Author: tedi
!$ February

Heiii hari ini tanggal 14 February..
Apa yang istimewa hari ini? ya gak ada dong… biasa aja. Just like another day.
Senin permulaan hari, bersiap menghadapi kerjaan. Alhamdulillah ada kerjaan yang bermunculan, semoga bisa segera selesai.
Sudah lama tidak menulis disini. Kangen nulis biar sepatah dua kata, yang penting bisa memulai kembali menyalurkan uneg-uneg. Cuaca sudah sangat mendukung sejak hari Minggu kemarin. Panas-panas mantab gitulah… Alhamdulillah jadi bisa melakukan kegiatan apa saja.
Jangan berdiam diri, lakukan selalu aktifitas. Agar hidup bisa selalu bergairah. Olahraga jangan lupa seminggu sekali dua kali bisa lakukan joging. Ajak teman untuk melakukannya agar ada teman ngobrol, tapi jangan berpatokan sama teman. Jika teman berhalangan atau menolak, ya semangat… kita perlu lakukan sendiri. Ambil sepatumu, baju dan celana olahragamu. Larilah… hentakkan kakimu ke bumi, biar bumi bergetar, biar bumi merasakan energinya, biar bumi mengerti setiap pijakan kaki silih berganti kanan dan kiri adalah semangat hidup bergelora yang tidak mudah diredam dengan kesedihan…

Jangan bersedih… kamu tidak sendirian…
Salam dari bintang :*
Masih dirimu
Hi pujaan hati,
Maaf hari ini aku tidak terlalu sering me-reply chatmu. Karena kesibukan dadakan di pagi hari ini di tambah hujan deras sedari subuh tadi mengguyur kota. Tapi akhirnya kan tetap aku telah menjawab kabar darimu, me-reply beberapa sapamu di pagi ini.
Hari ini dingin. Dingin deh enak gitu. Dan akhirnya aku punya waktu sekarang duduk sesaat untuk mengetik selembar surat untukmu. Apa yang engkau rasakan hari ini? Pakailah sweatermu atau sekedar baju hangatmu apa aja, yang ada aja, dingin kerasa seperti tidak biasa. Tuhan selalu berbaik hati kepada kita. Kini telah memberikan kesejukan setelah beberapa hari lalu panas terik.
Ingat dulu? Disaat pertama kali aku menggenggam tangamu? Tanganku basah katamu. Iya tanganku ternyata mengeluarkan keringat, efek dari reaksi hati. Kita diam beribu bahasa melihat kedepan menempuh perjalanan indah walau jalan yang sama kita lalui setiap harinya.
Memang hidup ini aneh. Semuanya harus berdasarkan hati. Disaat hati ini damai dan penuh dengan cinta, tentunya perjalanan menjadi indah. Apa saja menjadi tawa dan semua kelihatan seirama. Tapi disaat hati ini panas, sedih, marah atau cemburu. Perjalanan yang biasa indah berubah menjadi nestapa, panas dan membosankan, ngeselin saja.
Ya seperti perjalanan kita. Semua rasa sudah kita rasakan. Hampir semua kondisi sudah kita lalui. Dan kita selalu menemukan jalan bersama kembali. Semoga selamanya seperti ini.
Pujaan hati,
Hari ini aku sibuk sekali. Maaf hanya segini. Aku sambung esok lagi. Jangan sedih. Besok janji lebih.
iloVeYou
Dirimu terlalu
Hi Puti,
Puti is pujaan hati hahaha…
Ok back to “menulis surat mode”.
Lima tahun? Atau udah enam tahun? Hmm aku sudah katakan aku tidak terlalu fokus kapan tanggal mulai kebersamaan kita. Ingat ya… Yang aku inginkan adalah kebahagiaan dirimu menjalani hari tanpa ada yang menyusahkan hatimu, tidak ada gelisah dan keluh kesah, apalagi ketakutan dan mimpi buruk itu.
