Di mataku, menunggu mentari sore tenggelam adalah saat-saat di mana hati berada pada kondisi titik terbawah rindu kepada siapa kita pada saat itu. Dalam perjalanan pulang sore baik sambil mengendarai motor atau sedang menyetir mobil atau bahkan berjalan kaki, kadang tanpa kita sadari perasaan cinta terutama rindu berkecamuk menjadi satu. Penampakan langit jingga yang mulai kemerahan tampak nun jauh di sana seolah menghantar kepergian matahari pulang. Kedamaian tergambarkan, matahari begitu indah pada posisi terjauh dari mata membuat mata bisa mengagumi matahari yang sebelumnya garang pada siang hari.
Satu persatu kita yang menikmati keindahan sore mentari ini, atau kita yang memang menunggu dalam duduk atau berdiri untuk menyaksikan kedamaian ini, bergumam di dalam hati masing-masing, “aku rindu untuk bertemu denganmu, aku rindu untuk menghabiskan sore berdua denganmu, aku rindu mendengar renyah suaramu, aku rindu untuk peluk cium dirimu, aku selalu rindu kamu”.
Sebagian merasakan ada ruang hati yang terbuka, sebagian mengatakan hatinya merasa kosong kini, sebagian merenung kesalahan yang pernah diucapkan, sebagian menyesali yang pernah terjadi, sebagian meneteskan air mata, sebagian tersenyum pilu, sebagian tidak bisa berkata-kata, sebagian memejamkan mata merasakan hangat sinar mentari, sebagian berteriak, sebagian terluka, sebagian merana, sebagian nelangsa, sebagian terdunduk lesu.
Sampai detik terakhir matahari tenggelam, sampai matahari tidak kelihatan, hanya menyisakan bias sinar kemerahan yang mulai ikut hilang. Dari arah timurpun gelap mulai menyelimuti bumi. perlahan-lahan lampu jalan mulai di hidupkan, lampu-lampu perumahan, toko sepanjang jalan mulai menghias indah gelap malam. Bulan yang sudah berada dilangit mulai kelihatan, bintang-bintangpun mulai nyata satu persatu dengan kerlap kerlipnya. Dan sampai disini kamu sudah terlupakan…
Bagiku sunset selalu menggambarkan perasan rindu kepada seseorang. Sunset akan mendekatkan aku pada seseorang, paling tidak aku telah mengingatnya. Sunset memaksa ungkapan rindu timbul menyeruak keluar terlampiaskan menguap bersama udara dan sinar mentari yang telah tenggelam.
Dan kini aku mau terbang bersama rinduku yang menguap mengikuti sinar remang kemerahan matahari…
