana. dan dia kaget dan sangat menghargai perasaanku. cuma dia meminta aku berjanji satu hal, untuk tidak hanyut dalam perasaan. dia akan katakan kalau dia akan menghancurkan batu itu jika aku down dan down dalam hidup ini, ya dan aku berjanji untuk bangkit dari kesedihan ini.

kini aku merasakan kalau dirimu selalu berada dalam hatiku. kamu jangan sedih, aku selalu ingat apa yang terjadi dan selalu mencintaimu always and forever. beberapa saat memang aku kadang ikut terhanyut dalam perasaaan ini walau tidak kutunjukkan pada kedua orang tuaku.
dan aku masih merasa bersalah kepadamu. aku yang jahat melukai hatimu karena hanya masalah kecil yang selalu terjadi. sampai aku tidak bisa menghantarkan kepergianmu. kesedihanku yang paling besar adalah aku tidak bisa hadir pada saat hari pemakamanmu, pada saat hari terakhir kamu didunia ini aku tidak ada. aku tidak mengetahuinya, tidak ada yang mengabarkan kepadaku. aku sungguh sedih…
pada hari itu tiga hari setelah kedatanganmu ke kota itu, aku mencoba untuk meng sms dirimu.
aku tulis “sayang.. apa kbr? gmn keadaan disana? aku maaf ya ttg hari itu… :*”
dan beberapa saat kemudian aku menerima balasan sms darimu yang mengatakan
“sayang, i miss you so much:*”.
mendapatkan sms darimu sungguh membuat hatiku girang saat itu. aku langsung menelponmu, tapi telponmu mendadak mati, seperti tidak ada sinyal atau memang seperti hp yang sudah dimatikan. aku takut kalau dirimu masih marah kepadaku sehingga kamu mematikaan hpmu setelah sms itu.
besok dan besoknya aku masih berusaha menelpon kamu dan hpmu masih mati. Dengan segala keberanian aku mencoba menelpon orang tuamu menanyakan tentang dirimu. dan jawaban yang aku dapatkan membuat seolah petir menyambar diriku, hatiku kecut sejuk terasa, jantungku seperti berhenti berdetak, aku tertunduk. bajuku mulai basah, air mataku mengalir tanpa bisa kutahan. aku mendapatkan berita tentang kecelakaanmu. seolah aku akan mati juga saat itu, seolah aku ingin mengejarmu, menangkapmu.
perasaan bersalahku semakin besar dan besar karena sampai kini aku belum bisa mendatangimu menjengukmu menabur bunga cinta di pusaramu, menyiramkan air sukma di makammu dan memanjatkan doa disamping kuburmu. aku janji aku akan datang segera ketempatmu, karena aku sangat mencintaimu sayangku…
tentang always dan forever itu bagaimana… apakah sungguh cintaku cintamu always dan forever. sungguh cinta kita akan always and forever. kamulah cinta kecilku dulu sampai kini sampai akhir hayatmu, sampai akhir hidupku nanti… dan always dan forever.

m e l o v e y o u

dia

aku terkesima dangan senyum dan tawanya. aku suka cara dia membawa hidupnya ini kearah mana… aku kaget melihat kekuatan hati nya dalam segala himpitan persoalan pribadinya, baik masalah di sekolah atau masalah di rumah. dia begitu menonjol dalam sosialisasi dan prestasi di sekolahnya, cuma ada sedikit beberapa persoalan di sekolah yang kadang terpikirkan olehnya dengan amat sangat. tapi itu semua bisa dilewati dengan tenang dan akhirnya dia berhasil.
persoalan dirumah malah lebih gawat , dia merasa terkukung dengan segala aturan yang ada, dia diam dan tetap selalu harus bertahan. dia kecewa dengan minimnya kasih sayang, minimnya perhatian. merasa orang tuanya lebih sayang orang lain daripada dirinya. kenapa bisa terjadi? pertanyaan itulah yang sering terngiang-ngiang di dalam kepalanya. pertanyaan yang sudah terpatri dari sejak dulu kala sampai dengan sekarang dan akan sampai kapanpun dia tidak akan mengetahuinya. atau….. sampai nanti tunggu dia sudah punya keberanian, waktu disaat sudah bisa berdiri sendiri, dia akan mengetahuinya karena dia akan bertanya. dan apapun jawaban yang akan dia dapatkan akhirnya juga tidak akan mempengaruhi apapun, dan merubah apapun. memang tidak akan merubah apapun karena dia adalah seorang yang sangat menyayangi keluarganya, dia sangat menyayangi satu persatu anggota keluarganya dari mama, papa sampai ke adik-adiknya. dia sudah bebas. bebas melakukan apa saja yang di inginkan, bebas melakukan yang dulu tidak bisa dilakukan karena aturan yang berlaku melarangnya, karena disaat itu dia harus tunduk dengan segala aturan itu.
pernah dia mengatakan padaku dulu… “suatu waktu nanti aku mau merasakan main di playground dalam waktu lama tanpa harus kembali jika aku belum puas bermain, aku kan teriak sekuat-kuatnya, aku akan tertawa lepas bermain dengan dirimu”, sungguh mimpi kecil yang sebenarnya bisa dilakukan oleh anak seumurannya kapanpun di hari libur. tapi walau mimpi sekecil itupun dulu dan kini sulit bisa dia dapatkan atau bisa dibilang tidak akan mungkin.

td