Aku ingin menceritakan sebuah kisah dilihat dari sisi aku. Mungkin engkau sudah mendengarnya karena aku pernah menceritakan ini kepadamu. Tapi mungkin juga aku lebih bisa terbuka disini karena menulis kadang membuat kita lebih total ekspresif.
Kakak, engkau memanggilku dengan panggilan kakak. Aku senang dengan panggilan itu. Sebuah panggilan manja dari seorang adik yang manis. Kita laksana sepasang burung yang kasmaran, terbang di antara pepohonan nan rindang. Angin sepoi-sepoi berhembus di balik sayap putihmu, menyirami kita dengan angin sejuk menembus kedalam.
Suatu waktu dulu. Di saat engkau masih sendiri. Engkau mengatakan jika dirimu akan segera mempunyai seorang kekasih. Kedekatan kita membuat diriku yakin jika dirimu memancing aku untuk berkata sejujurnya jika aku mencintaimu. Tetapi sebelum semua terjadi, engkau menjelaskan jika ada temanmu yang telah jatuh hati. Dan engkau tidak kuasa untuk menolaknya.
Ahh sialnya nasibku pada hari itu. Aku merasa menjadi kecil. Aku menciut aku seperti tidak exist. Sungguh aku baru pertama kali merasakan sakitnya dikhianati. Walau sebenarnya engkau tidak bersalah dan tidak mengkhianatiku sama sekali. Aku saja yang merasa begitu. Sakit sungguh sakit. Membuatku susah tidur, tidak merasa lapar walau tidak makan sampai dua atau tiga hari, pernah sampai empat hari. Ini nyata dan aku tidak berbohong tentang ini. Berat badanku turun drastis. Walau aku sedikit senang dengan penurunan berat badanku hahaha. Tapi aku lebih memilih tidak mau menghadapi kenyataan yang ada.
Aku berjanji kepadamu jika aku akan mendukung semua apa yang engkau pilih dan jalanin. Aku melewati masa sulit ini berminggu-minggu lamanya. Pada saat weeknd adalah waktu menyakitkan yang aku rasakan. Ingin sekali aku melewatkan hari-hari itu. Ingin sekali membuat hari Jumat langsung ke hari Senin. Jadi aku tidak melihat kebersamaan kalian di instagram atau FB. Kebersamaan kalian membuatku mati. Hmm tidak mati, cuma sakit hati.
Oh my God. Aku cemburu. Aku sakit dan aku sakit hati. Aku tidak mau mengintip kegiatan kalian tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa untuk tidak melihatnya. Dan kembali aku sakiitt setelah itu… bagai palu godam menghantam dada ini. Aku cemburu.
Hei pujaan hatiku…
Yah itu dulu. Kisah lama yang membekas hingga kini. Pertama kali aku baru mengerti bagaimana rasa cemburu. Sesungguhnya aku kelewat mencintaimu. Mencintaimu dengan sangat. Dirimu terlalu kucinta. Tapi aku senang. Karena aku telah mendengar engkau mengatakan kini “kakak, aku juga mencintaimu…”
ilOvEYoU
Dirimu
Hi..
Aku kaget jika hari ini adalah tanggal 31. yaahh pertualangan menulis surat kembali akan aku lakoni. hmm tantangan yang menarik adalah sanggupkah aku menulis satu surat untuk satu hari?
Di tengah kesibukan yang menjadi rutinitasku? ahh aku malu untuk menjanjikan ini
walaupun aku ingin sekali bisa melakukannya.
Malu nih jika aku keteteran nantinya, padahal di awal aku memutuskan untuk mendaftar mengikuti parade menulis surat yang di adakan tahunan ini. Sungguh sayang untuk dilewatkan, tapi serasa berat untuk dijalankan. Jadi apapun dan bagaimanapun aku awali semua langkah ini dengan membaca Basmalah..
Anyways, kok lebih seperti curhat dari pada menulis surat hahaha.. hmm ok kalau begitu,
back to “menulis surat mode”.
Kepada pujaan hati,
Hai pujaan hati apa kabarmu? Aku yakin engkau lagi baik-baik saja. Masih bingung menentukan pilihan? Kuatkan hatimu dan yakin dengan sebulat hati bahwa apa yang telah engkau putuskan adalah hal yang terbaik buat dirimu.
Jangan takut.. aku dan beberapa orang lagi you know, akan selalu support langkah apa saja yang akan engkau ambil. Yakin dengan pilihanmu maka hidupmu akan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Commit dan Tuhan akan membimbing langkah kita. Tapi sayangku, kita juga harus percaya akan takdir. Kadang Tuhan merubah rencana kita semauNya karena Dia memang yang mengatur segalanya. Di saat Tuhan merubah rencana kita, yang harus engkau lakukan adalah menerima dengan lapang dada dan yakin bahwa yang terjadi saat itu adalah kondisi terbaik yang telah diberikan
kepadamu. Jadi jalanin aja, aku akan selalu ada disampingmu.. You jump i jump right. Seperti tik tok romatis antara rose dan jack dalam Titanic hehehe…
hai pujaan hati, khusus di hari pertama 30harimenulissuratcinta ini, ku khususkan menulis buat dirimu. Lima tahun? Enam tahun? Entah aku selalu tidak terlalu mempersoalkan sudah berapa lama kita bersama-sama. Yang penting selama itu aku ingin selalu melihat engkau bahagia. Karena aku tahu kalau bahagia yang sebenarnya, begitu mahal buat dirimu.
Hai pujaan hati, tersenyumlah… kita bersama-sama tertawa dalam perjalanan panjang ini. Aku suka disaat engkau tertawa lepas. Aku melihat sesaat engkau bisa melupakan kesulitan-kesulitan yang engkau hadapi hampir sepanjang minggu. Kasihan dirimu kekasih hatiku. Nanti pada waktunya juga engkau akan tersenyum sepanjang malam. Sabar ya.. di saat ini hanya sabar yang harus bisa engkau andalkan. Selain kekuatan untuk tetap bertahan.
Hai pujaan hati, Aku memang lelah. Tapi aku tidak pernah lelah untuk membuatmu bahagia. Secara fisik
aku pasti lelah karena kerjaan… Tapi dalam kelelahanku dalam tidurku, dirimu selalu ada. Aku selalu memikirkanmu. Aku selalu memimpikanmu.
Pujaan hatiku…
iLoVEyOu
Aku Rindu
dear sayang,
Masuk pada bulan February aku jadi ingat setahun yang lalu, kamu menyisihkan weeknd-mu dengan datang kepadaku. Hmm sepertinya aku deh yang memintamu untuk datang, karena aku kangenn. Dan kebetulan ternyata kamu bisa, cihuyy deh waktu itu. Kita bersama menghabisi hari dan malam hingga senin menjelang. Aku ingat waktu itu termasuk salah satu wakt terbaik dalam waktu-waktu yang sudah kita lalui. Banyak hal manis yang terjadi tentunya, Waktu-waktu manis itu sepertinya tidak akan terjadi pada tahun ini. Kamu jauh disana dan aku masih disini.
Aku masih terhipnotis dengan kota ini, yah ini bahasa yang manis untuk menyembunyikan kenyataan bahwa aku masih terkekang dengan kerjaan. Kerjaan memburuku disiang dan malam kadang hanya waktu sakit aja yang membuat aku baru bisa mengistirahatkan tubuh ini, walau kenyataannya tidak ada orang yang mau sakit. Sedangkan kamu… aku gak tahu bagaimana kamu dengan waktumu. Tapi aku yakin jika kamu punya waktu yang tertata dengan rapi kini.
Rindu tentu sama seperti February setahun yang lalu disaat aku memintamu untuk datang. Tapi rindu kali ini dibarengi dengan tatapan kosong kedepan. Aku tahu kalaupun aku meminta untuk kedatanganmu lagi, adalah suatu permintaan yang mustahil. Kamu tidak akan pernah bisa datang lagi. Hanya dalam mimpi kamu beberapa kali mampir didalam tidurku. Karena disetiap malam didalam lelah dan penatku aku berdoa semoga selalu bisa bersua denganmu, memeluk mesra tubuhmu, berjalan menelusuri tempat-tempat yang tiada bosannya kita lalui.
Aku sayang kamu, semua orang sayang kamu, dan Tuhan menyayangi kamu.
Aku akan segera datang menjengukmu. Kamu tunggu aku yaa…
Aku rindu.
sista
Mantan minta Surat
Sejak awal tahun kamu telah mengingatiku. Memintaku untuk berjanji, janji yang harus aku tepati, yaitu membuat surat cinta untukkmu dalam program ini. Jika sampai tidak kulakukan maka kononnya kamu akan membuka rahasiaku. Akupun tertawa terbahak-bahak saat itu. Aib apa emangnya? Aku tidak ingat satu halpun yang bisa membuat aku bertekuk lutut dihadapanmu.
Tapi sejenak tawaku terhenti. Ingatan-ingatan yang sudah aku delete aku undelete kembali. Aku putar tayang pakai media sederhana dalam pikiranku, otakku memutar satu demi satu pita ingatan yang sudah aku buang itu. Dan GILAA… Cerita lama menghayun kembali. Kejadian itupun menjadi seperti nyata kini. Gawat kalau kamu bocorkan ini..
Kemudian aku berpikir… tanpa ancamanmu pun aku berencana membuatimu sebuah surat. Karena aku tahu bahwa kita adalah mantan yang cihuyy hehehe
Apa kabarmu hei nona aja ya aku panggil. Gak perlu nama apalagi panggilan sayang seperti dulu, udah basi apa gak ya… Selain itu juga untuk antisipasi just jaga-jaga jika ada yang ngeh bahwa surat ini aku yang buat dan ditujukan buat dirimu hehehe
Yang penting kamu tahu kalau surat ini buat kamu. Mungkin ini bukan surat terakhir tapi aku gak janji kapan lagi aku bisa menulis surat, karena kitakan udah nggak. Atau kamu perlu mengancamku lagi jika kangen dengan surat dariku? boleh… *jambakrambut
Aku.. kangen juga kok. Serius aku kangen. Kangen cerita dulu. Gak mungkin terulang kembali. Dan jangan sampai terulang kembali deh.
Atau kamu mau mengulang lagi ya? ayo ngaku…
Hei nona, dirimu telah banyak berbuat untukku. Aku berterima kasih untuk itu. Tapi memikirkan hal-hal yang telah terjadi dulu membuat aku takut jika kamu kembali mengancamku dengan kata-kata di smsmu.
Hehehe gak kok aku hanya bercanda. Aku tahu kamu, sebaik kamu tahu aku. kan kita mantan yang cihuyy. Aku masih bisa sedikit bangga punya mantan yang masih bisa saling contack. Ada loh orang-orang, semenjak menjadi mantan seolah perang dihadang. Cuek bebek apapun yang terjadi, tapi dibalik ketidakpeduliannya aku yakin mereka masih mencari tahu perkembangan mantannya masing-masing hihihi . *ditimpuk
Nona, Dulu kamulah bintang, bintang dalam hatiku dalam tidurku dan sekarang kamu tetaplah sebuah bintang. Karena jika aku menengok keatas langit pada malam hari, aku masih mengenalmu dan mengenangmu. Tetaplah menjadi dirimu sendiri dan tetap menjadi sahabat.
Kutegaskan surat ini kubuat bukan karena ancamanmu dan aku tahu kalau kamu hanya bercanda tentang itu. Karena kita memang mantan yang cihuyy…
Thnsk ya sistaa
from me
mantan cihuy
Aku
Aku terjatuh, di lima hari yang lalu. Tangan kananku retak dan tulang punggungku bermasalah. tapi syukurlah tidak terjadi hal yang sangat menakutkan. Pernah selama perjalanan ke rumah sakit, aku kepikiran kalau aku akan lumpuh, karena pinggangku sungguh sakit saat itu. Tapi hasil dari rontgent menunjukkan kalau tulang punggung atau tulang ekorku tidak apa, hanya memar.
Sakit rasanya jika mau di bawa baring atau dari posisi baring mau membangunkan badan ini, ngilu atau linu.
Tangan kananku praktis tidak bisa di fungsikan. tapi entah sekarang kok bisa dipakai buat ngetype walau perlu disanggah. Untuk hal ini aku bersyukur sekali.
Sempat sampai tadi malam aku memutuskan untuk tidak mengikuti program #30harimenulissuratcinta. Karena merasa tidak sanggup untuk mengutak-ngatik type keyboard ini dengan satu tangan. Tapi selepas Jumatan sekilas aku melihat twitter, aku membaca beberapa postingan surat yang sudah masuk ke beberapa petugas pos, aku merasa bersemangat kembali. Aku mencoba untuk mengetik dengan kedua tangan, dan Alhamdullillah bisa difungsikan, paling tidak untuk mengetik surat ini.
Dilain hal, aku sudah janjian sama seseorang kalau bakal ikutan program ini, jadi gak enakan jika aku batal. Dan selain itu, aku mendapatkan petugas kece yang baru @iitsibarani_. Salam kenal yaaa. Maaf kalau aku akan ikut andil merepotkan dirimu selama satu bulan ini. Salam love love ahh..
Di ujung surat singkat ini ku ingin berdoa semoga kita semua selalu aman dalam beraktifitas, selalu hati-hati dan jangan sampai celaka seperti diriku.
Hati-hati ya sista…
tds
Menunggu
Menunggu…
Sebagian besar orang tidak suka menunggu. Menunggu adalah sesuatu hal yang menjemukan bagi mereka. Apalagi menunggu dengan tidak melakukan apapun, hanya menunggu… Menjemukan bukan…
Menunggu seseorang yang memang biasa suka telat, sangat bikin hati ini gregetan. Waktu begitu lama, detik jarum jam seolah melambat, dunia seakan menjemukan.
Bagaimana jika kita menunggu suatu tanggal kalender? hmm sama… bahkan malam sebelum tanggal kejadian mejadi malam yang panjang karena mata sulit terpejam.
Tapi benarkah dasar manusia bertahan dalam hidup adalah karena menunggu?
Menunggu menjadi dasar mengapa kita bertahan hidup. Karena jika tidak ada yang kita tunggui maka tidak ada motivasi apapun sebagai alasan untuk bertahan hidup.
Dan kemudian yang terakhir adalah menunggu mati. Apa yang terjadi dan apa yang kita isi dalam hidup ini selama menunggu mati adalah persiapan yang terbaik untuk menghadapi kematian.
—
Genap30
Akhirnya sampai di penghujung kisah, genap 30 hari menulis surat berkeluh kesah, ungkap rindu atau cinta. Terima-kasih untuk bosse dengan pos cintanya beserta semua petugas pos dan petugas siaganya, terima kasih juga kepada teman-teman yang pada rajin dan hebat-hebat dalam menulis surat, aku banyak belajar dari baca-baca surat kalian.
Acara gathering yang kesekian kalinya aku tidak bisa mengikuti karena jauh dari tempat dimana aku tinggal. Semoga suatu saat entah kapan aku bisa ikutan. Semoga acaranya suksess dan berkesan. Selamat berhappy ria, semoga menjadi moment yang tak terlupakan. Semoga tahun depan aku masih bisa ikutan nulis surat lagi yaa….
Maaf surat singkat yang dibuat tepi jalan raya, surat pendek penuh arti sedemikian hati yang masih kembang kempis merasakan cinta yang tersisa pada bulan february.
Salam hangat penuh bintang
tds
*surat#30*30harimenulissuratcinta*
